"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Jose Mourinho Tonton Pertandingan Real Madrid vs Benfica dari Tempat Rahasia di Bernabeu

Drama Mourinho yang Tak Pernah Berakhir

Jose Mourinho selalu dikenal dengan berbagai drama yang muncul di sepanjang kariernya. Salah satu momen legendarisnya adalah ketika ia sempat bersembunyi di dalam keranjang cucian untuk menghindari larangan mendampingi tim saat masih melatih Chelsea pada 2005. Kini, setelah kembali ke Bernabeu pekan ini, banyak orang bertanya-tanya apakah The Special One akan melakukan trik serupa.

Jawabannya? Tidak persis sama. Tapi tetap saja penuh warna. Mourinho, yang kini melatih Benfica, harus menjalani larangan satu pertandingan setelah diusir pada leg pertama babak play-off. Hukuman itu membuatnya tidak bisa berada di pinggir lapangan, tidak boleh masuk ruang ganti, bahkan tak diizinkan berbicara kepada media sebelum laga.

Situasi makin panas setelah komentarnya soal Vinicius Junior memicu kontroversi, menyusul tuduhan pelecehan rasial terhadap sang winger Brasil di leg pertama. Ini adalah kali pertama Mourinho kembali ke Bernabeu sejak meninggalkan Real Madrid pada 2013. Namun alih-alih disambut sorotan kamera dan reuni penuh nostalgia, ia justru “menghilang”.

Ruang Khusus yang Tidak Digunakan

Menurut laporan, pihak Madrid telah menyiapkan bilik radio khusus agar Mourinho bisa menyaksikan pertandingan dengan nyaman. Tempat itu bahkan pernah digunakan Hansi Flick saat menjalani hukuman serupa dalam El Clasico beberapa bulan lalu. Acara televisi El Chiringuito sampai memamerkan foto makanan ringan dan minuman yang disiapkan untuk Mourinho dan stafnya.

Tapi sang pelatih tidak muncul di sana. Sejumlah jurnalis yang sudah bersiap di sekitar lokasi hanya bisa gigit jari. Menurut laporan, Mourinho memilih menonton pertandingan dari lokasi rahasia. Lantas, di mana lokasinya?

Lokasi itu ternyata berada di suatu tempat yang tidak diduga: bus tim Benfica yang terparkir di area Bernabeu. Begitu kabar tersebut tersebar, UEFA dikabarkan turun tangan untuk mencegah wartawan merekam bus tersebut. Mourinho benar-benar menjaga jarak dari sorotan, setidaknya sampai pertandingan usai. Ia baru terlihat larut malam ketika menyempatkan diri menandatangani autograf untuk para penggemar.

Hasil yang Tidak Membantu

Sayangnya bagi Mourinho, taktik sembunyi-sembunyi itu tidak berujung manis untuk timnya. Benfica kalah 2-1 di Bernabeu dan tersingkir dari Liga Champions. Rafa Silva sempat membuka skor dan membuat agregat menjadi imbang 1-1, memberi harapan bagi tim tamu. Namun Real Madrid merespons cepat lewat gol Aurelien Tchouameni. Di menit-menit akhir, Vinicius memastikan kemenangan tuan rumah dan mengunci agregat 3-1.

Madrid kini melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi Manchester City atau Sporting dalam undian berikutnya.

Kontroversi yang Belum Reda

Di luar hasil pertandingan, nama Mourinho tetap berada di tengah pusaran kontroversi. Ia sebelumnya menyatakan bahwa selebrasi Vinicius memicu provokasi penonton di leg pertama, sebuah komentar yang langsung menuai kritik. Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, menyebut Mourinho melakukan “kesalahan besar”. Sementara kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, juga angkat suara.

“Mourinho adalah Mourinho, dan sebagai pelatih Anda akan selalu membela klub Anda, dan apa yang telah dikatakan pemain Anda kepada Anda,” kata Courtois. “Namun yang membuat saya kecewa adalah penggunaan selebrasi Vini. Vini tidak melakukan kesalahan apa pun. Kita tidak bisa membenarkan tindakan yang tampak rasis hanya karena selebrasi seorang pemain.”

Statistik pun tak berpihak pada Mourinho. Ia kini telah kalah dalam 10 pertandingan babak gugur Liga Champions terakhirnya. Kemenangan terakhirnya di fase tersebut terjadi lebih dari satu dekade lalu, tepatnya pada 2014 bersama Chelsea.


Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *