Ekosistem Motorsport Nasional yang Kini Berdiri Kuat
Ekosistem motorsport nasional kini sedang membangun fondasi yang kuat untuk melahirkan pembalap-pembalap berprestasi di tingkat global. Proses ini melibatkan banyak pihak, mulai dari pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, hingga dukungan infrastruktur dan regulasi. Tidak hanya itu, keberadaan sirkuit internasional serta partisipasi dalam ajang-ajang besar juga menjadi faktor penting dalam pengembangan olahraga balap di Indonesia.
Sirkuit Mandalika: Pusat Pengembangan Pembalap Indonesia
Salah satu elemen utama dalam ekosistem ini adalah Sirkuit Mandalika yang kini dikenal sebagai Pertamina Mandalika International Circuit. Dibangun oleh ITDC, sirkuit ini telah menjadi venue berkelas dunia sekaligus tempat latihan bagi pembalap Indonesia. Sirkuit ini diresmikan pada 2021 dan pertama kali digunakan untuk ajang World Superbike 2021. Sejak tahun 2022–2025, sirkuit ini secara konsisten menjadi tuan rumah MotoGP. Tahun ini, ajang bergengsi tersebut akan kembali digelar pada 9–11 Oktober 2026, menegaskan posisi sirkuit ini sebagai salah satu pusat event motorsport dunia.
Peran Penting dalam Membangun Prestasi Pembalap
CEO Pride, promotor Kejuaraan Nasional Pertamina Mandalika Racing Series, Eddy Saputra menjelaskan bahwa prestasi para pembalap Indonesia bukanlah hasil instan, melainkan hasil dari kerja kolektif yang melibatkan berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan ini didukung oleh pembinaan berjenjang, kejuaraan nasional yang konsisten, regulasi dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), dukungan sponsor, dan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.
“Prestasi pembalap Indonesia di level dunia adalah hasil dari ekosistem yang dibangun bersama. Ada pembinaan pembalap, kejuaraan nasional, peran IMI sebagai regulator, dukungan sponsor, serta peran pemerintah dalam membangun infrastruktur seperti Sirkuit Mandalika,” ujar Eddy Saputra.

Tujuh Elemen Utama dalam Ekosistem Motorsport
Eddy menilai bahwa ekosistem motorsport nasional kini ditopang oleh beberapa elemen utama:
- Dukungan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur sirkuit dan pembinaan atlet dan pembalap.
- Peran regulator, yaitu Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai induk organisasi yang mengatur regulasi, lisensi, dan standarisasi balap.
- Penyelenggaraan kejuaraan nasional seperti Pertamina Mandalika Racing Series sebagai wadah kompetisi yang melahirkan pembalap handal.
- Keberadaan tim balap profesional sebagai tempat berkembangnya talenta.
- Akademi balap yang memberikan pelatihan teknis dan mental sejak dini.
- Pembinaan dari pabrikan besar seperti Honda dan Yamaha yang memainkan peran penting dalam mencetak pembalap berbakat.
- Dukungan sponsor dan industri yang menjaga keberlangsungan karier para pembalap, mengingat biaya balap yang sangat besar.
Tanpa salah satu elemen ini, pembalap akan sangat sulit untuk naik ke level dunia.

Investasi Motorsport dan Prestasi Atlet
Eddy menjelaskan bahwa investasi besar di sektor motorsport memiliki hubungan langsung dengan prestasi atlet. Banyak masyarakat, terutama netizen di media sosial, belum memahami bahwa kehadiran event internasional seperti MotoGP di Sirkuit Mandalika memberikan exposure global bagi pembalap Indonesia, sekaligus menarik sponsor dan memperkuat ekosistem.
Akibatnya, muncul persepsi bahwa pemerintah hanya “menumpang sukses” ketika pembalap meraih prestasi. Padahal, kenyataannya jauh lebih kompleks. Semua saling terhubung dalam satu ekosistem.
Dinamika media sosial juga turut memengaruhi cara publik memandang isu ini. Eddy menilai, budaya netizen yang cenderung lebih cepat menyebarkan kritik dibandingkan apresiasi membuat narasi yang berkembang sering kali tidak seimbang. Ketika pemerintah atau kementerian memberikan dukungan kepada pembalap, sebagian netizen justru menilai langkah tersebut terlambat atau sekadar pencitraan. Padahal, dukungan tersebut tetap memiliki peran penting dalam menyediakan fasilitas, regulasi, dan pembiayaan event.
Fenomena ini, menurut Eddy, bukan semata-mata bentuk penolakan, melainkan cerminan dari kurangnya pemahaman terhadap ekosistem motorsport yang kompleks, ditambah dengan karakter media sosial yang cenderung mengedepankan kontroversi.
Eddy menegaskan bahwa investasi besar seperti pembangunan Sirkuit Mandalika dan penyelenggaraan MotoGP serta Asia Road Racing Championship (ARRC) harus dilihat sebagai fondasi jangka panjang. Infrastruktur, exposure global, serta keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci lahirnya lebih banyak pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level dunia.
“Kalau dilihat jangka pendek memang tidak selalu terlihat hasilnya. Tapi dalam jangka panjang, inilah yang akan melahirkan pembalap-pembalap Indonesia kelas dunia,” pungkas Eddy.
Dia menekankan pentingnya pemahaman yang sama antara pemerintah, pelaku motorsport, dan masyarakat bahwa membangun ekosistem motorsport yang melahirkan pembalap berprestasi di tingkat global melibatkan banyak pihak.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











