"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Wajib Tahu! 3 Kesalahan Umum dalam Pertolongan Pertama Demam


Tubuh yang tiba-tiba terasa panas bisa menjadi tanda awal dari kondisi yang dikenal sebagai demam. Awalnya hanya meriang sedikit, namun beberapa jam kemudian muncul gejala tambahan seperti kepala berat, kulit panas, dan rasa lemas yang membuat tubuh lebih nyaman untuk beristirahat. Demam adalah kondisi yang umum terjadi dan bisa dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Meski sering dianggap mengkhawatirkan, demam sebenarnya adalah cara tubuh melawan infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau peradangan tertentu. Namun, ketika seseorang mengalami demam, banyak orang cenderung melakukan berbagai tindakan tanpa mempertimbangkan dampaknya. Mulai dari menutup tubuh dengan selimut tebal hingga mengonsumsi obat penurun panas berkali-kali. Sayangnya, beberapa kebiasaan tersebut justru bisa memperburuk kondisi tubuh.

Jika tidak ditangani dengan benar, demam bisa bertahan lebih lama atau membuat tubuh semakin tidak nyaman. Oleh karena itu, penting untuk memahami mana tindakan yang tepat dan mana yang salah agar tubuh dapat pulih lebih cepat. Berikut ini adalah tiga kesalahan paling umum saat menghadapi demam beserta cara penanganan yang benar dan aman.

3 Kesalahan Pertolongan Pertama Saat Demam yang Harus Dihindari

  1. Menutup tubuh terlalu rapat hingga berkeringat banyak

    Banyak orang percaya bahwa demam bisa “dikeluarkan” lewat keringat. Akibatnya, tubuh dibungkus dengan selimut tebal, jaket, atau kaus kaki berlapis. Padahal, hal ini justru membuat suhu tubuh meningkat karena panas terperangkap di dalam. Akibatnya, demam akan sulit turun dan tubuh makin lemas.

  2. Mengompres dengan air dingin atau es batu

    Meskipun kompres es terasa menyejukkan, penggunaannya tidak dianjurkan saat demam. Air yang terlalu dingin dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit, sehingga panas tubuh tidak bisa keluar. Pada beberapa kasus, kompres es juga bisa memicu menggigil yang justru meningkatkan suhu tubuh lebih tinggi.

  3. Langsung minum obat penurun panas meski demam masih ringan

    Banyak orang mengonsumsi obat terlalu cepat padahal belum membutuhkannya. Demam ringan (sekitar 37,5–38°C) biasanya tidak memerlukan obat dan bisa turun dengan istirahat serta hidrasi yang cukup. Mengonsumsi obat terlalu dini atau terlalu sering bisa mengganggu kemampuan tubuh memberi sinyal alami saat kondisi memburuk.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun sebagian besar demam bisa ditangani di rumah, ada kondisi tertentu yang tidak boleh diabaikan. Jika demam disertai tanda berikut, segera periksa ke dokter atau IGD terdekat:

  • Suhu tubuh mencapai ≥39°C (105°F)
  • Demam tidak turun meski sudah minum obat penurun panas
  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari

Selain itu, segera periksa ke dokter bila demam muncul setelah kontak dengan orang yang sakit menular, disertai ruam, nyeri atau bengkak hebat di bagian tubuh tertentu, atau terjadi pada ibu hamil trimester pertama. Tindakan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Langkah Penanganan yang Benar dan Aman

Jika demam tergolong ringan, beberapa langkah perawatan mandiri di rumah dapat membantu tubuh lebih cepat pulih. Berikut ini adalah langkah-langkah yang direkomendasikan:

  • Cukup beristirahat, karena aktivitas berat bisa membuat tubuh lebih lelah dan suhu tubuh tetap tinggi. Istirahat memberi kesempatan tubuh fokus melawan infeksi.
  • Minum banyak cairan, utamanya air putih. Bisa juga lewat kaldu hangat, sup, atau jus untuk mencegah dehidrasi dan menggantikan cairan yang hilang saat berkeringat. Hindari minuman berkafein atau bersoda karena dapat mempercepat kehilangan cairan.
  • Pakai pakaian ringan dan nyaman, seperti baju tipis, longgar, dan menyerap keringat agar panas tubuh bisa keluar lebih mudah.
  • Atur suhu ruangan, pastikan kamar tetap sejuk dan nyaman. Gunakan selimut tipis jika tubuh menggigil, tetapi hindari menutup tubuh terlalu tebal.
  • Mandi atau kompres hangat, gunakan air hangat suam-suam kuku untuk membantu menurunkan suhu tubuh dengan lembut.
  • Obat penurun panas bila perlu, seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis dan petunjuk kemasan. Sesuaikan dengan kondisi tubuh, terutama pada anak-anak atau ibu hamil, dan konsultasikan dengan dokter jika ragu.

Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu tubuh merasa lebih nyaman dan mendukung proses pemulihan alami. Namun, jika demam tidak kunjung reda, suhu tubuh tinggi, atau muncul gejala serius seperti kejang, segera hubungi tenaga medis.

Demam memang sering menimbulkan rasa panik, tetapi pertolongan pertama yang tenang dan tepat jauh lebih bermanfaat dibandingkan tindakan terburu-buru yang salah arah. Dengan memahami kesalahan umum seperti memaksa tubuh berkeringat, menggunakan kompres es, atau langsung minum obat meski belum diperlukan, kita bisa memberi perawatan yang benar dan membantu tubuh pulih lebih cepat. Daripada melakukan hal tersebut, akan lebih baik jika kita memahami langkah sederhana seperti kompres hangat, hidrasi cukup, istirahat, dan pengawasan tanda bahaya. Dengan cara ini, demam bukan lagi situasi yang membingungkan, tetapi kondisi yang dapat ditangani dengan aman di rumah sembari memantau perkembangan kesehatan.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *