Perjalanan yang Penuh Makna
Pagi ini terasa berbeda. Udara masih dingin, matahari belum sepenuhnya menyapa bumi, tetapi hati Omjay sudah lebih dulu hangat. Anak dan istri bersiap ikut menemani Omjay dalam sebuah perjalanan yang bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati, kenangan, dan cita-cita.
Kami akan naik Kereta Matarmaja, kereta ekonomi legendaris yang dahulu menjadi saksi bisu perjuangan mahasiswa, dan kini kembali mengantarkan kami ke Kota Malang dalam rangka Temu Penulis KBMN PGRI, 21–23 Desember 2025.
Kereta Matarmaja bukan sekadar rangkaian gerbong besi. Ia adalah mesin waktu. Dulu, ketika Omjay masih mahasiswa dengan isi dompet yang sering lebih tipis dari buku catatan, kereta inilah yang setia mengantar ke Malang dengan biaya murah.
Duduk berdesakan, tidur setengah sadar, membawa mimpi besar tentang masa depan. Kini, puluhan tahun kemudian, Omjay kembali menaiki kereta yang sama—tetapi kali ini dengan peran yang berbeda: sebagai guru, penulis, penggerak literasi, dan yang paling membahagiakan, sebagai kepala keluarga.
Ada perasaan haru yang sulit dijelaskan ketika melihat anak dan istri ikut dalam perjalanan ini. Literasi ternyata tidak hanya bisa diwariskan lewat kata-kata, tetapi juga lewat teladan dan pengalaman nyata.
Mereka ikut menyaksikan bahwa menulis bukan sekadar hobi, melainkan jalan hidup. Bahwa guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga belajar sepanjang hayat. Bahwa perjalanan sederhana pun bisa menjadi pelajaran yang bermakna dan tak terlupakan.
Kota Malang, Tempat Kenangan dan Pertemuan
Kota Malang bukan kota asing bagi Omjay. Ia adalah kota kenangan, kota perjuangan, dan kini menjadi kota pertemuan hati para guru penulis dari seluruh Indonesia.
Temu Penulis KBMN PGRI bukan sekadar agenda organisasi. Ia adalah ruang silaturahmi, ruang berbagi cerita, ruang saling menguatkan di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.
Dari Aceh hingga Papua, dari kota besar hingga pelosok desa, para guru datang membawa satu kesamaan: cinta pada literasi dan keberanian untuk menulis.
Ada yang datang secara langsung ke kota Malang dan ada yang ikut lewat online melalui aplikasi zoom karena tidak bisa pergi secara langsung.
Alhamdulillah, antusiasme peserta sungguh luar biasa. Data yang masuk membuat hati ini berkali-kali mengucap syukur.
Dari Kota Batu dan Malang saja telah terdaftar 57 peserta, sementara di grup WhatsApp jumlahnya sudah lebih dari 55 orang yang aktif menyatakan siap hadir.
Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin semangat. Bukti bahwa menulis masih memiliki tempat di hati para guru.
Bukti bahwa KBMN PGRI bukan gerakan elitis, tetapi gerakan kolektif yang tumbuh dari bawah, dari kegelisahan dan harapan para pendidik.
Apresiasi kepada Semua Pihak
Di balik kesiapan dan semarak kegiatan ini, ada tangan-tangan luar biasa yang bekerja tanpa lelah.
Omjay beserta keluarga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh panitia pelaksana, khususnya di bawah komando Ibu Helwiyah yang luar biasa.
Kepemimpinannya penuh ketegasan, keteladanan, dan ketulusan. Menggerakkan panitia bukan perkara mudah, tetapi beliau melakukannya dengan hati. Tanpa banyak keluhan, tanpa mencari sorotan, namun hasil kerjanya nyata dan terasa.
Tak lupa, rasa hormat dan terima kasih Omjay sampaikan kepada Ibu Kanjeng Sri Sugiastuti, sosok yang selalu hadir dengan nasihat, doa, dan kebijaksanaan.
Dalam setiap proses, beliau mengingatkan kami agar tetap rendah hati, menjaga niat, dan menempatkan literasi sebagai jalan pengabdian, bukan sekadar pencapaian. Nasihat beliau menjadi penguat langkah agar KBMN PGRI tetap berjalan di rel yang benar.
Ucapan terima kasih yang tulus juga Omjay sampaikan kepada Klinik Mojosongo Solo dan Ibu Sri Utami yang dengan penuh ketulusan menyatakan siap ikut serta dan mendukung Temu Penulis KBMN PGRI di Malang.
Dukungan ini menjadi bukti bahwa literasi adalah gerakan lintas profesi. Ketika dunia kesehatan dan dunia pendidikan saling menguatkan, di situlah nilai kemanusiaan tumbuh dengan indah.
Apresiasi setinggi-tingginya juga Omjay haturkan kepada Melintas.id yang dengan komitmen penuh ikut menjadi sponsor media Temu Penulis KBMN PGRI.
Dukungan media adalah napas bagi gerakan literasi agar kisah-kisah baik para guru tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi menyebar luas dan menginspirasi lebih banyak orang. Melintas.id telah menjadi sahabat perjuangan guru penulis Indonesia.
Rasa hormat dan terima kasih yang mendalam Omjay sampaikan pula kepada Ibu Ketua Umum PB PGRI yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Temu Penulis KBMN PGRI ini dapat terselenggara.
Dukungan dari pimpinan tertinggi organisasi guru Indonesia menjadi penguat moral bahwa gerakan literasi guru adalah bagian penting dari perjuangan PGRI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Harapan untuk Masa Depan
Temu Penulis KBMN PGRI ini bukan tentang siapa yang paling hebat menulis, bukan tentang siapa yang paling banyak menerbitkan buku.
Kegiatan ini tentang keberanian untuk memulai, ketulusan untuk berbagi, dan kesediaan untuk terus belajar. Di sinilah guru-guru saling menyapa, saling menguatkan, dan saling mengingatkan bahwa tulisan bisa menjadi warisan yang melampaui usia.
Omjay meyakini, kegiatan ini bukanlah titik akhir, melainkan titik awal. Harapannya sederhana namun mendalam: KBMN PGRI menjadi lebih baik lagi di tahun 2026 yang akan datang—lebih inklusif, lebih berdampak, dan lebih membumi.
KBMN PGRI dapat menjadi tempat saling berbagi. Menjadi rumah bagi guru-guru yang ingin menulis dengan hati, bukan sekadar mengejar angka, sertifikat, atau pengakuan sesaat.
Kereta Matarmaja terus melaju. Rel-rel panjang seakan menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Di dalam gerbong sederhana itu, terlantun doa-doa yang lirih namun tulus: semoga perjalanan ini aman dan lancar, semoga acara berjalan sukses, dan semoga setiap peserta pulang membawa bukan hanya sertifikat, tetapi juga semangat baru untuk menulis dan mendidik dengan lebih bermakna.
Dan ketika kelak Kereta Matarmaja kembali melaju meninggalkan Malang, yang kami bawa pulang bukan sekadar koper dan kenangan, melainkan tekad yang kian menguat: bahwa menulis adalah jalan sunyi para guru untuk tetap bermakna.
Dari rel-rel sederhana inilah lahir mimpi-mimpi besar, dari pertemuan hati inilah literasi terus hidup. Semoga KBMN PGRI tak hanya tercatat dalam agenda, tetapi abadi dalam jiwa—mengalir dari kata ke karya, dari guru ke generasi, dari hari ini hingga masa depan Indonesia yang lebih beradab.
I love you all.
Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah – omjay
Guru blogger Indonesia
Blog
https://wijayalabs.com
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











