"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

PSIM Yogyakarta Tak Menang dalam Tiga Laga, Van Gastel Tetap Optimis

PSIM Yogyakarta Menghadapi Tantangan di BRI Super League 2025/2026

PSIM Yogyakarta, yang berlaga dalam kompetisi BRI Super League 2025/2026, tengah mengalami penurunan performa. Dalam tiga laga terakhir, Laskar Mataram belum mampu meraih kemenangan setelah hanya mencatat dua hasil imbang dan satu kekalahan. Rentetan hasil tersebut membuat posisi PSIM Yogyakarta untuk sementara melorot ke peringkat keenam klasemen.

Hingga pekan ke-15, tim promosi itu mengoleksi 24 poin hasil dari enam kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan. Meski grafik performa menurun, catatan PSIM Yogyakarta sejatinya masih terbilang kompetitif. Jumlah kekalahan mereka sama dengan tim-tim papan atas seperti Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta yang juga baru menelan tiga kekalahan sejauh musim ini.

Masih Di Jalur Positif

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menilai performa anak asuhnya masih berada di jalur yang positif, terutama jika melihat status PSIM sebagai tim promosi. “Kami memang tidak menang dalam tiga laga terakhir. Tapi sejauh ini kami juga baru kalah tiga kali. Catatan itu sama dengan Persib Bandung dan Borneo FC,” ujar Van Gastel, Kamis (1/1/2026).

Menurut pelatih asal Belanda itu, perbedaan utama antara PSIM dan tim-tim papan atas bukan pada jumlah kekalahan, melainkan jumlah kemenangan. “Perbedaannya adalah jumlah kemenangan. Mereka menang lebih banyak, kami menang lebih sedikit. Tapi kami juga tidak banyak kalah, hanya tiga kali,” lanjutnya.

Van Gastel menegaskan bahwa performa PSIM Yogyakarta sejauh ini masih patut diapresiasi. Ia menilai banyaknya hasil imbang menjadi faktor yang membuat posisi PSIM tertahan di papan tengah. “Yang membedakan hanyalah jumlah hasil imbang. Mereka tidak sebanyak kami. Tapi kalau melihat kami sebagai tim promosi, performa sejauh ini masih sangat baik,” tegasnya.

Nermin Haljeta Puasa Gol 450 Menit

Di sisi lain, PSIM Yogyakarta kini hanya menyisakan satu striker murni setelah resmi melepas Rafael De Sa Rodrigues atau Rafinha ke PSIS Semarang. Satu-satunya penyerang yang tersedia adalah Nermin Haljeta, striker asal Slovenia yang hingga kini masih dipercaya menjadi ujung tombak Laskar Mataram.

Haljeta datang ke Kota Gudeg dengan reputasi mentereng. Ia berstatus top skor PSM Makassar pada musim lalu dengan torehan 12 gol. Seluruh gol tersebut dicetak dari dalam kotak penalti, berkat kecermatannya membaca ruang dan penempatan posisi.

Pada BRI Super League 2025/2026, Haljeta telah tampil dalam 15 pertandingan dari total 15 laga yang dilakoni PSIM Yogyakarta. Ia mencetak empat gol bagi tim. Namun, produktivitasnya belakangan mengalami penurunan. Gol terakhir Haljeta tercipta dua bulan lalu, tepatnya saat PSIM menundukkan Persik Kediri dengan skor 2-1 di Stadion Sultan Agung, Jumat (31/10/2025). Pada laga tersebut, striker jangkung itu mencetak gol pada menit ke-49.

Setelah laga itu, Haljeta gagal menambah pundi-pundi golnya dalam lima pertandingan beruntun, masing-masing saat menghadapi Persis Solo, Bhayangkara FC, Persija Jakarta, Persijap Jepara, dan PSBS Biak. Kondisi tersebut membuat Haljeta tercatat puasa gol selama 450 menit.

Van Gastel Tak Khawatir

Meski demikian, pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menegaskan dirinya tidak khawatir dengan performa sang striker. “Nermin sedang bekerja keras untuk berkembang. Dia tidak mencetak gol beberapa pertandingan terakhir, tapi saya tidak khawatir,” ujar Van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu menilai kontribusi Haljeta bagi tim tidak semata diukur dari jumlah gol. Menurutnya, Haljeta memiliki peran penting dalam skema permainan PSIM, terutama sebagai garis pertahanan pertama saat tim kehilangan bola. “Dia bekerja keras setiap hari. Kontribusinya sangat penting karena dia adalah pertahanan pertama yang kita miliki. Dia melakukan banyak pekerjaan untuk tim,” katanya.

Van Gastel menyebut, beban kerja yang cukup berat kerap membuat Haljeta kelelahan ketika masuk ke area kotak penalti lawan, sehingga memengaruhi pengambilan keputusan saat penyelesaian akhir. “Mungkin ketika dia masuk ke kotak penalti untuk finishing, dia agak sedikit lelah. Itu bisa memengaruhi keputusannya,” bela Van Gastel.

Meski demikian, ia optimistis gol akan kembali datang untuk Haljeta selama sang pemain terus bekerja keras dan meningkatkan performanya. “Gol-nya akan datang. Mungkin dia tidak akan mencetak 15 gol, tapi selama dia terus bekerja keras, gol itu akan datang. Saya tidak khawatir,” tegasnya.

Jadwal Berikutnya

Terdekat, Laskar Mataram akan kedatangan tamu jauh dari Sumatra yakni menghadapi Semen Padang FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1/2026).

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *