"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Semarang Bercahaya Menuju Emisi Nol di 2060, Ekosistem Kendaraan Listrik Jadi Kunci

Komitmen Semarang Menuju Net Zero Emission 2060

Target Net Zero Emission pada tahun 2060 menjadi fokus utama bagi berbagai pihak, termasuk PT PLN (Persero) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Kedua institusi ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program tersebut. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah rangkaian kegiatan Semarang Bersinar, sebuah kampanye kolaboratif yang bertujuan mendorong pariwisata rendah emisi melalui edukasi publik, sinergi lintas sektor, serta akselerasi penggunaan transportasi berbasis listrik.

Hari pertama dari kegiatan Semarang Bersinar diawali dengan forum edukasi dan sosialisasi yang digelar di Aula Balai Kota Semarang pada Sabtu (14/2). Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, BUMN, asosiasi pariwisata, pelaku industri, serta komunitas. Para narasumber menyampaikan langkah-langkah nyata untuk mewujudkan wisata nir emisi, mulai dari kebijakan, kesiapan infrastruktur, hingga penerapan praktik hijau di sektor transportasi kota.

Manajer PLN UP3 Semarang, Ricki Yakop, menjelaskan bahwa tantangan dalam mengatasi pencemaran udara semakin kompleks, terutama karena meningkatnya mobilitas wisata dan aktivitas ekonomi. Ia menekankan bahwa emisi karbon mobil listrik hanya separuh dari kendaraan dengan mesin internal combustion engine (ICE). Selain itu, emisi mobil listrik lebih bersih 2,4 kali dibandingkan ICE.

PLN saat ini juga menjadi salah satu pionir dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Perusahaan ini ditugaskan untuk menyediakan infrastruktur pengisian listrik bagi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Dalam program Semarang Bersinar, kendaraan motor listrik akan menjadi bagian penting dari inisiatif ini. PLN siap mendukung fasilitas SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

Secara bertahap, PLN sedang membangun SPKLU di beberapa titik di Kota Semarang. Saat ini sudah ada 22 mesin yang tersebar di rest area, hotel, dan kantor PLN. Ke depan, jumlah SPKLU akan terus ditingkatkan.

Kendaraan Listrik Pemkot Semarang

Kepala Bidang Lalulintas Dishub Kota Semarang, Mulyadi, menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik turut membantu menyukseskan program Net Zero Emission. Menurutnya, kendaraan listrik memiliki keuntungan signifikan dalam hal ramah lingkungan.

“Jika menggunakan kendaraan listrik, jelas zero carbon,” ujar Mulyadi. Pemkot Semarang berupaya membangun green transportation dalam layanan moda transportasi masal di beberapa koridor bus Trans Semarang. Pemkot telah melakukan uji coba dua bus listrik di Koridor 1. Rencananya, sebanyak 27 unit bus akan digunakan di Koridor 1 pada pertengahan 2026.

Ujicoba lainnya juga dilakukan di Koridor 4. Dengan demikian, diharapkan semua moda transportasi di Semarang akan beralih ke kendaraan listrik. Secara keseluruhan, pengembangan ini akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh.

Saat ini, BRT Trans Semarang rata-rata bisa mengangkut penumpang sebanyak 33.000 orang per hari. Jika dikonversi ke kendaraan bermotor, dampak karbon akan sangat besar. Namun, dengan adanya moda transportasi massal berbasis listrik, dampak karbon dapat diminimalkan secara signifikan.

Strategi untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik atau kendaraan rendah emisi terus dilakukan. Pemkot melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan agar masyarakat dapat menerima perubahan sistem bertransportasi tersebut. Salah satunya melalui rangkaian Semarang Bersinar.

Upaya Masyarakat dalam Mendukung Net Zero Emission

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Semarang, Glory Nasarani, menambahkan bahwa dalam mewujudkan zero emission, beberapa komponen perlu diperhatikan, seperti limbah, sampah, dan emisi kendaraan. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan lingkungan yang sifatnya mengurangi emisi.

“Sedikit demi sedikit kita ajak masyarakat untuk mulai mengolah sampah dari rumah dan melakukan kegiatan lingkungan terkait emisi,” katanya.

Sementara itu, CEO Dhimas Ginanjar menyampaikan bahwa peminat mobil listrik mulai mengalami peningkatan pesat. Insentif dari pemerintah membuat harga mobil listrik lebih terjangkau. Menurut data GAIKINDO, pangsa mobil listrik mencapai 5 persen dari total penjualan pada 2024, naik menjadi 11,6–12,9 persen pada 2025.

Insentif tersebut menjadikan harga kendaraan lebih terjangkau, dengan penurunan sekitar Rp 50–80 juta per unit tergantung model. Hal ini membuat perilaku konsumen berubah, dari EV dianggap mahal dan tidak praktis menjadi kendaran utama yang dipertimbangkan. Ekosistem bisnis transportasi maupun turunannya ikut berkembang.

Parade Mobil Listrik di Semarang Bersinar

PLN pun mengimbanginya dengan pembangunan infrastruktur SPKLU. Awalnya, pada 2021 hanya ada 21 unit SPKLU. Pada 2024, jumlahnya meningkat 299% menjadi 3.233 unit di 2.192 lokasi. Pada akhir 2025, jumlah SPKLU diperkirakan mencapai 4.655 unit, atau naik 44% dibanding 2024.

Industri dan investasi baru tumbuh, seperti pusat produksi kendaraan listrik, industri baterai, dan rantai pasok komponen. Dengan demikian, ekosistem transportasi listrik semakin berkembang.

Hari kedua pelaksanaan Semarang Bersinar pada Minggu (15/2) merupakan movement campaign yang diadakan di Taman Garuda Kota Lama dan Titik Nol Kota Semarang. Acara ini dimeriahkan oleh Parade Mobil Listrik yang diikuti oleh bis listrik Dinas Perhubungan Semarang serta kendaraan listrik lainnya.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *