Wabah Penyakit Paling Mematikan dalam Sejarah
Wabah penyakit adalah bagian dari sejarah manusia yang penuh dengan kisah-kisah mengerikan. Meskipun pandemi Covid-19 menjadi salah satu wabah terbesar dalam sejarah, ada beberapa wabah lain yang juga menewaskan jutaan orang sebelum era modern. Berikut ini adalah lima wabah penyakit paling mematikan dalam sejarah sebelum era Covid-19.
1. Wabah Antonine (165–180 SM)
Wabah Antonine diyakini telah menewaskan sekitar 5 juta orang. Seperti virus corona, wabah ini juga diduga berasal dari Tiongkok. Wabah ini menyebar melalui tentara Romawi yang kembali dari perang di Mesopotamia. Mereka mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk, dan bentol-bentol merah di tubuh. Wabah ini akhirnya menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi, termasuk mengakibatkan kematian Kaisar Marcus Aurelius.
Gejalanya, seperti yang dicatat oleh dokter ternama Galen, termasuk diare, demam, dan papula. Menurut mitos pada masa itu, wabah ini dimulai ketika seorang prajurit Romawi membuka peti mati emas di kuil Apollo, sehingga membebaskan kutukan yang mengakibatkan wabah tersebut.
2. Wabah Justinian (540–542 SM)
Wabah Justinian menewaskan sekitar 25 juta orang. Diduga berasal dari kapal dagang yang membawa tikus dan kutu. Wabah ini disebarkan oleh bakteri Yersinia pestis, yang menyebabkan penyakit pes. Gejalanya termasuk nanah di tubuh dan demam tinggi.
Peneliti percaya bahwa wabah ini terus muncul di Eropa, Asia, dan Afrika selama bertahun-tahun setelah kemunculan awalnya pada tahun 541 M. Dalam waktu singkat, wabah ini menghabiskan rata-rata 100.000 nyawa per hari. Mitos menyebutkan bahwa wabah ini mulai dari orang-orang Mesir di Pelusium, lalu menyebar ke seluruh dunia.
3. HIV/AIDS (2005–2012)
HIV/AIDS adalah wabah yang menewaskan 36 juta orang. Diduga berasal dari Kongo, ketika virus ditularkan dari simpanse ke manusia pada tahun 1920. Wabah ini mulai menyebar di Amerika pada awal tahun 80-an, meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa HIV/AIDS sudah ada di New York City sejak 1970-an.
Pada 1981, kasus kanker langka dan infeksi paru-paru mulai muncul pada pria gay. Pada 1982, pengguna heroin juga mulai terinfeksi. Pada tahun itu, kondisi ini diberi nama AIDS. WHO dan CDC menggambarkannya sebagai epidemi global.
Menurut UNAIDS, jumlah kematian mencapai 36 juta orang. Puncaknya terjadi pada 2005 dengan 2,3 juta kematian. Daerah terparah adalah Afrika Sub-Sahara. Namun, dengan perkembangan obat antivirus dan pengobatan pencegahan PrEP, jumlah infeksi mulai menurun.
4. Flu Spanyol (1918–1920)
Flu Spanyol adalah wabah terburuk dalam sejarah, menewaskan 50 juta orang. Virus H1N1 menyebar ke sepertiga populasi bumi. Saat itu, tidak ada vaksin, sehingga masyarakat hanya bisa melakukan karantina, menjaga jarak sosial, dan mencuci tangan.
Wabah ini pertama kali muncul di rumah sakit militer Inggris pada 1916. Penyakit ini menyebar cepat melalui parit Perang Dunia I yang dingin dan basah. Banyak kota di AS mewajibkan penggunaan masker untuk mencegah penularan.
5. Kematian Hitam (1347–1353)
Kematian Hitam, atau wabah pes, menewaskan antara 50 juta hingga 200 juta orang. Diduga berasal dari Asia, wabah ini menyebar melalui gerakan Golden Horde Batu Khan. Selama pengepungan Caffa, banyak orang meninggal akibat wabah ini.
Wabah ini menyebar ke Eropa melalui kapal-kapal dari Laut Hitam. Orang-orang yang terinfeksi menunjukkan gejala seperti demam tinggi, muntah, dan bubo berisi nanah. Penyakit ini disebarkan oleh kutu dari tikus ke manusia.
Meskipun masih ada keraguan tentang penyebab pastinya, Kematian Hitam menyebar lebih cepat daripada pandemi saat ini. Samuel K Cohn, seorang profesor sejarah, mengatakan bahwa wabah ini hanya bisa menyebar secepat orang dan kuda bergerak, sehingga lebih lambat dibandingkan penyebaran virus corona melalui pesawat.











