"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

YouTuber Bocorkan Ponsel Jadi Mata-mata Pemerintah Korut

Penemuan Ponsel Korea Utara oleh YouTuber Inggris

Seorang YouTuber asal Inggris, Arun Rupesh, berhasil mengungkap dua ponsel yang berasal dari Korea Utara. Ia menyelundupkan perangkat ini keluar dari negara tersebut untuk mengeksplorasi teknologi dan spesifikasi yang digunakan. Tujuan utamanya adalah untuk memenuhi rasa penasaran dan membuktikan apakah Korea Utara benar-benar menerapkan proteksi tingkat tinggi bagi warganya.

Berdasarkan pengamatan lebih lanjut, ternyata perangkat seluler di Korea Utara bukan hanya digunakan sebagai alat komunikasi pribadi. Gawai tersebut juga menjadi bagian dari instrumen pengawasan totaliter negara ini. Tindakan Arun Rupesh dalam memeriksa spesifikasi ponsel dari Korea Utara menjadi topik yang banyak dibahas, termasuk oleh Android Authority pada 24 November 2025 lalu.

Ponsel Samtaesung 8: Ponsel yang Dimanipulasi Secara Mendalam

Ponsel dengan model flagship bernama Samtaesung 8 telah dimanipulasi secara mendalam. Perangkat ini berfungsi sebagai alat negara untuk memantau setiap aktivitas pengguna demi memastikan kepatuhan ideologis warganya. Hal ini menjadikan perangkat Korea Utara sebagai salah satu smartphone Android yang paling disensor dan diawasi di dunia saat ini.

Salah satu temuan terbesar adalah bahwa ponsel-ponsel ini tidak dapat terhubung ke jaringan internet global. Sebagai gantinya, perangkat hanya mampu mengakses jaringan intranet tertutup yang sepenuhnya diisi dengan situs web yang telah disetujui oleh negara mereka. Jaringan tertutup ini dirancang khusus untuk mengisolasi penduduk Korea Utara dari informasi apa pun yang berasal dari dunia luar.

Pengaturan yang Dikuasai Pemerintah

Pengaturan yang paling mendasar pada smartphone tersebut berada di bawah kendali pemerintah secara ketat. Pengguna tidak diperbolehkan mengubah zona waktu, memodifikasi tanggal, atau melakukan sinkronisasi dengan server eksternal mana pun. Segala sesuatu pada perangkat dikunci untuk mencegah komunikasi atau akses data yang tidak disetujui rezim berkuasa.

Sensor ketat juga berlaku untuk input bahasa, yang merupakan cerminan langsung dari kontrol ideologi negara. Ketika pengguna mencoba mengetik frasa sensitif seperti “Korea Selatan”, perangkat akan otomatis mengoreksinya menjadi istilah “negara boneka”. Hal ini disinyalir karena perang dingin antar dua negara yang berdekatan itu.

Sistem Operasi dan Aplikasi yang Dimodifikasi

Ponsel Korea Utara memang menjalankan sistem operasi Android versi 10 dan 11. Namun aplikasi bawaannya sebagian besar adalah versi palsu yang dimodifikasi. Aplikasi yang tampak familiar seperti peramban, kalender, dan pemutar musik, sebenarnya dibuat untuk menyenangkan pengguna sementara. Banyak dari aplikasi ini yang hanya menampilkan materi propaganda atau bahkan tidak dapat dibuka sama sekali.

Konten Hiburan yang Terbatas

Konten hiburan yang tersedia di perangkat sangat terbatas, hanya mencakup game yang disetujui rezim atau materi yang mendukung biografi para pemimpin. Meskipun ada film internasional, seperti dari Rusia atau India, konten tersebut telah dibajak dan diedit secara ketat oleh pemerintahnya. Pengeditan ini memastikan bahwa semua hiburan yang dikonsumsi sejalan dengan narasi resmi dan ideologi Korea Utara.

Mekanisme Pengawasan yang Ekstrem

Mekanisme pengawasan pada perangkat-perangkat ini jauh melampaui pembatasan fungsionalitas semata. Ponsel tersebut dirancang untuk secara sistematis memantau apa yang pengguna coba lakukan setiap saat. Intinya, sistem ini memastikan tidak ada tindakan yang luput dari pantauan negara, yang merupakan inti dari desain perangkat yang berorientasi pada pengawasan.

Fungsi Pengawasan yang Mengkhawatirkan

Dalam ulasan Android Authority, salah satu fungsi pengawasan paling mengkhawatirkan pada smartphone ini adalah pengambilan tangkapan layar secara otomatis tanpa sepengetahuan atau izin pengguna. Setiap kali pengguna membuka aplikasi baru, ponsel akan mengambil screenshot secara diam-diam dan menyimpannya di direktori tersembunyi pada perangkat. Mekanisme ini menciptakan catatan visual yang lengkap dan terperinci mengenai seluruh aktivitas digital pengguna dari waktu ke waktu.

Penandaan Digital yang Menyulitkan

Lebih parah lagi, file dan foto lokal yang tersimpan di ponsel akan ditandai dengan tanda tangan digital yang berasal dari pemerintah. Penandaan ini memastikan bahwa konten yang diselundupkan atau asing menjadi tidak berguna dan akan langsung dihapus oleh sistem saat terdeteksi. Sistem ini membuat sulit, bahkan mustahil, untuk memasukkan materi asing atau sensitif ke dalam perangkat.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *