"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Kento Momota Umumkan Pernikahan, Viktor Axelsen Beri Ucapan Selamat

Kento Momota Mengumumkan Pernikahan, Berbagi Perjalanan Karier yang Penuh Tantangan

Mantan pemain tunggal putra Jepang, Kento Momota, memberikan kabar gembira setelah beberapa waktu lalu tampil dalam turnamen ekshibisi King Cup 2025 di China. Pria berusia 31 tahun ini mengonfirmasi bahwa dirinya telah berubah status dari lajang menjadi seorang suami. Ia mengumumkan pernikahannya melalui platform media sosial pada hari Jumat (9/1/2026) atau hari ini.

Meski tidak mengungkapkan identitas istri atau membagikan foto pernikahan, Momota memposting gambar tangan mereka berdua dengan cincin pernikahan di jari. Dalam unggahannya, ia menulis: “Kepada semua orang yang selalu mendukung saya, saya ingin berbagi beberapa berita pribadi bahwa saya telah resmi mendaftarkan pernikahan saya.” Ia juga menyampaikan rasa syukur dan tekad untuk terus menjalani hidup dengan tanggung jawab serta tetap jujur pada diri sendiri.

Ucapan selamat dari Viktor Axelsen, pebulu tangkis asal Denmark, langsung dibalas oleh Momota dengan ucapan terima kasih. Sebelumnya, Momota telah mengumumkan pensiunnya pada April 2024 setelah berjuang keras untuk kembali ke performa terbaiknya setelah kecelakaan lalu lintas pada 2020. Saat itu, kecelakaan terjadi tak lama setelah ia memenangkan gelar Malaysia Masters.

Meskipun sudah pensiun, Momota tetap aktif di lapangan dengan tampil dalam turnamen ekshibisi. Baru-baru ini, ia berkompetisi di King Cup yang diselenggarakan oleh Lin Dan di Shenzhen dua minggu lalu. Ia bahkan sempat mengisyaratkan akan kembali bermain ketika menghadiri perayaan seratus tahun Asosiasi Bulu Tangkis Penang (PBA) pada November.

Setelah pensiun, Momota fokus menjadi pelatih di klub bulu tangkis yang membesarkannya, NTT East. Di sana, ia menjadi inspirasi bagi para pebulu tangkis muda. Dalam wawancara terbarunya, ia berbagi pengalaman dan kesibukannya setelah pensiun.

Kisah Perjalanan Karier yang Penuh Tantangan

Momota adalah raja bulu tangkis yang berkuasa dengan singkat. Selama kariernya, ada tiga bencana besar yang menimpa mantan pemain kidal tersebut. Pertama, saat masih junior, ia sedang berlatih di Indonesia pada tahun 2011. Saat itu, kampung halamannya dilanda gempa dan tsunami besar. Belum lagi masalah kebocoran nuklir yang membuatnya harus berpindah tempat latihan.

Musibah kedua terjadi karena kecerobohan Momota bermain judi ilegal bersama seniornya, Kenichi Tago. Saat itu, ia berada di peringkat dua dunia dan didiskualifikasi hingga gagal tampil di Olimpiade Rio 2016. “Saat itulah saya menyadari betapa naif dan bodohnya saya,” ujarnya.

Setelah mendapat kesempatan kedua, Momota comeback dengan brilian. Pada 2018 dan 2019, ia meraih gelar juara dunia dan merajai BWF World Tour sepanjang musim. Bahkan, ia mencatatkan rekor sebagai tunggal putra paling sukses dengan 11 gelar dalam satu kalender musim kompetisi BWF.

Namun, kesuksesan itu hanya bertahan singkat. Pada 2020, momen yang seharusnya menjadi tahun emas bagi Momota justru berakhir dengan kecelakaan. Setelah menjuarai Malaysia Masters 2020, ia mengalami retak di rongga mata kanan yang membuat pandangannya kabur. “Saya beruntung masih hidup. Namun, penglihatan ganda saat melihat kok membuat saya hampir tidak mungkin bermain secara normal lagi,” ujarnya.

Setelah masa pemulihan akibat pandemi, Momota gagal tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Ia kalah dari Heo Kwang-hee, pemain nonunggulan Korea Selatan, dan gagal lolos ke fase knock-out. “Saya tahu saya tidak bisa menang. Tubuh saya tidak bisa mengikuti pikiran saya lagi,” ujar Momota. Ia menyadari bahwa kadang-kadang harus menerima diri yang tidak sempurna.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *