
Gisella Anastasia terlibat dalam film berjudul Balas Budi. Dalam film yang disutradarai oleh Reka Wijaya, Gisel memainkan peran sebagai Thalita, seorang perempuan yang menjadi korban penipuan asmara (love scamming) yang dilakukan oleh karakter Budi (diperankan Yoshi Sudarso). Film ini menampilkan kisah empat perempuan yang berusaha membalas dendam terhadap pria yang telah menipu mereka.
Saat berkunjung ke sebuah acara, Gisella Anastasia menceritakan tentang perannya di film tersebut. Ia menjelaskan bahwa karakter Thalita bekerja sama dengan beberapa perempuan lain yang juga menjadi korban dari penipuan Budi. Menurut Gisel, ada tiga perempuan lain yang ikut serta dalam kisah ini. Mereka adalah Alma (diperankan Michelle Ziudith), Ayu (diperankan Niken Anjani), dan Uli (diperankan Givina). Keempatnya bersatu untuk melawan Budi.
“Jadi, ada aku dan tiga cewek yang lain nih, yang diperanin sama Michelle Ziudith sebagai Alma, Niken Anjani sebagai Ayu anaknya Bu Lastri yang diperankan Mbak Asri Welas, terus ada Givina sebagai Uli. Aku sebagai Thalita. Ini kita bersatu padu mau ngebalas Budi,” ujar Gisel beberapa waktu lalu.
Menurut Gisel, film Balas Budi mencoba mengangkat fenomena yang sering terjadi di masyarakat. Ia menyebutkan bahwa banyak orang yang menjadi korban love scamming. Lewat film ini, mantan istri Gading Marten berharap para penonton bisa belajar dari kisah ini agar lebih waspada terhadap pelaku-pelaku penipuan seperti Budi.
“Love scamming sedang marak, ya, kayaknya ya. Mau ke cewek mau ke cowok lagi banyak kayaknya sekarang. Jadi semoga semuanya lebih aware ceritanya gitu,” ujar Gisel.
Ia menambahkan bahwa tidak semua hubungan yang gagal itu biasa saja. “Kalau orang cuma dikecewakan mungkin biasa aja ya, namanya juga hubungan kadang-kadang ujungnya namanya manusia mengecewakan. Tapi kalau Love Scamming itu berarti sudah jadi sindikat. Udah ditargetin,” tambahnya.
Pengalaman Gisella Anastasia Hampir Ketemu Cowok Red Flag

Dalam kesempatan tersebut, Gisella Anastasia juga bercerita tentang pengalamannya hampir bertemu dengan cowok red flag. Meski tidak persis seperti karakter Budi, ia mengaku pernah hampir terjebak dalam situasi serupa.
“Kalau yang persis-persis Budi, yang terang-terangan di awal begitu… belum sih. Tapi hampir… ya ada-ada aja. Ada banget. Apalagi kayak emang biasa, ya, perempuan kalau bisa kerja gitu ya, ngerasa kuat gitu berdiri sendiri, terus juga mungkin pernah dengan segala masa lalunya tuh ngerasa gampang iba,” katanya.
Namun, Gisel mengaku bisa membaca gelagat buruk sejak awal. Ia menilai bahwa tanda-tanda yang paling mudah dikenali adalah ketika seseorang tidak segan meminta bantuan finansial.
“Karena kan gimana pun perempuan tuh yang emang dilindungin, emang laki-laki tuh mem-provide. Itu mesti jelas batasannya. Ya disesuaikan aja ya berarti,” ujarnya.
Gisel juga mengimbau agar setiap orang lebih teliti dalam memilih pasangan hidup. Ia menyoroti perkembangan media digital yang memudahkan orang untuk mengidentifikasi seseorang sebelum memutuskan untuk saling mengenal lebih dekat.
“Di media zaman sekarang, digital media tuh gampang. Orang dari aplikasi, ya kan? Enggak harus ketemu dulu kayak gitu-gitu,” tutup Gisel.
Film ini mengikuti perjalanan Alma (Michelle Ziudith), seorang perempuan yang hidupnya hancur setelah menjadi korban penipuan oleh Budi yang diperankan Yoshi Sudarso, sosok pria karismatik yang ternyata merupakan penipu ulung. Budi dikenal lihai memanipulasi identitas. Ia bisa tampil sebagai pangeran impian, koki ternama berdarah Prancis, hingga pengusaha sukses, demi menguras harta para korbannya. Aksi penipuannya bahkan disebut mencapai nilai miliaran rupiah, meninggalkan luka emosional dan finansial yang mendalam.
Alih-alih terus terpuruk, Alma memilih bangkit. Ia mencetuskan sebuah rencana yang ia sebut “Misi Balas Budi”. Dalam misinya, Alma tidak sendirian. Ia bertemu dengan Ayu (Niken Anjani), Uli (Givina), dan Thalita (Gisella Anastasia), tiga perempuan lain yang ternyata memiliki pengalaman pahit serupa dengan Budi. Keempat perempuan ini kemudian membentuk aliansi tak terduga. Mereka melakukan pengintaian, mengumpulkan bukti, hingga menyusun strategi untuk menjebak Budi dalam permainannya sendiri, sebelum jatuh korban-korban baru.
Bagaimana perjalanan mereka membalas Budi? Film Balas Budi tayang di bioskop Tanah Air mulai 5 Februari mendatang.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











