Tren Busana Lebaran 2026 yang Menarik Perhatian
Indonesia Hijab Fest 2026 di Sabuga, Bandung, menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh para pecinta busana muslim. Acara ini menampilkan berbagai inovasi dan tren terbaru dalam dunia fashion Lebaran tahun ini. Salah satu hal yang mencolok adalah dominasi warna lembut seperti vanilla, ivory, dan butter dalam koleksi busana yang dipamerkan.
Warna Lembut yang Mendominasi
Di antara deretan booth yang memamerkan koleksi busana muslim terbaru, pengunjung terlihat antusias menyusuri rak-rak pakaian bernuansa lembut. Warna-warna pastel seperti vanilla, ivory, hingga butter mendominasi tampilan koleksi Lebaran tahun ini. Hal ini menunjukkan pergeseran tren yang lebih menekankan kesan elegan dan minimalis.
Inovasi Desain dengan Cheongsam
Tidak hanya warna yang berubah, tren desain pun mengalami pergeseran. Salah satu model yang paling banyak menarik perhatian adalah potongan cheongsam, yang diadaptasi menjadi busana muslim modern dengan sentuhan bordir bunga serta motif serat daun yang halus. Inspirasi dari momen Ramadan dan Imlek memberikan nuansa khusus pada desain ini.
Koleksi Blossom Series dari Dinarnia
Di booth Dinarnia, koleksi Ramadan tahun ini hadir melalui tema Blossom Series. Sesuai namanya, inspirasi bunga menjadi elemen utama yang ditampilkan dalam desain busana. Perwakilan Dinarnia, Hera, menjelaskan bahwa koleksi tersebut mengusung warna-warna lembut yang sedang menjadi tren tahun ini.
“Series-nya Blossom. Jadi memang inspirasinya dari bunga-bunga, dan warnanya kita ke arah vanilla sama ivory,” ujar Hera saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (7/3/2026).
Selain warna yang lembut, tekstur kain juga menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa potongan busana terlihat memiliki pola seperti serat daun yang halus, memberikan kesan elegan namun tetap ringan dipakai.
“Kalau yang ini memang kelihatan seperti ada serat-serat daun, karena bahannya juga memang begitu, ini bahannya porcelain,” katanya.
Bahan porcelain sendiri kini menjadi salah satu material yang tengah digemari di industri fashion muslim. Teksturnya yang halus dan jatuh membuat busana terlihat lebih mewah tanpa harus terlalu banyak detail tambahan.
Untuk menyambut Lebaran tahun ini, Dinarnia menyiapkan sekitar 200 potong koleksi khusus edisi Ramadan. Brand yang berdiri sejak 2013 tersebut setiap tahunnya rutin merilis seri baru agar tetap mengikuti perkembangan tren. Ia menambahkan bahwa perubahan tren biasanya terlihat dari warna dan motif yang berkembang di masyarakat.
“Kalau tren kita biasanya mengikuti perkembangan juga. Tahun ini, warna-warna lembut seperti ivory, vanilla, dan butter menjadi pilihan favorit banyak pembeli,” katanya.
Detail Bordir dan Payet dari Versus City Indonesia
Tidak hanya Dinarnia, tren bordir dan detail tekstur juga terlihat di booth brand lain seperti Versus City Indonesia. Brand yang berdiri sejak 2017 tersebut meluncurkan koleksi Ramadan bertajuk Raya Lumina Series. Siska, perwakilan Versus City Indonesia, mengatakan ciri khas koleksi mereka terletak pada detail bordir dan payet yang memberi kesan elegan pada busana.
“Tema Raya Series kali ini namanya Lumina Series. Ciri khasnya bordir-bordir, ada payet juga,” ujar Siska.
Koleksi tersebut banyak menampilkan kombinasi outer, vest, serta inner yang bisa dipadukan secara fleksibel oleh pengguna. Material yang digunakan pun beragam, mulai dari kain lace, bordir, hingga kerah impor yang dipadukan dengan payet untuk memberikan sentuhan glamor. Dari segi penjualan, ia mengaku minat pembeli justru meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah malah makin meningkat, karena sekarang kan tren lagi banyak yang suka lace dan bordir, jadi kita juga ikutin,” ujarnya. Harga koleksi Versus City Indonesia bervariasi, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp1,3 juta untuk produk dengan detail payet penuh.
Cheongsam sebagai Inovasi Baru
Selain tren bordir dan warna lembut, model cheongsam juga menjadi salah satu yang mencuri perhatian pengunjung tahun ini. Brand Zayra Hijab bahkan secara khusus menghadirkan koleksi dengan potongan khas busana tradisional Tiongkok tersebut.
Perwakilan Zayra Hijab, Anisa Zulfaida, mengatakan desain tersebut terinspirasi dari momen Ramadan yang tahun ini berdekatan dengan perayaan Imlek.
“Tahun ini kan Ramadan berdekatan dengan Imlek, jadi kita ingin menghadirkan produk yang nuansanya bisa masuk ke dua momen itu,” ujarnya.
Koleksi cheongsam tersebut hadir dengan lima pilihan warna serta ukuran yang cukup lengkap, mulai dari XS hingga XXL. Detailnya ada kancing di samping seperti model cheongsam asli. Menariknya, Zayra Hijab tidak menjual koleksi tersebut dalam bentuk satu set, melainkan atasan yang bisa dipadukan dengan berbagai jenis bawahan.
“Kita sengaja keluarkan atasan saja supaya bisa dipakai dengan rok atau bawahan lain,” kata Anisa. Koleksi cheongsam tersebut dijual dengan harga debut Rp299 ribu dan baru diluncurkan sehari sebelum pameran berlangsung.











