Kehilangan Alhasan Wakasso, Semen Padang Tetap Berjuang Hingga Akhir
Pada lanjutan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026, Semen Padang FC menghadapi Malut United di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Jumat (20/2/2026) malam. Pertandingan ini berlangsung dengan sengit dan penuh dinamika, terutama setelah gelandang utama Semen Padang, Alhasan Wakasso, harus ditarik keluar lebih awal akibat cedera.
Wakasso ditarik pada menit ke-18 dan digantikan oleh Ripal Wahyudi setelah merasakan nyeri yang meningkat. Keputusan pergantian dini ini dilakukan untuk menghindari risiko cedera serius. Wakasso menjelaskan bahwa ia memilih tidak memaksakan diri karena masih banyak pertandingan yang akan datang.
“Kadang-kadang di sepak bola kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Bahkan satu menit pun apa saja bisa terjadi. Saya merasa sakit dan tidak ingin ambil risiko karena kita masih punya banyak pertandingan di depan. Jadi lebih baik saya keluar,” ujar Wakasso.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, juga membenarkan keputusan tersebut sebagai langkah pencegahan. Ia menyatakan bahwa memaksakan pemain yang sudah merasakan nyeri justru berpotensi membuat cedera bertambah berat dan berdampak pada absennya pemain dalam waktu lebih lama.
“Dia cuma takut kalau dipaksa nanti lebih parah. Sama seperti Guillermo, kita tidak mau ambil risiko karena masih banyak pertandingan ke depan,” kata Dejan.
Kehilangan Wakasso di awal laga menjadi tantangan tersendiri bagi Kabau Sirah untuk mengisi posisi gelandang tengah. Namun tim tetap mampu bangkit dan mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 2-2.

Jalannya Pertandingan
Semen Padang FC menunjukkan semangat juang tinggi pada babak kedua saat menjamu Malut United. Meski sempat tertinggal, Kabau Sirah akhirnya mampu memaksakan hasil imbang 2-2 dalam laga yang berlangsung sengit hingga menit akhir.
Memasuki babak kedua, Semen Padang langsung melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan daya gedor. Firman ditarik keluar dan digantikan Maicon. Ravy Tsouka digantikan Kazaki, sementara Ripal keluar dan Rian masuk menambah energi baru di lapangan.
Pada menit ke-49, tuan rumah mendapatkan peluang emas. Maicon berhasil lepas dari penjagaan pemain Malut United menusuk dari sisi serangan. Alih-alih menuntaskan peluang dengan tembakan langsung, ia memilih mengirim umpan silang. Namun, tak ada satu pun pemain Semen Padang yang mampu menyambut bola tersebut.
Tiga menit berselang, Malut United memperoleh kesempatan menambah keunggulan. Mereka mendapatkan tendangan bebas di dalam kotak penalti setelah Rendy Oscario melakukan kesalahan dengan menyentuh bola menggunakan tangan usai menerima umpan ke belakang dari rekannya. Beruntung bagi Semen Padang, eksekusi tendangan bebas itu hanya membentur pagar hidup sehingga skor tetap bertahan.
Pada menit ke-65, Malut kembali mengancam. Melalui skema tendangan bebas, sepakan salah seorang pemainnya nyaris menambah gol, namun bola hanya membentur mistar gawang.
Ancaman kembali datang pada menit ke-68. Kesalahan lini belakang Semen Padang dimanfaatkan David Da Silva yang berhadapan satu lawan satu dengan Rendy Oscario. Namun, kiper Semen Padang itu tampil sigap dan berhasil mencuri bola dari kaki David sebelum peluang berubah menjadi gol.
Semen Padang terus berupaya meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-74, Irsyad Maulana masuk menggantikan Kasim Botan. Di sisi lain, Malut United juga melakukan penyegaran di lini pertahanan dengan menarik keluar Taufik Rustam dan memasukkan Abduh Lestaluhu.
Menit ke-83, Maicon kembali menjadi ancaman melalui skema serangan balik. Ia menggiring bola sendirian dan mencoba menyelesaikan peluang tersebut, namun tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang.
Kerja keras Semen Padang akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-87. Berawal dari skema tendangan bebas di sisi kiri yang menghasilkan bola liar di kotak penalti, Kianz Froese yang berdiri bebas sukses memanfaatkan situasi tersebut. Gol itu memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 dan membakar semangat tuan rumah.
Memasuki awal injury time babak kedua, Stadion Haji Agus Salim bergemuruh. Umpan silang dari sisi kanan sempat terlalu tinggi dan mengarah ke sisi kiri lapangan. Namun di sana sudah menunggu Maicon yang langsung melepaskan tendangan voli keras ke sudut sempit kanan gawang Malut United. Bola melesat deras dan mengubah skor menjadi 2-2.
Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR, namun setelah pengecekan, wasit mengesahkannya. Kedua tim masih saling melancarkan serangan di sisa waktu pertandingan, namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-2.
Hasil ini membuat Semen Padang FC menunjukkan mental pantang menyerah setelah mampu bangkit dan mengamankan satu poin di kandang sendiri.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."










