"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Modric Ciptakan Sejarah Baru di San Siro dengan Kemenangan AC Milan vs Torino

Luka Modric Menciptakan Rekor dalam Pertandingan AC Milan vs Torino

Pada pertandingan antara AC Milan dan Torino di San Siro, Luka Modric mencatatkan momen bersejarah dengan mencapai penampilan ke-550 di lima liga besar Eropa. Pemain asal Kroasia ini kini berada di posisi kedua dalam daftar sepanjang masa pemain yang bermain di divisi teratas sepak bola Eropa sejak musim 2008/2009. Hanya Antoine Griezmann yang memiliki rekor lebih baik dengan 555 penampilan di liga elit Eropa.

Perjalanan Karier Modric di Liga Big 5

Modric memulai kariernya di liga Big 5 bersama Tottenham Hotspur, di mana ia tampil sebanyak 127 kali di Premier League antara tahun 2008 hingga 2012, dengan 13 gol yang dicetaknya. Setelah itu, ia menghabiskan 13 tahun di Real Madrid, dengan 394 penampilan di La Liga dan 30 gol antara tahun 2012 hingga 2025. Musim panas lalu, Modric bergabung dengan AC Milan dan telah menambahkan 29 penampilan di Serie A ke dalam catatan spektakuler tersebut, dengan dua gol dalam musim debutnya yang mengesankan di Italia.

Meskipun usianya sudah menginjak 40 tahun, Modric masih menunjukkan ketahanan luar biasa di level tertinggi. Mantan rekan setim, lawan, dan pengamat sepak bola mengakui bahwa ia belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Alessandro Nesta menyebutnya sebagai sosok yang rendah hati dan sangat dedikatif, sementara eks striker AC Milan Andriy Shevchenko juga terkesan dengan kondisi fisiknya saat berkunjung ke Milanello.

Rating Pemain AC Milan vs Torino

Berikut adalah evaluasi performa para pemain AC Milan dalam pertandingan melawan Torino:

  • Maignan (6):

    Penjaga gawang ini kurang beruntung pada gol pertama, tetapi melakukan penyelamatan hebat lainnya pada babak kedua. Meski gagal mencegah penalti, secara keseluruhan ia tampil solid. Ada beberapa momen yang meragukan, seperti tekel terhadap Vlasic, tetapi secara umum ia tetap stabil.

  • Tomori (5.5):

    Ditarik keluar pada babak pertama karena kartu kuning. Tekel terlambatnya menghentikan serangan balik dan membuat banyak orang khawatir. Ia bermain gegabah dan tidak tenang malam ini.

  • De Winter (6):

    Memenangkan beberapa duel, tetapi kalah dalam beberapa lainnya. Tidak menunjukkan penampilan terbaiknya sejak awal tahun.

  • Pavlovic (7):

    Gol yang luar biasa untuk membawa AC Milan unggul; kandidat gol terbaik musim ini. Pertahanannya sangat solid dan kemauannya untuk maju ke depan sangat efektif. Namun, perlu lebih waspada dalam menghindari pelanggaran.

  • Saelemaekers (6):

    Beberapa pergerakannya bagus dalam membangun serangan, tetapi secara keseluruhan penampilannya biasa saja, terutama karena kurang sukses dalam tembakan dan umpan silang.

  • Fofana (7):

    Babak pertama yang bagus dengan banyak pergerakan yang membuka ruang bagi AC Milan. Di babak kedua, ia mencetak gol yang penting untuk kemenangan tim. Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam menerima bola dan menciptakan ruang di sekitar bek Torino.

  • Modric (6):

    Terlibat dalam gol kedua dengan umpan yang tepat ke Pulisic. Namun, Torino berhasil menghentikannya secara efektif, dan ia tidak selalu terlibat dalam permainan. Di awal pertandingan, ia gagal mengontrol permainan ketika Torino membangun momentum mereka.

  • Rabiot (7):

    Kembali dengan performa gemilang! Ia menjadi pemain penting dalam penguasaan bola untuk AC Milan, terutama dalam membawa bola ke depan. Gol yang tercipta berkat larinya yang hebat.

  • Bartesaghi (6):

    Solid di kedua fase permainan, memaksakan diri secara fisik melawan Pedersen. Ia menemukan ruang yang bagus dalam serangan, tetapi bisa jauh lebih baik dalam penyelesaian akhirnya.

  • Füllkrug (5.5):

    Meski berkembang pesat di babak kedua, babak pertama sangat buruk. Permainannya lambat dan posisinya buruk di 45 menit pertama.

  • Pulisic (7):

    Ini mungkin menjadi titik baliknya. Gol pertamanya di musim ini memberikan assist untuk Rabiot. Assistnya sangat bagus, dan secara keseluruhan ia menunjukkan pergerakan yang baik dan upaya menciptakan peluang.

  • Athekame (6):

    Memberikan assist untuk gol Fofana, meski umpannya mudah. Secara keseluruhan ia cukup bagus, meski ada beberapa momen kurang brilian dalam fase bertahan.

  • Ricci (6):

    Menunjukkan kemauan yang baik dan membantu AC Milan mengulur waktu. Ia memiliki tembakan yang diblokir tepat di akhir setelah lari yang bagus. Dengan lebih banyak waktu di lapangan, ratingnya mungkin lebih tinggi.

  • Nkunku (Tidak Ada):

  • Gimenez (Tidak Ada):
  • Odogu (Tidak Ada):

Evaluasi Pelatih Max Allegri (6)

Max Allegri mengubah segalanya dengan menarik Tomori keluar, tetapi taktiknya tidak tepat sejak awal. Formasi 3-5-2 sekarang menjadi masalah bagi AC Milan, dan sang pelatih jelas belum menemukan pendekatan yang tepat untuk pertandingan ini.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *