Kebangkitan Sriwijaya FC di Putaran Kedua: Harapan Fiwi Dwipan
Bek Sriwijaya FC, Fiwi Dwipan, menunjukkan keyakinan besar bahwa pertandingan melawan PSMS Medan akan menjadi momentum kebangkitan bagi Laskar Wong Kito. Ia percaya bahwa kualitas tim tidak jauh berbeda dengan tim-tim lainnya, dan yang dibutuhkan hanyalah dukungan dari manajemen.
“Semoga kedepannya kita bisa lebih baik lagi. Mudah-mudahan di putaran kedua Sriwijaya FC bisa bangkitlah,” ujarnya saat berbicara kepada media. Fiwi Dwipan, yang lahir di Medan pada 14 Desember 1995, mengatakan bahwa peluang untuk bangkit masih sangat besar jika Elang Andalas benar-benar mampu memperbaiki situasi.
Namun, ia juga menyampaikan bahwa kerja keras pemain saja tidak cukup. “Tapi kan gak kita aja yang kerja. Kita sudah semangat, kerja di lapangan. Tapi kalau gak ada support dari yang lainnya, ya sama aja kan? Percuma aja. Kita udah mati-matian di lapangan, tapi masih sering dikerjai wasit. Nah itu kita butuh supportlah dari manajemen Sriwijaya FC,” kata Fiwi Dwipan.
Pertandingan melawan PSMS Medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (27/12/2025) pukul 15.30, diharapkan menjadi awal perubahan. “Kalau saya sih selalu berhusnuzon aja. Anak-anak sebenarnya mampu dan kita lihat, kita kalah itu kalau menurut saya itu bukan karena kita kalah kualitas. Sebenarnya kualitas itu gak jauh beda sama tim-tim yang lain. Cuma menurut saya itu kita kalah karena banyak faktor. Menurut saya, mungkin kita kurang kedekatan sama manajemen. Intinya kita butuh support dari manajemen Sriwijaya FC,” tambahnya.
Selama libur kompetisi, Fiwi Dwipan pulang ke rumahnya di Bogor. Ia mengaku sedang sibuk dengan beberapa pekerjaan rumah tangga seperti pindahan rumah dan mengecat rumah. “Lagi sibuk kali pindahan, ngecat rumah. Kalau di rumah sih sementara kegiatan biasa saya punya pohon jambu kristal, merawat jambu kristal sama ngecat rumah. Tapi kalau latihan, Insya Allah setiap hari latihan buat jaga kondisi,” ujarnya.
Fiwi Dwipan, yang telah beberapa musim berseragam Ayam Kinantan, tetap optimis dalam setiap pertandingan. “Qodarullah kita sudah berusaha, berdoa, cuma hasilnya kemarin belum sesuai ekspektasi,” katanya.
Ia juga mengajak rekan-rekannya untuk tetap kompak dan fokus pada tim. “Khususnya saya pribadi dan teman-teman, gak usah dengerin omongan yang kurang baik dari luar. Fokus saja sama tim dan libatkan Allah SWT di setiap kegiatan. Saya percaya Allah Maha Besar,” ujarnya.
Fiwi Dwipan memiliki dua anak bernama Abdullah dan Abdurrahman dari pernikahannya dengan Bella Veriana Rois. Penggemar Lionel Messi ini memiliki prestasi menonjol sebagai pemain Timnas U17 dan U19 pada tahun 2012-2013. Selain sepak bola, ia juga hobi bermain badminton.
Anak kedua dari tiga bersaudara ini mulai bermain sepak bola di SSB Andespa (Anak Desa Patungba) Deli Serdang pada 2002-2003. Lalu ikut SSB SPM Marendal Deli Serdang 2003. Fiwi yang doyan makan sambal telor mengikuti berbagai turnamen seperti Pengcab Sumut, Turnamen Piala Menpora 2010, dan selaksi Milan Junior Champ di Bali 2011.
Saat SMA, Fiwi masuk Diklat Ragunan 2011-2013. Ia juga ikut Timnas U17 2012, 2013 dan tetap ikut Timnas U19 tapi waktu pas mau main Piala AFF dirinya pemain terakhir dicoret lantaran cedera terus pas mau berangkat ke Sidoarjo dari Yogya. 2013 gabung Perserang.
Fiwi Dwipan mengawali kariernya dengan bermain untuk Pro Duta FC pada musim 2014. Bakatnya ditemukan oleh tim pemandu bakat Pro Duta FC setelah memperkuat Timnas U-17 dan U-19. Saat bergabung dengan Pro Duta FC pada tahun 2014, masih berusia 18 tahun dan memperkuat Tim Pegasus pada ajang Divisi Utama.
Secara total, Fiwi Dwipan tampil membela Pro Duta dalam 20 pertandingan dan berhasil mengoleksi 11 gol serta 3 assist selama 3 musim bermain untuk Pro Duta FC.
2015-2016 bergabung dengan PSMS Medan. Ia kemudian bergabung dengan PSPS Riau pada musim 2017 setelah tim Pro Duta FC bubar pada musim tersebut. Pada musim 2018, Fiwi Dwipan bergabung dengan Persiraja Banda Aceh dan memperkuat tim asal Aceh tersebut selama satu musim. Fiwi Dwipan kemudian kembali memperkuat PSPS Riau pada musim 2019, namun belum dapat mengulang pencapaian pada musim 2017 dengan berhasil lolos dari putaran grup.
Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini pada musim 2020 memperkuat tim tanah kelahirannya, PSMS Medan di Liga 2. Namun karena adanya pandemi covid-19 membuat Fiwi Dwipan belum dapat menampilkan performa terbaiknya untuk Laskar Ayam Kinantan. Barulah 2022 bergabung dengan Sriwijaya FC.
Fiwi sendiri pernah mengungkapkan alasannya bergabung ke Sriwijaya yang pertama yaitu sudah qodarullah, sudah kehendak Allah. Di samping itu ia juga melihat Sriwijaya FC ini adalah tim besar.
Fiwi Dwipan terakhir bermain di musim kompetisi 2023/24 bersama Persekat. Sedangkan musim 2024/25 disebutkan tanpa klub.











