Pandji Pragiwaksono Menegaskan Kondisi Baik di Tengah Sorotan Publik
Pandji Pragiwaksono, seorang komika ternama, menegaskan bahwa dirinya dalam kondisi baik meskipun sedang menjadi perhatian publik setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penistaan agama. Ia juga menjelaskan aktivitasnya setelah siaran dan keinginannya untuk segera pulang ke keluarga, serta merespons pelaporan atas materi komedinya.
Laporan Terhadap Materi Stand Up Comedy
Laporan tersebut diajukan oleh Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea. Pertunjukan tersebut digelar di Indonesia Arena, Senayan, pada 30 Agustus 2025, dan ditayangkan secara digital pada 27 Desember 2025.
Melalui video di Instagram, Pandji menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat yang telah memberikan doa dan dukungan. “Hai, apa kabar Indonesia. Gue cuma mau bilang terima kasih untuk dukungannya. Doanya banyak banget, banyak yang ngedoain yang baik-baik ke gue,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Dalam video tersebut, Pandji terlihat berjalan kaki pada malam hari di New York. Ia mengenakan kupluk dan hoodie hitam, sembari menegaskan bahwa kondisinya dalam keadaan baik.
Usai Mengisi Siaran, Ingin Pulang ke Keluarga
Pandji juga mengungkapkan aktivitasnya sebelum merekam video tersebut. Ia mengaku baru saja mengisi siaran dan tengah dalam perjalanan pulang ke rumah. “Gue lagi di New York, abis ngisi siaran dan sekarang mau balik ke rumah. Lapar. Mau balik ke anak-anak dan istri dan makan malam sama mereka,” katanya.
Tak lupa, Pandji mendoakan para pengikutnya agar selalu sehat dan kembali menyampaikan apresiasi atas dukungan terhadap dunia stand up comedy. “Moga-moga gue masih bisa banyak perkomedian buat kalian,” ucapnya.
Respon PP Muhammadiyah
Menanggapi pelaporan tersebut, Ketua Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum PP Muhammadiyah, Edy Kuscahyanto, menegaskan bahwa Aliansi Muda Muhammadiyah bukanlah organisasi resmi Muhammadiyah. Ia juga menyatakan bahwa laporan terhadap Pandji tidak mencerminkan sikap resmi Muhammadiyah sebagai organisasi.
“Memang pelaporan itu bukan sikap resmi. Aliansi Muda Muhammadiyah juga bukan organisasi resmi di Muhammadiyah,” kata Edy, dikutip dari Kompas.com, Jumat (9/1/2026).
Edy menambahkan, pernyataan resmi Muhammadiyah hanya dapat disampaikan oleh Ketua Umum atau Sekretaris Jenderal. “Mereka hanya individu yang mengatasnamakan Muhammadiyah,” tegasnya.
Respon PBNU
Sikap serupa juga disampaikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menegaskan bahwa kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU bukan bagian dari struktur PBNU. Ia menyebut tidak ada lembaga, badan otonom, maupun perkumpulan resmi NU dengan nama Angkatan Muda NU.
“Kalau representasi PBNU jelas tidak,” ujar Gus Ulil, dikutip dari NU Online melalui Tribunnews.com, Kamis (8/1/2026). Menurutnya, fenomena penggunaan nama NU oleh berbagai kelompok sudah sering terjadi, mengingat NU merupakan organisasi besar dan terbuka.
“Sejak dulu banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Karena NU sifatnya terbuka, siapa saja bisa bikin lembaga atas nama NU,” jelasnya.
Gus Ulil: Humor Dibutuhkan Masyarakat
Gus Ulil juga menyoroti pentingnya humor di tengah kehidupan sosial. Ia menyayangkan apabila seorang komedian yang bertugas menghibur masyarakat justru harus menghadapi proses hukum.
“Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pandangan PBNU bahwa ruang humor dan ekspresi seni perlu dijaga, tanpa mengesampingkan kehati-hatian dalam menyikapi perbedaan pandangan di ruang publik.











