Komitmen Generali Indonesia dalam Mendukung Nasabah
Generali Indonesia terus menegaskan komitmennya untuk mendampingi nasabah di tengah tantangan yang dihadapi, khususnya melalui realisasi pembayaran klaim secara nyata. Salah satu contoh nyata adalah pengalaman Bapak Bintoro, seorang nasabah yang didiagnosis menderita penyakit hati kronis (chronic liver disease).
Sejak 2019, Pak Bintoro harus menjalani berbagai perawatan intensif untuk mempertahankan fungsi organ hatinya. Kondisi kesehatannya yang semakin memburuk memaksa ia untuk menjalani transplantasi hati pada tahun 2025 sebagai langkah terakhir untuk menyelamatkan hidupnya.
Proses pengobatan yang panjang dan kompleks, serta biaya yang sangat besar, menjadi tantangan yang tidak mudah bagi Pak Bintoro dan keluarganya. Di tengah situasi ini, perlindungan asuransi dari Generali hadir memberikan kepastian dan ketenangan. Selama masa perawatan hingga tindakan transplantasi, total manfaat klaim yang dibayarkan mencapai lebih dari Rp5,8 miliar.
Dukungan ini tidak hanya membantu meringankan beban biaya medis, tetapi juga memberi rasa aman sehingga Pak Bintoro dapat fokus pada pemulihan dan memulai lembaran hidup baru. “Menghadapi penyakit hati kronis bukan perjalanan yang mudah. Sejak perawatan hingga transplantasi, Generali selalu hadir memastikan saya terlindungi. Dukungan ini membuat kami tidak merasa sendirian,” ujarnya.
Generali Indonesia menegaskan komitmen Deliver on The Promise melalui pembayaran lebih dari 273.000 klaim dengan nilai di atas Rp1,3 triliun sepanjang 2025. Nilai total klaim ini mencakup klaim manfaat meninggal dunia, klaim manfaat kesehatan, dan klaim manfaat penyakit kritis. Kenaikan total klaim sebesar +4,3 persen (yoy) didorong oleh klaim kesehatan yang naik +8,7 persen (yoy) dan mendominasi 83 persen dari total pembayaran.
“Di saat yang sama, klaim meninggal dunia dan klaim penyakit kritis mencatat penurunan masing-masing –11,1 persen (yoy) dan –51,7 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Director & Chief Agency Officer Generali Indonesia, Jutany Japit.
Komitmen pembayaran klaim Generali Indonesia menunjukkan pelayanan yang stabil dan fokus pada kebutuhan pemegang polis. Saat industri mengalami fluktuasi klaim, Generali Indonesia justru menunjukkan tren kesehatan portofolio yang lebih baik. Untuk klaim kesehatan, Generali Indonesia selaras dengan tren biaya medis yang meningkat, klaim kesehatan tumbuh +8,7 persen yoy dan menjadi porsi 83 persen dari total klaim.
Di industri, volume menurun tetapi biaya per penerima naik tajam. Sedangkan untuk klaim meninggal dunia dan penyakit kritis, ketika industri mencatat kenaikan klaim meninggal dunia, Generali Indonesia justru menurun (–11,1 persen yoy) dan penyakit kritis turun drastis (–51,7 persen yoy), mencerminkan kualitas portofolio serta disiplin underwriting dan manajemen risiko.
Sesuai hasil riset terbaru ‘Indonesia Health Benefits Study (IHBS)’ yang dilakukan oleh Mercer Marsh Benefits (MMB) Indonesia, tren medis Indonesia telah melampaui inflasi umum dan di Asia. Inflasi global secara umum sebesar 11,1 persen, tren medis rata-rata di Asia 12,5 persen, sedangkan tren medis di Indonesia diperkirakan mencapai 17,8 persen pada tahun 2026.
Meski tren medis masih tinggi, Generali Indonesia terus berkomitmen menempatkan nasabah pada prioritas utama. “Kami bangga menjadi bagian dari proses pemulihan nasabah. Setiap klaim bukan sekadar angka, melainkan kehidupan yang kembali sehat dan keluarga yang kembali terlindungi,” tuturnya.
Di tengah biaya medis yang naik, proteksi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Kami terus berinovasi agar nasabah selalu merasa aman, kapan pun dan di mana pun, menuju visi sebagai lifetime partner.
Memasuki 2026 ini, Generali Indonesia terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya proteksi asuransi di tengah tantangan kenaikan biaya medis. Untuk kemudahan memiliki perlindungan, Generali Indonesia menghadirkan digital customer journey, mulai dari pengajuan polis, penerbitan polis, hingga proses layanan pasca pembelian seperti klaim dan transaksi.
Konsultasi dengan financial consultant dan pengajuan polis dapat dilakukan dengan aplikasi iPropose, dan setelah menjadi nasabah, aplikasi Gen iClick memfasilitasi akses informasi dan transaksi polis, mengajukan online claim, bahkan memberikan akses kesehatan telemedicine dan tebus obat online, serta berbagai fitur-fitur lainnya.
Yang terbaru, Generali Indonesia menghadirkan layanan GEN QuickDischarge sebuah layanan unggulan yang memungkinkan nasabah untuk pulang lebih cepat dari rumah sakit setelah menjalani rawat inap. Melalui layanan ini, setelah dokter memberikan konfirmasi kepulangan kepada bagian administrasi, nasabah dapat langsung meninggalkan rumah sakit tanpa perlu menunggu proses verifikasi biaya, bahkan dalam waktu kurang dari 10 menit*.
Didukung kekuatan Generali Grup dengan jangkauan di lebih 50 negara dan berpengalaman selama hampir 200 tahun, saat ini Generali Indonesia dipercaya oleh lebih dari 400.000 nasabah di seluruh Indonesia, termasuk nasabah individu dan korporat dalam menyediakan proteksi jiwa, kesehatan, penyakit kritis, dan perencanaan dana pensiun.











