"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Mengapa Chelsea Lepas Enzo Maresca di Awal 2026

Pemecatan Enzo Maresca dari Chelsea

Pada awal tahun 2026, Chelsea mengumumkan pengunduran diri Enzo Maresca dari jabatan pelatih kepala. Keputusan ini diumumkan melalui laman resmi klub pada hari Kamis, 1 Januari 2026. Dalam pernyataan resmi, Chelsea menyampaikan apresiasi atas kontribusi Maresca selama masa kepemimpinannya. “Chelsea Football Club dan pelatih kepala Enzo Maresca telah resmi mengakhiri kerja sama. Selama masa kepemimpinannya di klub, Enzo berhasil membawa tim meraih kesuksesan di Liga Conference dan Piala Dunia antar Klub,” tulis klub dalam akun Instagramnya.

Pencapaian tersebut akan tetap menjadi bagian penting dalam sejarah klub ini dan kami mengucapkan terima kasih atas sumbangsih Maresca bagi Chelsea. Dengan sejumlah target penting yang masih dikejar di empat kompetisi, termasuk upaya lolos ke Liga Champions, Enzo dan pihak klub meyakini bahwa perubahan ini memberikan peluang terbaik bagi tim untuk mengembalikan musim ke jalur yang tepat.

Isu pemecatan Maresca sebenarnya telah beredar dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah laporan menyebutkan pelatih asal Italia itu tak lagi akan mendampingi Chelsea saat menghadapi Manchester City pada Minggu, 4 Januari mendatang.

Beberapa media seperti The Guardian dan ESPN menyebut bahwa kepergian Maresca berkaitan dengan pengakuannya kepada manajemen klub bahwa ia sempat melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan Manchester City mengenai kemungkinan menggantikan Pep Guardiola. Maresca disebut menyampaikan hal tersebut dua kali pada akhir Oktober dan kembali beberapa hari setelah kemenangan Chelsea atas Everton pada 13 Desember 2025.

Hubungan Maresca dengan jajaran direksi Chelsea mulai merenggang sejak bulan lalu. Meski terdapat ketidakpuasan terhadap sejumlah keputusannya di lapangan, persoalan utama justru berkaitan dengan sikapnya di luar pertandingan. Situasi kian tidak stabil setelah Maresca melontarkan komentar bahwa ia mengalami “48 jam terburuk” di klub, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Maresca pernah menjadi asisten Guardiola di Manchester City pada musim 2022–2023. Sumber internal menyebutkan bahwa ia mencoba menggunakan ketertarikan dari Juventus dan City sebagai alat tawar untuk menegosiasikan kontrak baru. Padahal, kontraknya di Chelsea masih berlaku hingga Juni 2029. Seperti dikutip dari The Guardian, manajemen klub menilai langkah tersebut tidak pantas dan menolak membuka pembicaraan.

Pelatih yang menangani Chelsea selama 18 bulan itu disebut telah berpamitan dengan staf dan pemain pada Kamis pagi, 1 Januari 2025. Chelsea saat ini berada di peringkat kelima klasemen Liga Inggris setelah hanya meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Manchester City akhir pekan ini.

Situasi Maresca kian tertekan setelah ia mendapat cemoohan dari pendukung Stamford Bridge seusai hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth. Klub juga dibuat heran oleh pernyataannya yang menyebut bahwa banyak orang tidak mendukungnya menjelang laga melawan Everton. Pernyataan-pernyataan tersebut dipandang sebagai gambaran ketidakpuasannya terhadap proyek Chelsea.

Menurut sumber yang mengetahui situasi internal klub, konflik juga dipicu oleh desakan Maresca agar diberi keleluasaan mengabaikan rekomendasi tim medis. Chelsea menerapkan kebijakan rotasi ketat untuk mencegah cedera. Klub menegaskan bahwa pelatih kepala tidak bisa mengesampingkan protokol medis, terutama terkait pemain dengan riwayat cedera seperti Reece James, Pedro Neto, dan Wesley Fofana. Cole Palmer juga mengalami masalah cedera musim ini dan tidak mampu bermain tiga laga penuh dalam sepekan.

Ketegangan meningkat setelah Maresca dinilai kerap mengabaikan data medis klub, termasuk ketika menurunkan Reece James dalam tiga pertandingan penuh dalam sepekan. Chelsea tidak terpengaruh dengan munculnya nama Maresca sebagai calon pengganti Guardiola. Namun, The Blues sadar bahwa Maresca menginginkan kewenangan yang lebih besar dalam struktur klub.

Di internal Chelsea berkembang keyakinan bahwa situasi tersebut memengaruhi performa tim. Musim ini, Chelsea telah kehilangan 15 poin dari posisi unggul di Liga Inggris. Sebanyak 13 laga di antaranya terjadi di kandang. Ketegangan bertambah setelah Maresca absen dari konferensi pers usai laga melawan Bournemouth, yang kemudian diwakili asistennya, Willy Caballero.

Awalnya, Chelsea berencana mengevaluasi posisi Maresca pada akhir musim. Namun kesabaran manajemen habis pada Rabu malam. Klub kini mencari pelatih kepala permanen kelima sejak diambil alih Todd Boehly dan Clearlake Capital pada Mei 2022.

Manajer Strasbourg, Liam Rosenior, disebut sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan Maresca. Selain itu, nama pelatih Porto Francesco Farioli dan pelatih Minnesota United Eric Ramsay juga masuk dalam radar. Chelsea berharap dapat menunjuk pelatih baru dalam beberapa hari ke depan, meski tidak menutup kemungkinan menunjuk pelatih interim untuk laga di Etihad Stadium.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *