"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

400 Ribu Lansia dan Disabilitas Siap Dapat MBG, Kemensos Siapkan Pengasuh

Kementerian Sosial dan BGN Kolaborasi untuk Program Makan Bergizi Gratis

Kementerian Sosial (Kemensos) terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam upaya memberikan makan bergizi gratis (MBG) kepada lansia dan penyandang disabilitas. Pada tahap awal, sebanyak 400 ribu lansia dan penyandang disabilitas akan menjadi penerima manfaat dari program ini.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan BGN untuk penyaluran MBG kepada lansia dan penyandang disabilitas. Rencananya, pada tahap awal, sebanyak 300 ribu hingga 400 ribu lansia dan penyandang disabilitas akan mendapatkan MBG tahun ini.

“Kan sudah itu untuk anak-anak sekolah, sudah itu untuk ibu hamil segala macam. Ini nanti yang untuk lansia dan penyandang disabilitas, dilayani oleh SPPG-SPPG terdekat nanti,” ujarnya.



Mensos Saifullah Yusuf alias Gus Ipul Berdialog dengan Siswa SRMA 14 Bandung Barat, Jumat (28/11/2025). – (Ferry Bangkit)

Menurut Gus Ipul, saat ini Kemensos sedang melakukan pendataan terkait sasaran lansia dan penyandang disabilitas yang akan mendapatkan MBG. Pendataan ini dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah. Adapun kriteria yang digunakan antara lain:

  • Untuk lansia, salah satu kriterianya adalah mereka berusia di atas 75 tahun. Selain itu, lansia yang diprioritaskan adalah mereka yang tinggal sendiri.
  • Untuk penyandang disabilitas, prioritas diberikan kepada mereka yang memiliki kategori disabilitas berat. Tidak ada batasan usia untuk penyandang disabilitas.

MBG khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas tersebut akan dibuat di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Menurut Gus Ipul, akan ada pengasuh atau caregiver dari Kemensos yang ditugaskan untuk mengantarkan MBG ke rumah masing-masing penerima manfaat, khususnya untuk lansia.

“Kenapa caregiver? Karena kita memang membutuhkan itu, lansia-lansia itu kan kadang perlu perawatan, perlu pengasuhan. Nah di situ kita harapkan orang-orang yang terlatih nanti yang mengantarkan itu,” kata dia.

Anggaran dan Menu Makanan

Anggaran MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas sepenuhnya berasal dari BGN. Gus Ipul menjelaskan bahwa Kemensos akan membantu kebutuhan anggaran bagi para pengasuh yang bertugas mengantarkan makanan tersebut kepada penerima manfaat.

“Ikalau untuk caregiver-nya lewat Kemensos, caregiver-nya,” ujar dia.

Terkait menu makanan yang diberikan, Gus Ipul menyatakan bahwa hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan SPPG. Meski demikian, dia memastikan bahwa menu yang disajikan akan disesuaikan dengan kebutuhan lansia atau penyandang disabilitas.

“Makanya itu semua harus ukurannya gizi ya, gizi untuk lansia itu tentu berbeda ya,” kata dia.

Distribusi Makanan

Terkait distribusi, kemungkinan MBG akan diberikan satu kali dalam sehari untuk para lansia dan penyandang disabilitas. Gus Ipul menyatakan bahwa hal ini masih dalam pembahasan dengan BGN.

“Sekali (sehari) mungkin, sementara sekali. Selama ini kita dua kali ya, tapi ini masih dibicarakan lah. Apakah nanti tetap dua kali, tapi dengan porsi yang seperti apa, ini lagi kita bicarakan,” ujarnya.

Program yang Sudah Berjalan

Kemensos telah memberikan makanan gratis untuk lansia dan penyandang disabilitas. Setidaknya, terdapat 100 ribu lansia dan 36 ribu penyandang disabilitas yang menjadi penerima manfaat dari program yang telah dijalankan Kemensos.

Melalui Kemensos, para lansia dan penyandang disabilitas sebenarnya sudah mendapatkan jatah dua kali makan dengan menu seharga Rp 15 ribu sekali makan atau Rp 30 ribu untuk sehari. Namun, program itu akan dilanjutkan melalui BGN yang melaksanakan program MBG.

Gus Ipul memastikan bahwa tidak akan ada perbedaan signifikan setelah pemberian makan kepada lansia dan penyandang disabilitas itu diambil alih oleh BGN. Justru, sasaran penerima manfaat dari program itu akan lebih banyak.

“Ini mungkin untuk supaya menjadi bagian dari program ya, menjadi program satu saja lewat MBG atau lewat kami nanti sama aja. Enggak ada bedanya,” kata Gus Ipul.

Ihwal jatah makanan yang kemungkinan jadi satu kali dalam sehari, ia menilai, hal itu masih akan dikoordinasikan dengan BGN. Apalagi, pendistribusian MBG melalui BGN itu bisa lebih rendah indeksnya, sehingga memungkinkan agar lansia dan penyandang disabilitas tetap diberikan dua kali sehari.

“Kita lihat aja, ini lagi didiskusikan,” kata dia.



Petugas menunjukkan sampel makanan yang ditarik dari sekolah penerima manfaat pascainsiden keracunan masal di Satuan Peleyanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Moyoketen, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (20/1/2026). Pemeriksaan dilakukan menyusul dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan ratusan pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu mengalami diare. – (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *