Kehidupan Juventus yang Tidak Pernah Padam
Meskipun dalam beberapa waktu terakhir sering mendapatkan hasil buruk, Juventus tetap menunjukkan bahwa jiwa mereka masih hidup. Sejak Februari lalu, tim asuhan Luciano Spalletti tidak bisa dibilang berada dalam kondisi yang baik. Dalam 8 pertandingan di semua kompetisi, hanya mampu meraih 2 kemenangan dan mengalami 4 kekalahan.
Selama periode tersebut, Si Nyonya Tua juga tersingkir dari Coppa Italia dan Liga Champions. Namun, meski dalam situasi sulit, I Bianconeri tetap menunjukkan semangat “Lo spirito Juve” dan moto “Fino alla fine”. Dua semboyan ini dimaknai sebagai sikap pantang menyerah hingga peluit akhir berbunyi.
Juventus tetap memperlihatkan hal itu selama mengalami hasil-hasil jelek belakangan ini. Dalam 22 hari terakhir, 4 kali La Vecchia Signora melakukan aksi comeback. Menghadapi Lazio di Liga Italia (8/2/2026), Juve tertinggal 0-2 sampai satu jam pertandingan. Mereka berhasil menyamakan skor dengan gol kedua dicetak pada menit ke-90+6.
Melawan Inter di Serie A (14/2/2026), Tim Hitam Putih dua kali tertinggal dan dua kali mampu menyamakan kedudukan walaupun bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama. Sayangnya bagi pasukan Spalletti, mereka akhirnya kalah 2-3 gara-gara gol di menit terakhir waktu normal.
Beralih ke Liga Champions pada 25 Februari lalu, Juventus harus mengejar kekalahan 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama babak play-off. Di leg kedua, mereka mampu unggul 3-0 di waktu normal untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Akan tetapi, Juve sudah kehabisan tenaga karena lagi-lagi harus bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua sehingga akhirnya hanya mampu menang 3-2 dan gagal lolos ke 16 besar karena skor agregat menjadi 5-7 untuk Galatasaray.
Terbaru, pada pekan ke-27 Liga Italia, Minggu (1/3/2026) di Olimpico, Juventus sudah tertinggal 1-3 dari AS Roma sampai melewati menit ke-75. Namun, mereka berhasil menyamakan kedudukan dengan gol pembuat skor 3-3 tercipta pada menit ke-90+3.
Jiwa pantang menyerah Juventus masih diperlihatkan para pemain. Hal itu membuat Spalletti sebagai pelatih merasa yakin bahwa tim asuhannya bisa menyelesaikan kompetisi 2025-2026 dengan baik. Tinggal bermain di Serie A, sang juru taktik percaya Juve akan berhasil lolos ke Liga Champions musim depan.
“Jika kita bicara tentang reaksi tim ini, betul bahwa saya bahagia,” kata Spalletti dalam jumpa pers usai laga melawan Roma seperti dikutip dari Football Italia. “Di Liga Champions kami sempat mampu mengembalikan diri ke trek dalam situasi yang hampir mustahil.”
“Sekarang para pemain memberikan perlawanan lagi tetapi kami membuat diri sendiri berada dalam situasi yang menyulitkan.” “Dalam 5 laga terakhir, kami bermain dengan 10 orang di 3 pertandingan di antaranya.” “Anda bisa mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk mengisi keyakinan para pemain.” “Tetapi pada momen ini suporter juga membantu. Ketika mereka berada di belakang kami, beban seragam ini terasa sedikit lebih ringan di bahu pemain.”
“Tentu saja saya percaya pada kelolosan ke Liga Champions, saya hidup untuk peringkat 4.” “Saya percaya kami akan mendapatkan porsi terakhir musim ini yang sangat bagus,” pungkasnya.
Jika sampai kalah pekan ini, peluang Juventus finis di 4 besar akan berat karena mereka bakal defisit 7 poin dari posisi ke-4 yang dihuni AS Roma. Berkat hasil imbang 3-3 ini, Juventus hanya berselisih 4 poin dari Roma.
“Kalau Roma menang, jarak akan menjadi 7 poin dan situasi itu akan menyulitkan kami,” kata salah satu pencetak gol Juve, Federico Gatti. “Tetapi, hasil imbang ini menjaga kami tetap bersaing. Masih ada 11 pertandingan sampai kompetisi berakhir, kami masih di sini.”
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











