Daejeon JungKwanJang Red Sparks terus menghadapi tekanan berat setelah tidak mampu meraih kemenangan dalam Liga Voli Korea musim 2025-2026. Tim ini menerima kekalahan beruntun yang ke-11 setelah bertandang ke markas Gwangju AI Peppers Savings Bank pada Rabu (18/2/2026). Mereka kalah dalam pertandingan lima set dengan skor 2-3 (17-25, 19-25, 25-21, 25-22, 5-15) di Yeomju Gymnasium, Gwangju, Korea Selatan.
Hasil tersebut membuat Red Sparks akan mengakhiri musim di posisi ketujuh atau juru kunci meskipun masih tersisa satu putaran di babak reguler Liga Voli Korea. Tim yang dilatih oleh Ko Hee-jin sudah tertinggal 18 poin dan 7 kemenangan dari AI Peppers yang berada di peringkat keenam. Meskipun secara matematis bisa menyamai poin AI Peppers, Red Sparks tetap menjadi juru kunci karena tidak mampu menyaingi catatan kemenangannya.
AI Peppers berhasil mengakhiri status tim juru kunci setelah selama beberapa musim terakhir selalu mengalami hal serupa sejak musim perdana mereka di Liga Voli Korea pada 2021-2022. Sementara itu, Red Sparks kembali menderita status sebagai tim terburuk di Liga Voli Korea sejak terakhir kali mereka mengalaminya pada musim 2018-2019.
Sebelumnya, musim lalu Red Sparks tampil sangat kuat hingga melaju ke final dan memaksa pertandingan perebutan gelar berlangsung hingga lima leg penuh. Namun, kini pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, tidak memiliki banyak alasan untuk membela timnya karena belum mampu memberikan kemenangan lagi.
Red Sparks hanya meraih satu kemenangan pada tahun 2026. Musim ini, mereka baru mencatat 6 kemenangan dan 26 kekalahan. Kemenangan terakhir mereka terjadi saat mengalahkan Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass dengan skor 3-0 (25-21, 25-16, 25-19) pada 1 Januari 2026. Kekalahan kemarin menjadi kekalahan ke-11 secara beruntun bagi Red Sparks, yang jauh berbeda dari musim lalu ketika mereka mencatat rekor klub dengan 13 kemenangan beruntun.
“Para pemain kami harus berusaha semaksimal mungkin dalam segala hal yang mereka bisa,” kata Ko Hee-jin setelah pertandingan. “Kami ingin segera mempersembahkan kemenangan kepada para penggemar kami,” tambah pelatih berusia 45 tahun itu.
Ko Hee-jin juga terdampak oleh rentetan hasil buruk musim ini. Sebelumnya, ia mendapat perpanjangan kontrak karena membawa tim ke babak playoff dan final dalam dua musim sebelumnya. Namun, kini ia didesak oleh para penggemar untuk mundur.
Megawati Hangestri Pertiwi, sebagai opposite andalan skuad Red Force, disebut-sebut kembali. Kebangkitan Red Sparks dari keterpurukan setelah dua musim gemilang tidak terlepas dari langkah Ko Hee-jin memilih Megawati dalam draft kuota Asia. Megawati musim lalu tampil impresif dengan menjadi pencetak poin terbanyak ketiga dan paling tinggi dalam rasio serangan sukses.
Namun, Megawati bukan satu-satunya masalah. Red Sparks sedang dalam situasi sulit musim ini karena kehilangan lebih dari separuh pemain inti mereka musim lalu. Megawati dan tandem hitter asingnya, Vanja Bukilic, menolak perpanjangan kontrak maupun mengikuti try out pemain asing tahun ini. Lalu, outside hitter senior, Pyo Seung-ju, pensiun setelah negosiasi yang buntu untuk kontraknya yang berakhir musim lalu.
Tidak cukup sampai di situ, Red Sparks kehilangan setter andalan sekaligus kapten, Yeum Hye-seon, yang masih terdampak pemulihan cedera lutut dari playoff dan final musim lalu. Yeum nyaris tak terlihat pada paruh musim pertama liga. Saat dia kembali, giliran middle blocker utama, Jung Ho-young, yang cedera hingga akhir musim.
Red Sparks juga gagal memanfaatkan pengganti Megawati, Wipawee Srithong. Juara Liga Korea bareng Hyundai Hillstate dilepas tanpa pernah bertanding karena cedera. Kini, Megawati digadang-gadang kembali ke Korea. Tantangan bagi Red Sparks, kemungkinan bukan cuma mereka yang mengejar tanda tangannya.
Musim depan aturan perekrutan pemain kuota Asia berubah dengan sistem bebas agen. Klub bisa langsung bernegosiasi dengan pemain pilihannya tanpa harus terbatasi sistem undian di draft dan keharusan memilih dari daftar try out saja.
“Untuk musim 2026-2027, pemilihan pemain kuota Asia berubah menjadi sistem bebas agen,” tulis Yonhap News Agency dalam pemberitaannya. “Klub (Red Sparks) menaruh harapan pada kembalinya ‘superstar’ Mega, yang mana mereka jaga hubungan baiknya.”
“Namun, masa depan Mega masih belum pasti, sehingga sulit bagi JungKwanJang untuk menjamin kebangkitan musim depan.”
“Menambah runyam masalahnya, seruan untuk pengunduran diri pelatih Ko Hee-jin semakin meningkat pada forum komunitas voli di Korea Selatan.”
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











