"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Foto Bersama Raffi Ahmad Jadi Sorotan, Ini Jejak dan Kontroversi Haji Isam

Raffi Ahmad dan Komentar Publik Terkait Kedekatan dengan Haji Isam

Artis sekaligus presenter ternama, Raffi Ahmad, baru-baru ini mengunggah foto bersama pengusaha ternama Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal dengan nama Haji Isam. Unggahan tersebut menarik perhatian publik dan memicu banyak respons di kolom komentar Instagram Raffi.

Haji Isam dikenal sebagai sosok penting di Kalimantan Selatan. Ia memiliki koneksi kuat dengan Jhonlin Group, sebuah konglomerasi bisnis yang bergerak di berbagai sektor seperti perkebunan kelapa sawit hingga tambang batu bara. Raffi dalam unggahannya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Haji Isam dan berharap ia diberi umur panjang serta keberkahan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas inspirasi dan kebaikan yang telah diberikan oleh pengusaha tersebut.

Namun, unggahan Raffi justru mendapat kritikan dari warganet. Banyak dari mereka menyuarakan kekhawatiran terkait isu lingkungan, khususnya pembabatan hutan di Papua. Beberapa komentar bahkan menyebut Haji Isam sebagai “pembabat hutan” dan menyindir tindakannya.

Jejak Haji Isam dan Kontroversinya

Presiden Prabowo Subianto pernah menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama kepada Haji Isam. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Haji Isam dalam perekonomian melalui berbagai lini bisnis yang menciptakan lapangan kerja.

Dalam prosesi penganugerahan, Presiden Prabowo tampak mengalungkan selempang tanda kehormatan dan menyematkan patra Bintang Mahaputera Utama di dada Haji Isam. Meski kini dikenal sebagai pengusaha besar, Haji Isam awalnya berasal dari Bone, Sulawesi Selatan. Ia adalah perantau yang sukses membangun usahanya dari bawah.

Perjalanan Haji Isam tidak selalu mulus. Sebelum menjadi pengusaha, ia sempat bekerja sebagai buruh di sektor perkayuan, tukang tebang, sopir angkutan, bahkan tukang ojek. Kesempatan masuk ke bisnis batu bara datang ketika ia bekerja di perusahaan milik seorang pengusaha asal Surabaya. Dari pengalaman itulah, ia mulai mengenal lebih jauh sektor pertambangan. Setelah keluar dari perusahaan tersebut, Haji Isam membangun usahanya sendiri, yang kemudian berkembang menjadi Jhonlin Group.

Gurita Bisnis Jhonlin Group

Di bawah bendera Jhonlin Group, Haji Isam mengembangkan sejumlah lini usaha. Mulai dari tambang batu bara lewat PT Jhonlin Baratama, bisnis transportasi laut melalui Jhonlin Marine and Shipping, hingga layanan penerbangan lewat Jhonlin Air Transport. Ia juga memiliki perusahaan penyewaan jet pribadi. Selain itu, Haji Isam merambah bisnis energi terbarukan dan agribisnis.

Perusahaan-perusahaan energi itu antaranya PT Jhonlin Agro Raya yang bergerak di bidang biodiesel, serta PT Prima Alam Gemilang (PAG) yang mengelola pabrik gula dan perkebunan tebu. Rumah besar Haji Isam di Batulicin, Kalimantan Selatan, kerap menjadi perhatian publik. Kediaman yang disebut-sebut berdiri di atas lahan seluas 20 hektar itu tampak megah di tepi jalan raya. Ia juga dikenal memiliki hobi off road dan berburu.

Kontroversi Haji Isam

Nama Haji Isam juga tidak lepas dari kontroversi. Mengutip pemberitaan Kontan, perusahaannya sempat disebut dalam persidangan kasus dugaan suap pajak yang melibatkan mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak. Dalam sidang Tipikor Jakarta pada 4 Oktober 2021, saksi Yulmanizar menyebut adanya permintaan dari pihak Jhonlin untuk mengondisikan nilai pajak PT Jhonlin Baratama menjadi Rp 10 miliar. Nama Haji Isam turut disebut dalam kesaksian tersebut.

Selain dunia bisnis, Haji Isam juga terlibat dalam politik. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Kedekatannya dengan pemerintah tampak ketika Presiden Joko Widodo rela datang untuk meresmikan pabrik biodiesel milik Jhonlin Group di Desa Sungai Dua, Kalimantan Selatan, pada Oktober 2021. Sebelumnya, Presiden Jokowi juga meresmikan pabrik gula dan perkebunan tebu milik Haji Isam lainnya, yakni PT Prima Alam Gemilang di Bombana, Sulawesi Tenggara.

Proyek pabrik gula tersebut sempat menuai kritik karena pemberian konsesi lahan dianggap menabrak tata ruang dan dinilai mulus berkat pengaruh Amran Sulaiman, Menteri Pertanian 2014–2019. Amran diketahui merupakan sepupu Haji Isam.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *