Musyawarah Olah Raga Asprov PSSI Jabar Digelar di Karawang
Musyawarah Olah Raga Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Barat akan digelar di Karawang pada 20 Desember mendatang. Proses penyerahan perbaikan berkas dari ketiga bakal calon yang telah mendaftar, yaitu Muhammad Farhan (Wali Kota Bandung), Buky Wibawa Karya Guna (Ketua DPRD Provinsi Jabar), dan Tommy Apriantono (petahana Ketua Umum Asprov PSSI Jabar saat ini) pun telah lengkap dan rampung.
Sebagai pengamat sepak bola, Eko Noer Kristiyanto atau yang akrab disapa Eko Maung menilai bahwa Asprov PSSI Jabar bisa dikatakan sebagai paling maju dibandingkan dengan daerah lain. Pengurus PSSI Pusat yang terkadang susah memuji, mereka justru mengakui perkembangan dan pencapaian prestasi yang diraih oleh Asprov PSSI Jabar.
Eko mengatakan, meskipun belum sempurna, kepengurusan Asprov PSSI Jabar sudah menerapkan teknologi digitalisasi, termasuk sport science yang memang saat ini banyak diterapkan di berbagai cabang olah raga.
Dari ketiga calon saat ini, yaitu M. Farhan, Buky Wibawa Karya Guna, dan Tommy Apriantono, masing-masing calon tentunya memiliki rencana program yang akan diterapkan.
“Semua harus dirangkul, pemikir atau konseptornya sudah ada tinggal semua diajak,” katanya, Rabu 3 Desember 2025.
Tommy Apriantono: Kembali Berkompetisi untuk Menjaga Kualitas Sepak Bola Jabar
Salah satu calon Ketua Umum Asprov PSSI Jabar, Tommy Apriantono, memilih untuk berkompetisi kembali pada bursa pencalonan Ketua Umum Asprov PSSI Jabar. Ia ingin melanjutkan program yang pernah dirintis selama menjadi ketua umum Asprov.
Beberapa rintisan yang telah dilakukan memang menjadi tolok ukur dari Asprov provinsi lain dan juga Askot serta Askab PSSI, seperti sepak bola yang bersih dari match fixing yang telah diterapkan Asprov PSSI sejak beberapa tahun yang lalu.
Selain itu, selama Tommy menjabat, proses kompetisi yang mengedepankan fair play dan menjunjung tinggi sportivitas semakin berkembang. “Sejak saya menjadi ketua (Asprov), tidak ada namanya tuan rumah Porprov menjadi juara, kadang mereka kalah atau bahkan juara ketiga atau keempat. Bahkan, ada yang nggak masuk final,” kata Tommy, Rabu 3 Desember 2025.
Dirinya betul-betul menjaga perangkat pertandingan tidak boleh main-main dan harus bersikap tegas. Selain itu, untuk pembinaan mulai dari usia muda berjalan dengan baik.
Hasilnya, di PON XX/2021 Papua, Jabar bisa meraih dua medali perak dan menempati posisi runner up di bawah tuan rumah Papua yang menjadi juara umum. Bahkan, pada PON XXI/2024 Aceh-Sumut lalu, tim sepak bola Jabar mampu menjadi juara umum setelah tim sepak bola putri meraih medali emas usai mengalahkan DKI Jakarta di final. Sementara tim sepak bola putra Jabar meraih medali perak setelah di final kalah dari Jawa Timur.
Tommy mengatakan, hal lainnya yang membuat dia harus turun gunung adalah adanya perubahan di Statuta PSSI yang saat ini ketua Askot dan Askab ditunjuk langsung oleh Ketua Asprov.
Dia khawatir, dengan adanya perubahan statuta ini, sepak bola bisa dieksploitasi oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan. “Seandainya terpilih, siapa ketua Askot atau Askab nanti yang ditunjuk tentunya harus yang memiliki passion atau track record di sepak bola, tidak peduli latar belakangnya yang terpenting punya passion di sepak bola,” ucapnya.
Muhammad Farhan: Maju dalam Pencalonan untuk Kolaborasi Sepak Bola Jabar
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mantap maju dalam pencalonan Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Jawa Barat. Dia memastikan telah menyerahkan berkas pendaftaran, termasuk perbaikan berkas ke Asprov PSSI Jabar.
“Saya daftar. Alhamdulillah sudah lengkap secara administrasi, tidak ada masalah,” kata Farhan saat ditemui di Pasar Modern Batununggal, Rabu 3 Desember 2025.
Menurut dia, pencalonan tersebut didasarkan pada pengalamannya saat terlibat dalam pengelolaan Persib Bandung, beberapa waktu lalu. Lantaran pengurus Askot PSSI Kota Bandung sudah ada, maka Farhan memilih untuk mencoba masuk dalam kepengurusan Asprov PSSI Jabar.
“Kebetulan juga ada beberapa misi yang disampaikan oleh Ketua Umum PSSI dan juga oleh Pak Gubernur, untuk membuat sebuah kolaborasi agar Jawa Barat tetap menjadi salah satu episentrum penting dalam persepakbolaan Indonesia,” katanya.
Berkaca pada prestasi tim sepak bola Jabar di Pekan Olahraga Nasional, Farhan menilai bahwa perkembangan sepak bola di Jabar sebetulnya sudah baik. Meski begitu, dia memandang bahwa klub asal Jabar semestinya bisa lebih kompetitif di tingkat nasional.
“Yang menarik itu bahwa klub di Jawa Barat yang masuk Liga 1 itu kan sekarang praktis hanya Persib, yang konsisten. Nah, ini harus menjadi motivasi untuk klub-klub lain agar bisa masuk juga, dari Liga 2 naik ke Liga 1,” kata Farhan.
Untuk dapat bersaing di kompetisi nasional, kata dia, klub-klub asal Jabar pun harus lebih mengoptimalkan pembinaan. “Memang itu bukan hal yang mudah sama sekali, tetapi kita fokus ke pembinaan pemain muda yang sistematis dan berjenjang, kuncinya di situ,” katanya.
Farhan juga sependapat dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang ingin memperbaiki infrastruktur sepak bola di Jabar, dengan menghadirkan satu lapangan sepak bola di setiap kecamatan. Hal itu pula yang menjadi targetnya bila terpilih menjadi Ketua Asprov PSSI Jabar.
“Kita melaksanakan salah satu misi dari Pak Dedi, yang katanya mau membangun satu lapangan sepak bola per kecamatan. Siaplah kita kerja, mudah-mudahan,” katanya.










