Penunjukan Sidiq Maulana Tualeka sebagai Manajer Baru Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya resmi menunjuk Sidiq Maulana Tualeka sebagai manajer baru untuk mengarungi putaran kedua Super League 2025/2026. Penunjukan ini menjadi momen penting bagi klub yang sedang memasuki fase krusial kompetisi. Dengan perubahan ini, Persebaya berharap mampu menjaga stabilitas dan meningkatkan performa di paruh kedua musim.
Sidiq Maulana Tualeka menggantikan posisi Yahya Alkatiri yang kini melanjutkan karier bersama Persis Solo. Meski terdengar baru, Sidiq bukan sosok asing bagi lingkungan Persebaya. Ia sebelumnya menjabat sebagai fans relation manager dan dikenal dekat dengan komunitas pendukung setia, Bonek. Kedekatan tersebut membuat promosi ini terasa istimewa bagi suporter Persebaya.
Banyak Bonek menilai Sidiq sebagai figur internal yang memahami denyut klub dan aspirasi suporter. Penunjukan ini datang di momen penting bagi Persebaya Surabaya, yang akan memulai putaran kedua dengan laga sarat gengsi melawan PSIM Yogyakarta. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, sore ini, Sabtu (25/1/2026).
Laga melawan PSIM menjadi ujian awal bagi manajemen baru Persebaya Surabaya di bawah pelatih baru Bernardo Tavares. Atmosfer panas dan tensi tinggi dipastikan mewarnai duel klasik tersebut. Di tengah persiapan tim, kabar penunjukan Sidiq Maulana Tualeka langsung menyita perhatian publik. Respons positif mengalir deras dari berbagai akun fanbase dan Bonek di media sosial.
Beberapa fanbase menulis dukungan terbuka atas penunjukan tersebut. “Persebaya menunjuk Sidiq Maulana Tualeka sebagai manager tim Persebaya yang baru. Selamat mas Alek naik jabatan!” tulis fanbase Bonek @persebayafans.27. Ucapan selamat itu diikuti harapan besar agar Sidiq mampu menjalankan amanah dengan baik. “Semoga amanah cak lex,” ujar salah satu Bonek.
Doa dan dukungan juga disampaikan dalam bahasa khas Jawa Timuran yang sarat makna. “mugo2 iso menjembatani karep e bonek ke managemen,,,secara profesional,,,semangat cak alex,” ujar salah satu Bonek. Banyak suporter menilai Sidiq memahami betul karakter dan keinginan Bonek. “Pastine alek ngerti pengen e bonek,” ujar salah satu Bonek.
Optimisme lain datang dari keyakinan Sidiq memiliki jiwa Bonek sejati. “Jiwane bonek alex paham betul. Semoga sukses cak alex,” ujar salah satu Bonek. Ada pula ekspresi spontan yang menunjukkan antusiasme tinggi. “Ngeriii mas alekkk,” ujar salah satu Bonek.
Respons tersebut mencerminkan besarnya harapan suporter terhadap manajer baru Persebaya Surabaya. Posisi manajer dinilai strategis dalam menjaga harmonisasi antara tim, manajemen, dan pendukung. Sebagai mantan fans relation manajer, Sidiq dinilai memiliki modal komunikasi yang kuat. Pengalaman itu diharapkan membantu Persebaya Surabaya menghadapi dinamika kompetisi putaran kedua.
Persebaya Surabaya sendiri membutuhkan stabilitas internal untuk bersaing di papan atas. Putaran kedua sering kali menjadi fase penentuan dalam perburuan target musim. Pergantian manajer dari Yahya Alkatiri ke Sidiq Maulana Tualeka juga menandai transisi kepemimpinan. Yahya Alkatiri kini fokus menjalankan tugas barunya bersama Persis Solo.
Dengan struktur manajemen baru, Persebaya Surabaya berharap mampu menjaga konsistensi performa. Dukungan penuh Bonek menjadi energi tambahan bagi tim kebanggaan Kota Pahlawan. Penunjukan Sidiq Maulana Tualeka juga menunjukkan kepercayaan klub pada kader internal. Langkah ini mempertegas komitmen Persebaya Surabaya membangun tim secara berkelanjutan.
Kini sorotan tertuju pada debut Sidiq sebagai manajer Persebaya Surabaya. Hasil laga melawan PSIM Jogja menjadi awal penilaian publik terhadap era barunya. Apa pun hasilnya, Bonek sudah menyatakan sikap mendukung. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi Sidiq Maulana Tualeka untuk menjalankan tugas berat di putaran kedua Super League 2025/2026.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."








