Pemkab Biak Numfor dan Lion Air Group Persiapkan Penerbangan Perdana Rute Biak–Sorong
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor, Provinsi Papua, bersama manajemen Lion Air Group menggelar rapat persiapan penerbangan perdana rute Biak–Sorong yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026. Pertemuan ini dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal demi kelancaran konektivitas udara antara Biak dan Sorong.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, dan dihadiri para pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Biak Numfor. Meskipun pertemuan singkat, namun penuh dengan komitmen dari berbagai pihak terkait. Bupati menyampaikan bahwa pembukaan rute penerbangan ini merupakan hasil dari proses panjang dan kerja sama berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah dan pihak maskapai dalam hal ini Lion Air Group.
Penerbangan perdana akan dilayani oleh maskapai Wings Air yang berada di bawah naungan Lion Air Group. Jadwal penerbangan adalah dua kali seminggu, setiap hari Senin dan Jumat untuk rute Biak–Sorong maupun Sorong–Biak. Bupati menegaskan bahwa keberadaan rute baru ini harus dijaga bersama karena memiliki arti penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Tanah Papua.
“Kita bersyukur dari laporan manajemen Lion Air kepada pemerintah daerah bahwa kapasitas pesawat dengan 72 kursi ternyata sudah penuh terisi. Ini tentu menjadi awal yang baik bagi keberlanjutan rute penerbangan ini,” ujar Markus Oktovianus Mansnembra saat ditemui di Hotel Asana Biak, Minggu (8/3/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa penerbangan langsung antara Biak dan Sorong diharapkan dapat menjadi pintu masuk baru untuk memperkuat sektor pariwisata, perdagangan, hingga mobilitas masyarakat. Selain itu, Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan rute tersebut dengan memanfaatkannya secara aktif, terutama untuk perjalanan dinas maupun kegiatan lainnya.
Potensi Wisata dan Konektivitas di Biak Numfor
Menurut Bupati, konektivitas ini menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata serta potensi kelautan dan perikanan di wilayah Biak. Ia juga mengungkapkan bahwa Biak memiliki potensi wisata kepulauan yang tidak kalah dengan Raja Ampat, khususnya di kawasan Kepulauan Padaido dan Aimando. Namun dari sisi promosi, Biak masih tertinggal sehingga momentum pembukaan rute ini juga menjadi kesempatan untuk belajar dari keberhasilan pengembangan pariwisata di Raja Ampat.
“Terima kasih kepada manajemen Lion Air Group karena melalui komunikasi yang panjang akhirnya rute Biak–Sorong dapat dibuka,” tambahnya.
Pengembangan Jaringan Penerbangan Lion Air Group
Area Manager Lion Grup Wilayah Maluku dan Papua, Agung S Wibowo, menjelaskan bahwa penerbangan perdana pada 9 Maret 2026 akan menggunakan pesawat Wings Air tipe ATR 72-500 berkapasitas 72 penumpang. Menurut Agung, rute Sorong–Biak–Sorong tidak hanya bersifat point to point, tetapi juga membuka akses konektivitas lanjutan melalui jaringan penerbangan Lion Air Group menuju berbagai kota besar seperti Manado, Ambon, Surabaya, Jakarta, dan Makassar.
Jadwal penerbangan dipilih pada akhir pekan, yakni Jumat dan Senin, untuk mendorong aktivitas wisata. Wisatawan dari Sorong dapat berkunjung ke Biak pada akhir pekan dan kembali pada hari Senin, dan sebaliknya. “Apabila rute ini berjalan lancar dan permintaan meningkat, tidak menutup kemungkinan frekuensi penerbangan akan ditambah menjadi setiap hari atau bahkan menggunakan pesawat jet yang berkapasitas lebih besar,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga berencana kedepan akan membuka peluang pengembangan konektivitas lanjutan dari Biak menuju wilayah lain. Termasuk penjajakan rute menuju kepulauan Numfor sebagai bagian dari penguatan jaringan transportasi udara di kawasan Papua.
Perbedaan Wilayah dan Jalur Transportasi
Kabupaten Biak Numfor dan Sorong merupakan wilayah di pulau Papua, namun berbeda provinsi dengan jarak yang cukup jauh dan terpisah daratan serta lautan. Sorong merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Papua Barat Daya, sementara kabupaten Biak Numfor berada di Provinsi Papua.
Untuk sampai ke Sorong melalui Biak sebelumnya dapat menggunakan kapal laut dengan menempuh waktu selama kurang lebih 40 jam. Sementara untuk bisa sampai ke Kabupaten Biak Numfor pilihan utamanya adalah menggunakan pesawat terbang melalui bandara Frans Kaisiepo yang terhubung dari kota-kota besar seperti Jayapura, Makassar, Jakarta, dan Surabaya. Pilihan lainnya adalah dengan menggunakan kapal laut yang memakan waktu lebih lama, namun lebih ekonomis dengan rute dari Jayapura, Nabire atau bahkan langsung dari Jakarta maupun Surabaya.
Dengan dibukanya rute penerbangan langsung dari Biak ke Sorong ataupun sebaliknya, maka dapat lebih mempermudah masyarakat ataupun wisatawan yang akan mengunjungi kedua daerah tersebut, baik Sorong maupun Biak Numfor.











