Penyebab Kourtney Kardashian Tidak Menggunakan Deodoran Selama Menyusui
Kourtney Kardashian, salah satu anggota keluarga Kardashian yang terkenal dengan gaya hidupnya yang konsisten pada kealamian dan kesehatan, diketahui memilih untuk tidak menggunakan deodoran selama masa menyusui. Hal ini bukan tanpa alasan, karena ia percaya bahwa bahan kimia dalam deodoran bisa berdampak negatif pada proses menyusui dan bayi. Berikut penjelasannya.
1. Tidak Memakai Deodoran Saat Menyusui
Kourtney Kardashian dikenal menghindari penggunaan deodoran selama masa tertentu, terutama saat menyusui. Dalam sebuah acara Kourtney & Kim Take Miami tahun 2013, Khloe Kardashian sempat menyentuh topik ini. Ia mengungkapkan bahwa aroma tubuh Kourtney berubah selama kehamilannya. Kourtney sendiri memilih untuk tidak menggunakan deodoran karena khawatir produk tersebut dapat memengaruhi kualitas ASI dan kesehatan bayi.
2. Gaya Hidup Holistik dan Alami

Selain menolak deodoran, Kourtney juga menerapkan gaya hidup holistik dan alami dalam membesarkan anak-anaknya. Ia lebih memilih pendekatan pengasuhan yang fokus pada hubungan antara orang tua dan anak. Tujuannya adalah agar anak merasa aman dan percaya diri. Pola asuh ini mencerminkan komitmen Kourtney terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak secara keseluruhan.
3. Kekekhawatiran Terhadap Bahan Kimia

Kourtney mengkhawatirkan kandungan bahan kimia dalam deodoran, terutama selama masa kehamilan hingga menyusui. Banyak ibu menyusui memilih tindakan serupa untuk meminimalkan paparan bahan kimia yang terserap melalui kulit. Meskipun para ahli mengatakan sebagian besar deodoran aman digunakan selama kehamilan dan menyusui, Kourtney tetap memilih untuk menghindarinya.
4. Dampak Penggunaan Deodoran Saat Menyusui

Meski penggunaan deodoran saat menyusui merupakan pilihan individu, Kourtney memilih untuk tidak menggunakan deodoran karena khawatir bahan kimia dalam produk tersebut bisa masuk ke dalam ASI. Beberapa alasan lainnya termasuk:
- Kontak bayi dengan kulit: Bayi yang baru lahir sering berada di dekat dada ibu, sehingga penting untuk menghindari aroma atau residu yang menyengat.
- Sensitivitas pasca persalinan: Banyak ibu mengalami kulit yang lebih sensitif setelah melahirkan, sehingga perlu menghindari bahan keras yang bisa menyebabkan iritasi.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), produk deodoran dan perawatan kulit lainnya umumnya aman bagi ibu menyusui selama tidak mengandung bahan berisiko tinggi atau alergen.
5. Produk Deodoran yang Harus Dihindari

Deodoran yang harus dihindari oleh ibu menyusui adalah yang mengandung:
- Aluminium klorohidrat dan aluminium klorida: Bahan ini sering ditemukan dalam deodoran dan dipercaya bisa berdampak buruk jika terserap melalui kulit.
- Paraben: Pengawet yang bisa mengganggu hormon dan disarankan untuk dihindari.
- Ftalat: Ditemukan dalam parfum dan bisa merangsang indra bayi secara berlebihan.
Jika masih khawatir, ibu menyusui bisa mempertimbangkan penggunaan deodoran alami yang dirancang untuk menghilangkan bau tanpa mengganggu proses alami tubuh.
6. Bau Badan Dipengaruhi Perubahan Hormon

Bau badan selama kehamilan dan menyusui adalah hal wajar. Dilansir dari Mayo Clinic, perubahan bau badan pada ibu hamil disebabkan oleh fluktuasi hormon. Jika ingin menggunakan deodoran, pastikan untuk memeriksa kandungan bahan atau berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Rekomendasi Deodoran Alami untuk Ibu Menyusui
Berikut beberapa rekomendasi deodoran alami yang aman untuk ibu menyusui:
- Deodoran Tanpa Alkohol: Cocok untuk kulit sensitif dan memberikan rasa nyaman.
- Deodoran Tanpa Aluminium: Aman untuk digunakan dan tidak mengganggu proses alami tubuh.
- Deodoran Berbahan Alami: Membantu menghilangkan bau tanpa bahan kimia berbahaya.











