"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Apar Mobil Listrik: Mengapa ABC Tidak Cukup dan Solusi Terbaiknya

Mengapa Kebakaran Mobil Listrik Berbeda?

Api pada mobil bensin biasanya melibatkan cairan mudah terbakar. Namun, pada mobil listrik (EV), sumber paling berbahaya justru baterai. Saat terguncang hebat, korslet internal, atau overheat, sel baterai dapat memasuki fase thermal runaway: satu sel memanas ekstrem, menular ke sel tetangga, menciptakan reaksi berantai pada ribuan sel di dalam battery pack.

Karakteristik dari thermal runaway adalah:
– Menghasilkan oksigen sendiri, sehingga “dicekik” dengan memutus suplai udara sering tidak efektif.
– Suhu sangat tinggi (bisa lebih dari 1000°C).
– Sulit dipadamkan dan berisiko menyala kembali berjam-jam hingga berhari-hari setelah api tampak padam.

Kesimpulannya, melawan kebakaran EV bukan sekadar menghadapi nyala api di permukaan, melainkan reaksi kimia internal yang agresif.

Jenis APAR untuk Mobil Listrik: Mana yang Tepat?

1) APAR ABC (Dry Powder)

Tetap wajib ada di EV. Meskipun tidak menghentikan thermal runaway pada battery pack, APAR ini sangat efektif memadamkan api sekunder seperti:
– Korsleting 12V pada dashboard/audio.
– Kebakaran kabin (misal power bank).
– Ban terbakar akibat rem macet.

Perannya adalah membeli waktu untuk evakuasi cepat dan mencegah api menjalar ke bagian lain. Anggap APAR ABC sebagai alat pemadam untuk komponen non-baterai, bukan untuk mematikan baterai yang runaway.

2) APAR Kelas D (Logam Mudah Terbakar)

Secara teori cocok untuk api logam seperti lithium. Namun praktiknya kurang relevan di mobil: mahal, berat, teknik penggunaan khusus, dan agen cenderung korosif. Lebih cocok untuk fasilitas industri, bukan ditempatkan di kabin.

3) APAR Khusus Baterai Lithium (AVD/F-500)

Opsi terbaik untuk skenario baterai:
– AVD (Aqueous Vermiculite Dispersion) mendinginkan permukaan dan mengisolasi panas dengan lapisan mirip keramik, memutus penyebaran reaksi berantai.
– F-500 Encapsulator Agent bekerja dengan mendinginkan dan mengurung partikel bahan bakar.

Kekurangan: harga lebih tinggi dan ukuran tabung biasanya lebih besar daripada APAR ABC. Namun jika ingin perlindungan maksimal, APAR berbasis AVD adalah rekomendasi utama.

Rekomendasi Praktis

Gunakan kombinasi:
– 1 unit APAR ABC di kabin untuk api sekunder.
– 1 unit APAR khusus lithium (AVD) sebagai lini pertahanan kedua jika sumber api terindikasi dari battery pack (asap dari kolong).

Regulasi APAR untuk Mobil di Indonesia

Berdasarkan Perdirjen Perhubungan Darat No. KP.972/AJ.502/DRJD/2020:
– Semua mobil baru (penumpang/barang) yang diproduksi atau diimpor sejak 2021 wajib dilengkapi APAR.
– Regulasi tidak membedakan bensin vs listrik.
– Minimal APAR kelas A, B, C dan bersertifikat SNI.

Artinya, APAR ABC bawaan diler sudah memenuhi aturan. Tetapi memenuhi regulasi berbeda dengan perlindungan optimal untuk risiko khas EV. Sampai standar khusus EV ditetapkan, pemilik sebaiknya proaktif menambah APAR khusus lithium.

Cara Menggunakan APAR pada EV: Kapan Bertindak, Kapan Menjauh

Prioritas utama: keselamatan dan evakuasi. Dalam 10 detik pertama, keputusan Anda krusial.

Segera menjauh (minimal 30 meter) bila tampak tanda thermal runaway:
– Asap putih tebal dari kolong (area battery pack).
– Suara mendesis/jet, letupan dari bawah mobil.
– Bau kimia menyengat/asam.
– Lantai kabin panas.

Dalam situasi ini, jangan mencoba memadamkan. APAR portabel tidak mampu menghentikan reaksi internal. Hubungi 112/113 dan sampaikan bahwa ini kebakaran mobil listrik agar petugas menerapkan prosedur khusus pendinginan baterai.

Boleh gunakan APAR dengan hati-hati jika:
– Api kecil, jelas berasal dari interior atau ban, bukan dari kolong/baterai.
– Tujuannya hanya memadamkan api sekunder agar semua penumpang bisa keluar dengan aman.

Gunakan teknik PASS:
– P (Pull): Tarik pin pengaman.
– A (Aim): Arahkan ke dasar api.
– S (Squeeze): Tekan tuas penuh.
– S (Sweep): Sapu kiri–kanan di dasar api.

Perhatian khusus EV:
– Hindari menyiram komponen bertegangan dengan air.
– Jauhi kabel oranye (tegangan tinggi).
– Hindari menghirup asap beracun (mis. hidrogen fluorida).

Penempatan, Perawatan, dan Kesiapan APAR di EV

Taruh di kabin, mudah dijangkai pengemudi (bawah jok penumpang depan/daerah konsol). Jangan di bagasi.

Cek tekanan sebulan sekali: jarum harus di zona hijau. Cek kedaluwarsa (umumnya 3–5 tahun untuk powder). Kocok berkala (odok balik pelan) agar serbuk powder tidak memadat. Latih penghuni mobil memahami cara pakai dan rute evakuasi.

Mobil listrik pada dasarnya aman, tetapi risikonya berbeda dari mobil bensin. Mengandalkan APAR ABC saja berarti baru memenuhi standar minimum. Untuk proteksi lebih baik terhadap skenario thermal runaway, tambahkan APAR khusus baterai lithium (AVD). Yang tak kalah penting: pahami kapan memadamkan api sekunder dan kapan harus segera menjauh seraya memanggil profesional. Pada akhirnya, nyawa lebih berharga daripada kendaraan—dan keputusan paling tepat seringkali adalah evakuasi cepat.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *