Kehadiran Azizah Salsha di Blora dan Reaksi Publik
Azizah Salsha, yang akrab disapa Zize, terlihat hadir di Blora, Jawa Tengah, untuk bertakziah atas kematian ayah Pratama Arhan, Bapak Sutrisno. Ia datang bersama ibu dan adiknya. Kehadirannya tersebut menarik perhatian publik, terlebih setelah video yang merekam momen Zize melayat ke rumah duka Pratama Arhan viral di berbagai platform media sosial.
Dalam rekaman tersebut, Zize terlihat mengenakan pakaian sederhana, yang ternyata merupakan baju yang ia kenakan langsung dari bandara tanpa penutup kepala. Meskipun tidak banyak kata yang terdengar jelas, suasana haru terlihat saat keluarga Zize memeluk ibunda Arhan yang tak henti-hentinya menangis dalam pelukan para pelayat. Namun, penampilan Zize tersebut justru menuai reaksi negatif dan komentar pedas dari sebagian warganet.
Penjelasan dari Azizah Salsha
Menanggapi sorotan dan komentar miring yang muncul, Zize segera memberikan klarifikasi tentang situasinya saat itu. Melalui unggahan di Instagram Story exclusive yang kemudian bocor ke publik, Zize membagikan percakapan yang menjelaskan kronologi kedatangannya. Ia mengungkapkan bahwa kabar ayahanda Arhan masuk ICU ia terima pada dini hari. Ia lantas langsung bertolak ke Blora di hari yang sama.
Nahas, di tengah perjalanan, ia mendapat kabar duka bahwa ayahanda Arhan telah mengembuskan napas terakhir. “Aku mau meluruskan sedikit. Awalnya aku menjenguk, tapi pas landing aku baru mendapat kabar duka. Jadi aku langsung dateng pake baju yang aku pakai dari airport,” tulis Zize, menjelaskan situasi yang ia hadapi. Ia lantas menutup klarifikasinya dengan ajakan untuk bersikap bijak. “Sama sekali gak ada maksud kurang menghormati almarhum maupun keluarga. Yuk kita sama-sama bisa lebih fokus dan wise untuk doakan almarhum.”
Tanggapan Ayah Zize: Pertanyaan atas ‘Cancel Culture’
Rentetan kritik dan ‘Cancel Culture’ yang menimpa Azizah Salsha tidak luput dari perhatian sang ayah, Andre Rosiade. Sebagai politisi Partai Gerindra, Andre Rosiade menanggapi keras reaksi netizen terhadap putrinya. Ia mengaku heran mengapa apapun yang dilakukan Zize selalu menjadi sasaran kebencian, bahkan hingga putrinya terakhir kali terkena ‘Cancel Culture’ secara masif.
Seruan boikot terhadap Zize sempat muncul ketika ia menjadi muse untuk brand sportswear Erspo, yang berujung pada pihak Erspo harus meminta maaf. Kini, giliran Andre Rosiade yang angkat bicara. Saat menjadi bintang tamu dalam siniar di kanal YouTube dr. Richard Lee, MARS, pada Rabu (12/11/2025), Andre, yang saat itu diwawancarai oleh Dokter Richard Lee sebagai host, secara langsung mempertanyakan motif kebencian publik.
“Saya tanya ke dokter, Azizah dosanya apa sih sama orang?” ucap Andre, dikutip Kamis (13/11/2025). Andre menegaskan, tindakannya ini bukan semata-mata membela Zize. Pria kelahiran 9 November 1978 ini hanya menginginkan jawaban yang lebih rasional atas gelombang kebencian publik yang tak kunjung mereda. “Saya nggak bela anak saya nih. Saya mau jawaban rasional aja sama dokter,” tukasnya.
Mengungkit Perceraian yang Berakhir Damai
Anggota DPR yang kini berusia 47 tahun itu bahkan mengungkit kembali kisah perceraian Azizah dan Arhan. Ia menyebutkan bahwa pasangan yang sempat menikah selama dua tahun itu telah resmi bercerai melalui putusan Majelis Hakim Pengadilan Agama Tigaraksa sejak 29 September 2025 lalu. Perceraian tersebut, lanjutnya, dilandasi atas ketidakcocokan, namun seluruh prosesnya berjalan damai dan berakhir dengan perpisahan secara baik-baik.
Oleh karena itu, bagi Andre, tidak ada alasan yang kuat atau logis bagi publik untuk menaruh rasa kesal berlebihan kepada putri sulungnya. “Mereka pisah, putusan pengadilan dokter udah pernah baca nggak? Berpisah baik-baik kan. Karena memang ketidakcocokan mereka berpisah baik-baik,” ujar Andre. Terakhir, Andre juga menceritakan bagaimana Azizah telah berulang kali memaafkan kesalahan orang lain yang melakukan perundungan di media sosial. “Ya Azizah kan selama ini udah banyak memaafkan orang dengan status TSK (tersangka), sudah (banyak dilaporin) dimaafin sama Azizah,” tuturnya.
Meski demikian, Andre menutup dengan menekankan pentingnya proses hukum sebagai pelajaran bagi yang lain. “Kadang-kadang supaya pembelajaran dikemudian hari orang jangan gampang memfitnah ya butuh juga ada yang masuk penjara,” tutupnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











