Penyebaran Campak di Kota Padang Mengkhawatirkan
Kasus campak di Kota Padang kembali menjadi perhatian masyarakat setelah terjadi peningkatan jumlah penderita. Warga diminta untuk lebih waspada terhadap gejala awal yang muncul pada anak-anak. Gejala ini sering kali mirip dengan penyakit lain yang disebabkan oleh demam, namun ada ciri khas yang bisa menjadi indikasi adanya infeksi campak.
Salah satu ciri khas dari campak adalah ruam kemerahan yang muncul di tubuh anak. Ruam ini biasanya dimulai dari area sekitar wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Selain itu, ruam ini selalu disertai dengan demam tinggi dan bisa menyebabkan mata merah akibat infeksi virus yang menyebar ke mata.
Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan mudah menyebar dalam tubuh anak jika sudah terinfeksi. Jika tidak ditangani secara tepat, virus ini bisa menyebar ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia (radang paru-paru). Bahkan, penyebarannya bisa mencapai otak, yang berisiko menyebabkan komplikasi serius.
Peningkatan Kasus Campak di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas
Menurut Kepala Puskesmas (Kapus) Andalas, dr. Weni Fitria Nazulis, kasus campak di wilayah kerja Puskesmas Andalas mengalami peningkatan signifikan. Dari data yang diperoleh, sejak tahun lalu hingga awal tahun 2026, terdapat 13 warga yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus campak.
Selama tahun 2025, sebanyak 105 orang diduga terjangkit virus campak. Namun, hanya 26 orang yang sampelnya dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah hasil penelitian keluar, satu orang dinyatakan positif mengidap rubella, sementara 11 orang lainnya dinyatakan positif campak. Sisanya dinyatakan negatif baik untuk campak maupun rubella.
Untuk menanggulangi penyebaran virus campak, Puskesmas Andalas melakukan program Outbreak Response Immunization (ORI) di kelurahan-kelurahan yang warganya dinyatakan positif campak. ORI merupakan program imunisasi massal yang dilakukan sebagai respons cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak di wilayah tertentu.
Perkembangan Kasus Tahun 2026
Pada tahun 2026, jumlah kasus campak semakin meningkat. Dalam rentang waktu dua bulan, yaitu Januari dan Februari, terdapat sebanyak 32 orang terduga terjangkit virus campak. Pemeriksaan sampel dilakukan pada bulan Januari 2026 terhadap empat orang, di mana dua orang dinyatakan positif dan dua lainnya negatif campak setelah pemeriksaan.
Sedangkan pada bulan Februari 2026, terdapat enam kasus. Pemeriksaan sampel tengah dilakukan dan pihaknya masih menunggu hasilnya. “Jadi, tahun 2026 ini, sudah ada dua orang positif campak, ini baru di wilayah kerja Puskesmas Andalas, masih ada 23 puskesmas lagi,” ujar dr. Weni.
Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan
Dr. Weni menegaskan bahwa campak merupakan penyakit berbahaya jika tidak segera ditangani. Meski banyak masyarakat yang menganggapnya sebagai penyakit biasa, nyatanya penyakit ini bisa memicu komplikasi serius seperti pneumonia atau infeksi otak.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap gejala awal campak pada anak. Deteksi dini dan tindakan cepat sangat penting untuk mencegah penyebaran virus yang bisa mengancam kesehatan anak-anak. Puskesmas Andalas juga terus berupaya memberikan edukasi dan layanan kesehatan kepada masyarakat agar dapat mengenali tanda-tanda campak sejak dini.











