Persebaya Surabaya menghadapi pertandingan yang mengecewakan dalam laga melawan Dewa United di pekan ke-19 Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu malam, tim berjuluk Green Force harus puas dengan hasil imbang 1-1. Hal ini menjadi sorotan utama bagi pelatih Bernardo Tavares yang mengkritik lambatnya aliran bola dan kurang efektifnya serangan.
Tavares tidak menyembunyikan kekecewaannya atas kehilangan peluang emas untuk meraih kemenangan di kandang sendiri. Meskipun unggul jumlah pemain sejak awal babak kedua, Persebaya gagal memaksimalkan keunggulan tersebut menjadi kemenangan penuh.
“Kami hanya meraih satu poin dan kehilangan dua poin di rumah. Ini artinya kami harus bekerja lebih keras lagi,” ujarnya setelah pertandingan.
Menurut Tavares, kegagalan Persebaya Surabaya terletak pada sirkulasi bola yang lambat di babak kedua. Situasi ini memberi keuntungan besar bagi Dewa United yang memilih bermain lebih bertahan setelah kehilangan satu pemain.
“Meski unggul jumlah pemain, kami tidak cukup pintar memindahkan bola dengan cepat. Sekarang kita bisa mengirim email lebih cepat, tetapi pemain justru berlari membawa bola seperti tukang pos,” sindirnya.
Sindiran tersebut mencerminkan frustrasi Tavares melihat ritme permainan yang menurun drastis. Bola terlalu lama dikuasai individu sehingga ritme serangan mudah terbaca lawan. Akibatnya, lini belakang Dewa United punya waktu cukup untuk menutup ruang dan mematahkan serangan.
Pada babak pertama, Persebaya Surabaya tampil lebih agresif dengan kombinasi umpan pendek dan pergerakan tanpa bola. Intensitas tersebut membuat pertahanan Dewa United beberapa kali terlihat goyah. Namun, di babak kedua, aliran bola kembali melambat dan terlalu sering berhenti di kaki pemain.
Berikut adalah beberapa strategi yang dilakukan oleh Tavares selama pertandingan:
- Pada babak kedua, ia langsung melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Rachmat Irianto dan Pedro Matos untuk menambah daya gedor, menggantikan Milos Raickovic dan Toni Firmansyah.
- Pergantian tersebut diharapkan memberi energi baru di lini tengah dan lini serang. Persebaya Surabaya mencoba meningkatkan tekanan sejak menit awal babak kedua.
- Dalam 15 menit pertama, gelombang serangan terus dilancarkan ke area pertahanan Dewa United. Namun, belum ada ancaman serius yang benar-benar menguji kiper Sonny Stevens.
Di akhir pertandingan, Persebaya Surabaya sempat memiliki peluang emas saat Mihailo Perovic menanduk bola ke gawang Dewa United. Sayangnya, gol tersebut dianulir karena adanya pelanggaran yang terjadi lebih dulu.
Hasil imbang ini membuat Persebaya Surabaya naik ke posisi lima klasemen sementara Super League 2025/2026. Tim berjuluk Green Force kini mengoleksi 32 poin dari 19 pertandingan.
Meski naik peringkat, Tavares menegaskan evaluasi besar harus segera dilakukan. Ia menilai kecepatan berpikir dan eksekusi pemain menjadi pekerjaan rumah utama.
Lambatnya aliran bola Persebaya Surabaya menjadi alarm serius di tengah persaingan ketat Super League musim ini. Jika masalah tersebut tak segera dibenahi, keunggulan situasional seperti jumlah pemain berpotensi kembali terbuang sia-sia.
Bernardo Tavares berharap para pemain bisa belajar dari laga ini. Ia ingin Persebaya Surabaya kembali tampil dinamis, agresif, dan efisien seperti yang ditunjukkan pada babak pertama.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











