"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Gelombang Atmosfer Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia, NTT Siaga Hujan Lebat

Cuaca Ekstrem di Indonesia: Peringatan Dini dari BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya hujan ekstrem yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia akibat kombinasi beberapa fenomena atmosfer. Fenomena-fenomena tersebut meliputi Gelombang Rossby Ekuator, Madden–Julian Oscillation (MJO), serta pengaruh dari Siklon Tropis KOTO dan Ex-Siklon SENYAR. Dalam sepekan ke depan, cuaca basah akan merata menyebar, dengan status Siaga–Awas untuk hujan lebat terutama di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Kalimantan Barat/Timur.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, genangan, longsor, dan angin kencang, terutama di wilayah yang memiliki risiko hujan sangat lebat.

Fenomena Atmosfer yang Mempengaruhi Cuaca

Pada periode 25-27 November 2025, beberapa kota/kabupaten di Indonesia mengalami hujan dengan intensitas ekstrem, seperti Aceh Utara, Aceh, Medan, Tapanuli Tengah, dan Padang Pariaman. Hujan ekstrem ini dipicu oleh aktivasi Gelombang Rossby Ekuator yang berada di wilayah yang sama dengan siklon tropis, turut berkontribusi dalam meningkatkan intensitas curah hujan.

Selain itu, Siklon Tropis “KOTO”, yang saat ini terbentuk di Laut Filipina, memberikan dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat serta gelombang tinggi (1,25 – 4 meter) di perairan sebelah utara Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

BMKG memprakirakan bahwa perpaduan fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal akan terus mempengaruhi cuaca di Indonesia hingga sepekan ke depan. Pada skala global, Dipole Mode Index (DMI) saat ini tercatat bernilai −0.6, yang mengindikasikan potensi peningkatan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat.

Kondisi La-Nina lemah, yang ditandai dengan indeks Nino 3.4 Relatif sebesar -0.42 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar +15.5, akan meningkatkan potensi hujan di wilayah Indonesia bagian timur. Di sisi lain, penguatan Monsun Asia yang ditandai dengan nilai West North Pacific Monsoon Index (WNPMI) yang signifikan serta dominasi komponen angin zonal baratan di wilayah Indonesia semakin meningkatkan pasokan uap air dari Samudra Hindia dan memicu pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

MJO diprediksi berada pada fase 6 (Western Pacific), namun secara spasial fenomena ini diperkirakan aktif di sebagian wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Selain itu, kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator pada wilayah dan periode yang sama diprediksi akan terjadi di wilayah Selat Malaka, Samudera Hindia barat Aceh, dan Samudera Hindia selatan pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.

Prediksi Cuaca Sepekan ke Depan

Periode 28 – 30 November 2025

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan ekstrem. Beberapa wilayah perlu diwaspadai karena adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat) : Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat.
  • Awas (hujan sangat lebat – ekstrem) : Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
  • Angin Kencang : Kepulauan Riau.

Periode 29 November – 03 Desember 2025

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Beberapa wilayah perlu diwaspadai karena adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat) : Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan.

Imbauan BMKG

Menghadapi cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, termasuk cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan longsor yang berisiko mengganggu aktivitas harian maupun kelancaran transportasi.

Hartono Hamid

Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *