"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Septian Fernando, Atlet Renang SMAN 3 Bandar Lampung Pemenang Berkali-kali

Septian Fernando: Atlet Renang Muda dengan Mimpi Besar

Septian Fernando, seorang remaja berusia 15 tahun asal Bandar Lampung, dikenal sebagai atlet renang yang memiliki prestasi luar biasa. Ia adalah siswa kelas 10 SMA Negeri 3 Bandar Lampung yang telah meraih berbagai juara dalam berbagai kompetisi renang nasional.

Prestasi yang Menggembirakan

Pada tahun 2025 hingga 2026, Septian Fernando telah memperoleh banyak prestasi di berbagai ajang renang. Beberapa dari prestasi tersebut antara lain:

  • KAPOLDA CUP (28–29 Juni 2025)
  • Juara 1 – 400 M Gaya Bebas KU 1 Putra
  • Juara 1 – 200 M Gaya Punggung KU 1 Putra
  • Juara 3 – 100 M Gaya Bebas KU 1 Putra
  • Juara 1 – 50 M Gaya Punggung KU 1 Putra

  • Kejurda Lampung Antar Perkumpulan dan Pelajar se-Provinsi Lampung (3–5 Oktober 2025)

  • Juara 1 – 200 M Gaya Bebas
  • Juara 1 – 50 M Gaya Bebas
  • Juara 1 – 200 M Gaya Punggung
  • Juara 1 – 100 M Gaya Punggung
  • Juara 1 – 50 M Gaya Punggung
  • Juara 1 – 800 M Gaya Bebas
  • Juara 1 – 400 M Gaya Bebas
  • Juara 1 – 1500 M Gaya Bebas
  • Perenang Terbaik

  • Babinsa 21 Cup (19–21 Januari 2026)

  • Juara 1 – 1500 M Gaya Bebas
  • Juara 1 – 800 M Gaya Bebas
  • Juara 1 – 400 M Gaya Bebas
  • Juara 2 – 200 M Gaya Bebas
  • Juara 1 – 200 M Gaya Punggung
  • Juara 3 – 100 M Gaya Punggung
  • Juara 1 – 50 M Gaya Punggung
  • Juara 1 – 4×50 M Estafet
  • Perenang Terbaik

  • Pekan Olahraga Kota Bandar Lampung (PORKOT)

  • Juara 1 – 1500 M Gaya Bebas
  • Juara 2 – 800 M Gaya Bebas
  • Juara 2 – 400 M Gaya Bebas

  • Piala Gubernur Invitasi Renang Lampung (6–8 Februari 2026)

  • Juara 1 – 400 M Gaya Bebas
  • Juara 2 – 200 M Gaya Bebas
  • Juara 3 – 200 M Gaya Punggung

Awal Perjalanan Septian

Perjalanan Septian di kolam renang dimulai dari alasan sederhana. “Awalnya itu sering di ejek tante karena tidak bisa berenang, kemudian mama coba daftarin aku ke les renang,” kenangnya.

Saat itu, ia masih duduk di kelas 5 SD semester dua. Dengan keputusan kecil itu, bakatnya mulai terlihat saat pertama kali mengikuti lomba di kelas 6 SD semester satu, pada ajang Dam Raman di Metro. Hasilnya, satu medali emas dan dua perak langsung diboyongnya pulang.

Rutinitas Latihan yang Ketat

Kini, rutinitas Septian yaitu olahraga dari sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam, jauh dari kata santai. “Aku latihan renang tiap hari, dari subuh sebelum berangkat sekolah dan setelah pulang sekolah,” jelasnya.

Dalam seminggu, ia berlatih hingga sembilan kali. Pagi hari diisi latihan renang, sore hari latihan fisik kadang juga harus kembali ke kolam untuk latihan renang. Ia juga mengatakan bahwa saat akan lomba latihannya lebih intens dari sebelumnya.

Tantangan dan Evaluasi

Baginya, tantangan terbesar bukan sekadar lawan di lintasan, tetapi disiplin diri. Bangun subuh, menjaga pola makan, dan memastikan tubuh tetap prima menjadi bagian dari keseharian.

“Kadang pulang latihan sore sudah malam, paginya harus latihan lagi. Jadi kondisi badan harus benar-benar dijaga,” katanya.

Meski sempat mengalami kekalahan di beberapa even seperti Indonesia Open November dan event di Singapura, Septian tidak patah semangat. Ia menjadikan kekalahan itu sebagai bahan evaluasi dan meningkatkan intensitas latihan.

Mimpi-Mimpi Besar Septian

Di balik kesibukannya sebagai atlet dan pelajar, Septian menyimpan dua mimpi besar. Di dunia olahraga, ia ingin menembus tim nasional Indonesia, bahkan berlaga sampai di Olimpiade renang dunia.

“Impian terbesar masuk tim nasional Indonesia. Kalau bisa sampai Olimpiade,” ucapnya penuh harap.

Sementara di luar kolam, ia bercita-cita menjadi prajurit TNI melalui Akademi Militer (Akmil). Target terdekatnya saat ini adalah menembus limit waktu tim Lampung dan tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON).

Renang Bukan Hanya Medali

Bagi Septian, renang bukan hanya soal medali. Ia merasakan perubahan besar dalam hidupnya sejak menekuni olahraga ini. Tubuh lebih sehat, mental lebih kuat, dan semangat kompetitif terus tumbuh.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa tak semua anak harus mengikuti jejaknya ikut les renang sejak dini. “Balik lagi ke kebutuhan masing-masing. Saya kebetulan mulai karena diajakin, tapi ternyata cocok dan suka,” tuturnya.


Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *