Apa Itu Tekanan Darah Tinggi?
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi ketika tekanan dalam pembuluh darah berada di atas batas normal. Umumnya, seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika hasil pengukuran menunjukkan angka 140/90 mmHg atau lebih. Angka pertama, yaitu tekanan sistolik, menunjukkan tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara itu, angka kedua, tekanan diastolik, menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara dua detak.
Banyak faktor gaya hidup bisa memengaruhi naik turunnya tekanan darah. Aktivitas fisik seperti olahraga, meskipun sangat baik untuk kesehatan jantung, dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah secara sementara. Di samping itu, stres emosional juga kerap menjadi penyebab peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba.
Menariknya, pada sebagian orang, tekanan darah bisa meningkat setelah makan. Padahal, secara umum tekanan darah justru sedikit menurun setelah makan karena tubuh mengalirkan lebih banyak darah ke sistem pencernaan untuk membantu proses cerna. Namun, meski jarang terjadi, peningkatan tekanan darah pasca-makan tetap mungkin dialami oleh sebagian individu.
Jika seseorang merasa mengalaminya, penting untuk memahami apa saja penyebabnya, bagaimana cara mengatasinya, serta mengenali gejala-gejala yang menyertainya.
Tanda-Tanda Tekanan Darah Tinggi Setelah Makan
Tekanan darah secara umum dianggap normal jika berada di bawah 120/80 mmHg. Sementara itu, nilai antara 120/80 hingga 139/89 mmHg dapat disebut sebagai pra-hipertensi, yaitu tahap awal menuju hipertensi. Jika hasil pengukuran menunjukkan angka di atas 140/90 mmHg, maka seseorang dinyatakan mengalami hipertensi.
Umumnya, fluktuasi tekanan darah merupakan hal yang wajar, apalagi jika tidak disertai gejala seperti pusing, lemas, atau tidak enak badan. Namun, kondisi di mana tekanan darah justru meningkat setelah makan bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan tertentu.
Pada kondisi normal, saat kita makan, tubuh akan mengalirkan lebih banyak darah ke sistem pencernaan untuk membantu proses cerna. Untuk menjaga tekanan darah tetap stabil, pembuluh darah di bagian tubuh lain akan menyempit, dan jantung akan berdetak sedikit lebih cepat agar aliran darah tetap lancar. Namun, pada sebagian orang, terutama yang memiliki tekanan darah tinggi, mekanisme ini bisa tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah setelah makan, yang dikenal sebagai hipotensi postprandial.
Sayangnya, kondisi ini kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas dan seringkali baru disadari secara tidak sengaja saat seseorang memeriksa tekanan darah setelah makan. Meski begitu, lonjakan tekanan darah yang signifikan tetap bisa menimbulkan beberapa gejala yang perlu diwaspadai, seperti:
- Sakit kepala hebat
- Nyeri dada
- Pusing atau kepala terasa ringan
- Mual
- Sesak napas
- Gangguan penglihatan
- Rasa cemas berlebihan
Jika seseorang mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas setelah makan, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Sebab, kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya gangguan tekanan darah serius yang memerlukan penanganan medis secepatnya.
Makanan yang Dapat Meningkatkan Tekanan Darah
Sementara itu, beberapa makanan diyakini bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Makanan tinggi garam (natrium) dapat meningkatkan tekanan darah secara cepat, sementara lemak jenuh memberikan dampak jangka panjang. Oleh karena itu, sebaiknya batasi jenis makanan berikut:
- Makanan tinggi garam atau natrium
- Makanan siap saji
- Sup kalengan
- Daging dan sayur kalengan
- Keripik dan camilan asin
-
Saus dan bumbu kemasan
-
Lemak jenuh
- Daging merah berlemak
- Unggas dengan kulit
- Makanan gorengan
- Mentega dan keju
- Susu full cream
- Minyak tropis (kelapa, sawit)
Makanan yang Aman dan Dianjurkan
Sebagaimana dikutip dari Medical News Today, menurut kajian tahun 2013, beberapa zat gizi terbukti membantu menurunkan tekanan darah, apa saja? Berikut penjelasannya:
- Protein: meningkatkan kadar asam amino yang mendukung metabolisme sehat
- Serat: menurunkan kolesterol LDL
- Kalium: membantu ginjal membuang kelebihan natrium
- Magnesium: membantu melemaskan pembuluh darah
Pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) sangat direkomendasikan bagi penderita hipertensi. Diet ini menekankan konsumsi:
- Sayur dan buah
- Gandum utuh
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Minyak nabati
- Produk susu rendah lemak
- Ikan dan unggas tanpa kulit
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











