Gangguan Kesehatan Massal di Simokerto Surabaya
Puluhan warga Jalan Sido Kapasan, Kecamatan Simokerto, Surabaya, mengalami gangguan kesehatan yang diduga akibat keracunan makanan setelah menyantap bingkisan hajatan. Kejadian ini terjadi setelah mereka mengikuti acara pembacaan doa untuk seorang tetangga lanjut usia yang telah meninggal dunia.
Gejala yang Muncul
Para korban mengeluhkan gangguan pencernaan seperti diare dan nyeri hampir sekujur tubuh. Beberapa di antaranya mengalami pusing dan kelelahan berlebihan hingga tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Gejala tersebut muncul secara bertahap, mulai dari Rabu (1/4/2026), atau sehari setelah mereka mengudap bingkisan makanan pada Selasa (31/03/2026) malam.
Beberapa warga mencoba pengobatan tradisional seperti minum air kelapa, namun kondisi mereka tidak kunjung membaik. Akhirnya, banyak dari mereka memutuskan untuk berobat ke fasilitas layanan kesehatan setempat.
Peran Warga dalam Acara Hajatan
Acara hajatan ini diselenggarakan oleh para warga sebagai bentuk solidaritas untuk membantu mengirimkan doa bagi tetangga yang tinggal sendiri di kosan. Proses masak makanan dan penyediaan bahan-bahan dilakukan secara swadaya oleh warga setempat.
“Semua warga bersama-sama membantu menyelenggarakan acara itu. Tidak ada yang menyangka akan terjadi hal seperti ini,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Penanganan oleh Pihak Berwajib
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan tersebut. Kompol Zainur Rofiq, Kapolsek Simokerto Polrestabes Surabaya, menyatakan bahwa sebanyak 26 orang melaporkan gangguan kesehatan. Empat di antaranya masih menjalani perawatan inap di tiga rumah sakit berbeda.
“Korban-korban tersebut dalam keadaan sadar dan sudah tertangani dengan baik,” ujar Zainur saat dihubungi.
Bingkisan makanan yang disebarkan dalam acara tersebut berasal dari acara pembacaan doa yang digelar pada malam hari. Para tamu dan warga sekitar yang tidak hadir dalam acara utama mendapatkan bingkisan tersebut.
Pengalaman Korban
Salah satu korban, Syamsuri, mengaku memakan habis semua bingkisan makanan. Ia hanya melanjutkan sisa makanan yang tidak dimakan oleh anaknya. Namun, keesokan harinya, ia mengalami diare dan nyeri pada tubuh serta pusing.
“Saya mencoba pengobatan pertama dengan air putih. Tapi kondisi saya semakin parah. Akhirnya, saya harus ke dokter,” ujar Syamsuri.
Sementara itu, Imron juga mengalami gejala serupa. Setelah mengudap bingkisan makanan, ia mengalami diare parah. Setelah meminum obat yang diresepkan, kondisinya mulai membaik.
Data Korban
Menurut laporan BPBD Kota Surabaya, jumlah korban tercatat sebanyak 15 orang, dengan tiga di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara 12 orang lainnya menjalani rawat jalan.
Linda Novanti, Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, menyebutkan bahwa empat orang korban dirujuk ke rumah sakit. Dua di antaranya dibawa ke RSUD dr Soewandhie, satu ke PHC, dan satu lagi ke RS Al Irsyad.
Penyelidikan Lanjutan
Polisi masih memeriksa pengurus RT dan RW guna mendalami insiden ini. Mereka juga sedang meminta keterangan dari beberapa warga yang menjadi korban.
“
“











