"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Gregoria Kembali ke 10 Besar, Jonatan dan Ubed Naik Peringkat BWF



Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah merilis daftar peringkat terbaru pada hari Selasa (18/11/2025), setelah penyelenggaraan Kumamoto Masters 2025. Gregoria Mariska Tunjung, yang sebelumnya menjadi runner-up, kembali memasuki jajaran elite dunia setelah menghadapi Ratchanok Intanon dari Thailand di final. Pertandingan berlangsung sengit dengan skor akhir 16-21 dan 20-22.

Gregoria sempat mengalami masa istirahat panjang karena kondisi kesehatannya. Ia absen dari beberapa turnamen penting seperti Sudirman Cup hingga Indonesia Open (Mei-Juni), kemudian kembali tidak hadir dari Hong Kong Open hingga Korea Open (September). Meski demikian, ia berhasil bangkit kembali dan menunjukkan performa yang cukup baik di Kumamoto Masters 2025.

Sebelumnya, Gregoria pernah menjadi juara di Kumamoto Masters pada 2023. Di edisi 2024, ia juga berhasil melangkah ke babak final, tetapi harus kalah dari Akane Yamaguchi, wakil tuan rumah.

“Ada banyak hal positif yang bisa saya ambil dari Kumamoto Masters tahun ini. Saya cukup senang dengan performa yang saya tunjukkan,” ujar Gregoria.

Ia menjelaskan bahwa dalam pertandingan tersebut, ia memiliki kesempatan untuk unggul di gim pertama, tetapi gagal mempertahankannya. Di gim kedua, ia tertinggal 16-20, namun masih berusaha untuk mengejar hingga mencapai skor 20-20 sebelum akhirnya kalah.

“Kredit untuk Ratchanok karena bermain sangat bagus. Dia layak mendapatkan gelar ini,” tambahnya.

Rekor head-to-head antara Gregoria dan Ratchanok Intanon memang tidak begitu baik. Dalam 13 kali pertemuan, termasuk pertandingan hari ini, Gregoria hanya mampu menang tiga kali. Namun, ada satu hal yang lebih disyukuri oleh Gregoria, yaitu penampilannya di Kumamoto Masters 2025. Pemain asal Wonogiri, Jawa Tengah, tersebut tidak menyangka bahwa Kumamoto menjadi kota yang sangat ramah baginya.

“Turnamen Kumamoto bisa dibilang membawa keberuntungan,” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak menyangka bisa sampai sejauh ini, terlebih setelah beberapa bulan lalu mengalami masa yang sangat berat. Evaluasi dari turnamen ini akan fokus pada peningkatan kondisi fisik dan endurance.

Meskipun belum maksimal, Gregoria setidaknya menemukan kembali daya saingnya. Hasil ini membawanya kembali ke jajaran 10 besar setelah sebelumnya terlempar karena performanya yang menurun.

Sementara itu, Jonatan Christie berhasil menggeser Li Shi Feng dari China ke posisi ke-4 dunia jelang tampil di babak pertama Australian Open 2025. Alwi Farhan masih berada di peringkat ke-17 dunia, sedangkan Moh Zaki Ubaidillah naik lima anak tangga.

Pemain yang akrab disapa Ubed itu kini menduduki ranking ke-44 dunia.

Berikut adalah update peringkat tunggal putri BWF pekan ke-47:

  1. An Se-young (Korea Selatan) – 113.770 poin.
  2. Wang Zhi Yi (China) – 105.362 poin.
  3. Akane Yamaguchi – 91.964 poin.
  4. Han Yue (China) – 91.350 poin.
  5. Chen Yu Fei (China) – 89.935 poin.
  6. Pornpawee Chochuwong (Thailand) – 71.488 poin.
  7. Putri Kusuma Wardani (Indonesia) – 66.970 poin.
  8. Ratchanok Intanon (Thailand) – 65.964 poin.
  9. Tomoka Miyazaki (Jepang) – 63.064 poin.
  10. Gregoria Mariska Tunjung (Indonesia) – 59.900 poin

Update peringkat tunggal putra BWF pekan ke-47:

  1. Shi Yu Qi (China) 112.047 poin
  2. Anders Antonsen (Denmark) 98.313 poin
  3. Kunlavut Vitidsarn (Thailand) 96.179 poin V1
  4. Jonatan Christie (Indonesia) 84.124 poin
  5. Li Shi Feng (China) 82.728 poin
  6. Chou Tien Chen (Taiwan) 80.619 poin
  7. Alex Lanier (Prancis) 72.611 poin
  8. Christo Popov (Prancis) 70.690 poin
  9. Kodai Naraoka (Jepang) 69.254 poin
  10. Loh Kean Yew (Singapura) 65.709 poin

  11. Alwi Farhan (Indonesia) 53.160 poin

  12. Moh Zaki Ubaidillah (Indonesia) 31.995 poin ^5
  13. Chico Aura Dwi Wardoyo (Indonesia) 31.530 V1 pin
  14. Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) 27.670 poin
Faridah Hasna

Reporter berita yang mengulas peristiwa cepat dan trending topic. Ia gemar memantau media sosial, mencoba aplikasi baru, dan membuat konten singkat. Waktu senggangnya dihabiskan dengan mendengarkan podcast opini. Motto: “Kecepatan harus sejalan dengan ketepatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *