"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Siapa Sitok Srengenge? Mengapa Foto Bersama Sal Priadi Jadi Kontroversi?

Nama Sitok Srengenge Kembali Jadi Perbincangan

Nama Sitok Srengenge kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Selain itu, polemik ini ikut menyeret penyanyi Sal Priadi yang mendadak dihujat publik. Pemicu utamanya adalah foto kebersamaan mereka yang beredar luas dan memicu kemarahan warganet.

Di sisi lain, publik mempertanyakan sensitivitas figur publik terhadap isu kekerasan seksual. Apalagi, Sitok Srengenge memiliki rekam jejak kasus serius yang pernah mengguncang dunia sastra dan seni Indonesia.

Awal Mula Foto yang Memicu Kontroversi

Polemik bermula ketika sebuah foto lama Sal Priadi bersama Sitok Srengenge kembali muncul ke permukaan. Foto tersebut diketahui berasal dari unggahan Sitok Srengenge pada 17 November 2025.

Selain itu, unggahan tersebut dilengkapi caption panjang yang menggambarkan pertemuan mereka sebagai obrolan santai seputar seni. Sitok menulis bahwa mereka berdiskusi tentang lirik lagu, puisi, hingga sisi “berbahaya” dalam kesenian.

Misalnya, Sitok menyebut Sal Priadi sempat membacakan puisi, sementara dirinya mendengarkan sambil berbaring santai. Namun, narasi tersebut justru memicu kemarahan publik karena dianggap menormalkan figur dengan riwayat dugaan kekerasan seksual.

Reaksi Keras Publik dan Nama Sal Priadi Trending

Tak lama setelah foto itu kembali viral, nama Sal Priadi langsung menjadi trending di platform X. Di sisi lain, warganet mempertanyakan sikap Sal yang dinilai kurang peka terhadap trauma korban kekerasan seksual.

Selain itu, banyak pihak menilai bahwa berfoto bersama Sitok Srengenge dapat dibaca sebagai bentuk legitimasi sosial. Meski demikian, sebagian warganet juga meminta publik menunggu klarifikasi langsung dari Sal Priadi.

Klarifikasi Sal Priadi: Tidak Membela dan Tidak Tahu Konteks

Menanggapi gelombang kritik, Sal Priadi akhirnya angkat bicara melalui akun X pribadinya pada Rabu, 31 Desember 2025. Ia membuka pernyataannya dengan kalimat singkat, “Ngasih konteks doang.”

Selain itu, Sal menjelaskan bahwa kunjungan tersebut terjadi di rumah anak Sitok Srengenge, bukan dalam acara publik atau forum seni terbuka. Ia mengaku datang sebagai tamu, bertemu orang tua di rumah tersebut, dan berbincang secara wajar.

Di sisi lain, Sal menyatakan dirinya diajak berfoto tanpa mengetahui bahwa unggahan tersebut akan dikaitkan kembali dengan kasus hukum Sitok Srengenge. Setelah polemik mencuat, Sal menegaskan bahwa dirinya tidak membela siapa pun yang terlibat kekerasan seksual.

“Kalau ada pihak yang melintir-melintir, itu urusan dia,” tulis Sal Priadi dengan nada tegas. Selain itu, ia menegaskan sikap pribadinya yang sangat keras terhadap pelaku kekerasan seksual dan menyebut kejadian ini sebagai pelajaran penting agar lebih berhati-hati ke depan.

Sitok Srengenge Kasus Apa? Ini Latar Belakang Lengkapnya

Pertanyaan Sitok Srengenge kasus apa kembali ramai dicari publik. Kasus tersebut bermula pada November 2013, ketika seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia berinisial RW melaporkan dugaan pemerkosaan ke Polda Metro Jaya.

Selain itu, korban mengaku mengalami kehamilan setelah pertemuan yang berkaitan dengan aktivitas akademik dan seni. Setelah proses penyelidikan, pada 6 Oktober 2014, kepolisian resmi menetapkan Sitok Srengenge sebagai tersangka.

Ia dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 286 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang persetubuhan dengan perempuan dalam kondisi tidak berdaya. Di sisi lain, Sitok juga dikenakan Pasal 294 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait perbuatan cabul.

Kasus tersebut berjalan lambat karena kendala pembuktian dan berkas perkara yang berulang kali dikembalikan. Namun, akibat tekanan publik, Sitok mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kurator Komunitas Salihara dan mengalami penolakan sosial dalam berbagai kegiatan seni.

Profil Singkat Sitok Srengenge

Sitok Srengenge, yang memiliki nama asli Sunarto, lahir pada 22 Agustus 1965. Ia dikenal sebagai sastrawan Indonesia yang aktif menulis puisi, novel, dan esai. Selain itu, karyanya banyak dimuat di media nasional maupun internasional, termasuk di Amerika Serikat, Belanda, dan Australia.

Di sisi lain, Sitok juga memiliki latar belakang seni teater yang kuat. Ia pernah magang di kelompok teater pimpinan Arifin C. Noer, Putu Wijaya, Teguh Karya, dan W.S. Rendra. Bahkan, ia tercatat sebagai alumni International Writing Program University of Iowa dan Hong Kong Baptist University.

Meski dikenal produktif, nama Sitok Srengenge hingga kini kerap dijadikan contoh rumitnya penegakan hukum dalam kasus kekerasan seksual di Indonesia.

Refleksi Publik atas Polemik Ini

Polemik foto Sal Priadi dan Sitok Srengenge menjadi cermin sensitifnya isu kekerasan seksual di ruang publik. Selain itu, kasus ini menunjukkan bahwa figur publik dituntut lebih berhati-hati dalam bersikap, terutama ketika bersinggungan dengan sosok bersejarah kelam.

Di sisi lain, diskusi publik yang muncul juga membuka ruang refleksi tentang empati terhadap korban dan pentingnya tanggung jawab sosial dalam dunia seni dan hiburan.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *