Drakor dan Film Jeon Do Yeon yang Tayang pada Tahun 2025
Pada bulan Desember 2025, Netflix akan merilis drakor orisinal terbaru yang berjudul The Price of Confession. Drama ini telah mencuri perhatian para penggemar karena menghadirkan banyak artis chungmuro. Jeon Do Yeon dan Kim Go Eun menjadi pemeran utama dalam drama tersebut, yang menceritakan kisah dua tokoh yang mendekam di penjara setelah terlibat dalam kasus pembunuhan.
The Price of Confession bukanlah comeback pertama Jeon Do Yeon di tahun ini. Sebelumnya, ia telah menjadi scene stealer dalam beberapa proyek akting lainnya. Berikut adalah tiga drakor dan film Jeon Do Yeon yang tayang pada tahun 2025:
1. The Price of Confession
Genre thriller dan misteri, The Price of Confession mulai mengudara di Netflix pada 5 Desember 2025 mendatang. Jeon Do Yeon bertransformasi menjadi seorang guru seni bernama An Yoon Soo yang menjalani kehidupan damai dan biasa. Namun, semua itu berubah setelah sang suami meninggal dunia. Dirinya dituduh sebagai tersangka dalam kasus kematian tersebut.
An Yoon Soo harus meramukan hidup di dalam penjara. Ia juga bertemu dengan narapidana lain yang salah satunya bernama Mo Eun (Kim Go Eun). Sosok tersebut dijuluki “penyihir” karena dinilai mampu membaca pikiran orang lain dengan cepat. Hal itu membuat para narapidana lain takut dengan kehadiran Mo Eun.
Namun, pertemuan tersebut justru berubah menjadi kesepakatan berbahaya. An Yoon Soo dan Mo Eun saling memberikan penawaran untuk mengungkapkan kebenaran dari kematian suami An Yoon Soo. Kisahnya pun semakin menegangkan setelah pertemuan tersebut.
2. Good News

Diangkat dari kisah nyata, Good News dirilis oleh Netflix pada 17 Oktober 2025. Film tersebut mengusung kisah tentang sebuah operasi rahasia yang terjadi di tahun 1970. Operasi tersebut dilakukan untuk menyelamatkan pesawat komersil yang dibajak ketika lepas landas dari Bandara Haneda menuju Itazuke.
Perawat tersebut diarahkan oleh sekelompok orang komunis untuk mendarat di Pyongyang, Korea Utara. Hal itu memunculkan kehebohan pada negara-negara yang terlibat. Untungnya, seorang sosok misterius dengan sebutan Nobody (Sul Kyung Gu) direkrut untuk mengatasi kekacauan tersebut.
Nobody juga bekerja sama dengan seorang letnan Angkatan Udara bernama Seo Go Myung (Hong Kyung). Mereka berusaha menyusun rencana terbaik untuk menghentikan aksi para pembajak. Berbagai cara pun dilakukan dengan bantuan badan intelijen dan militer Korea Selatan.
Jeon Do Yeon sendiri ikut meramaikan film ini sebagai bentuk dukungan pada Sul Kyung Gu. Keduanya pernah beberapa kali main film bersama. Ia pun mencuri perhatian sebagai ibu negara yang menyampaikan perintah Presiden mengenai operasi rahasia tersebut.
3. Mantis

Pada tahun 2023, Jeon Do Yeon sukses memerankan pembunuh bayaran dalam film Kill Bok Soon. Kini, telah dirilis Mantis yang menjadi film spin off dari Kill Bok Soon. Sang aktris pun turut berpartisipasi sebagai cameo yang mencuri perhatian. Ia masih melakoni peran yang sama dengan memberikan beberapa nasihat pada Lee Han Ul (Im Si Wan).
Mantis sendiri menyoroti kisah seorang pembunuh berantai elit bernama Lee Han Ul yang menggunakan julukan “Mantis” ketika bekerja. Kisahnya menunjukkan MK Enterprise yang alami kebangkrutan setelah pendirinya tewas terbunuh. Lee Han Ul pun keluar dan mendirikan perusahaan kecil bersama rekan lamanya, Jae Yi (Park Gyu Young).
Namun, bisnis tak berjalan seperti yang diharapkan. Pertikaian internal pun terjadi di antara mereka hingga membuat Jae Yi memilih untuk keluar. Terlebih lagi, adanya Dokgo (Jo Woo Jin) yang mengambil alih MK Enterprise. Dirinya juga mengajak Lee Han Ul untuk kembali ke MK Enterprise.
Sebagai seorang aktris dengan gelar chungmuro, penampilan Jeon Do Yeon tentunya membuat penggemar antusias. Kehadirannya disebut sebagai tolak ukur bahwa proyek aktingnya layak untuk ditonton. Hal itu pun membuat sederet drakor dan film di atas mencuri perhatian para penggemar. Comeback-nya bikin gak sabar, nih!
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











