Profil Lengkap Kuncoro, Asisten Pelatih Arema FC yang Meninggal Dunia
Kuncoro adalah sosok yang sangat dikenal dalam dunia sepak bola Indonesia, khususnya di kota Malang. Ia lahir pada 7 Maret 1973 di Malang, Indonesia, dan telah berusia 51 tahun. Sebagai pelatih sepak bola asli Malang, Kuncoro memiliki peran penting dalam berbagai kejuaraan dan pertandingan yang diikuti oleh Arema FC.
Awal Karier sebagai Asisten Pelatih Arema FC
Karier Kuncoro dimulai pada 1 November 2011 ketika ia ditunjuk sebagai asisten pelatih Arema FC. Pada masa itu, ia bekerja bersama sejumlah pelatih terkenal seperti Milomir Seslija, Eduardo Almeida, Suharno, Joko Susilo, Milan Petrovic, Aji Santoso, Rahmad Darmawan, Mario Gomez, FX Yanuar, dan Charis Yulianto. Kuncoro kemudian menjabat sebagai asisten pelatih Arema Cronus hingga 1 Juli 2013.
Pada periode 1 Maret 2020 hingga 1 April 2020, Kuncoro sempat menjadi pelatih interim Arema FC. Setelah itu, ia beralih menjadi pelatih fisik Arema FC selama musim 2022/2023, mendampingi Eduardo Almeida, Javier Roca, Joko Susilo, dan Putu Gede.
Rekam Jejak Kepelatihan Kuncoro
Kuncoro memiliki rekam jejak yang cukup panjang dalam dunia sepak bola. Setelah Arema FC resmi berpisah dengan Joel Cornelli, Kuncoro pun lantas didapuk menjadi pelatih interim Arema FC menggantikan sosok pelatih asal Brasil tersebut. Pada 19 Desember 2024, ia resmi menjabat sebagai pelatih interim Arema FC.
Ia memimpin Arema FC saat melawan PSBS Biak pada matchday ke-16 Liga 1 2024/2025. Kemenangan Arema FC pada laga tersebut menjadi kemenangan perdana bagi Kuncoro selama melatih Arema FC.
Dalam statistiknya, Kuncoro mencatatkan 2 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 1 kali kalah dengan perolehan 7 poin dari 4 pertandingan di Liga Nasional. Di Kejuaraan/Piala Nasional, ia hanya mencatatkan 1 hasil imbang dan 1 kekalahan dengan total 1 poin dari 2 pertandingan.
Selain itu, Kuncoro berhasil membawa Arema FC meraih gelar juara Indonesian League Cup sebanyak 2 kali, yaitu pada musim 2021/2022 dan 2023/2024.
Kecelakaan yang Mengakhiri Kehidupannya
Kuncoro meninggal dunia setelah mengalami kejang usai menjalani pertandingan di Stadion Gajayana Malang. Saat kejadian, ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
Perjalanan Sepak Bola Kuncoro Sebagai Pemain
Sebelum menjadi pelatih, Kuncoro pernah bermain untuk beberapa klub. Ia tercatat sebagai penggawa Arema di tahun 1991–1996. Selain di Arema FC, Kuncoro juga pernah berkostum Assyabaab Salim Group Surabaya, Mitra Surabaya, Persija Jakarta, dan PSM Makassar.
Ia kembali ke Arema pada tahun 2001, lalu keluar lagi ke klub lain. Beberapa klub yang pernah dibelanya antara lain Gelora Putra Delta, Perseden Denpasar, Persik Kediri, Persijap Jepara, Persegi Gianyar, Persipro Probolinggo, PSIR Rembang, PSMP Mojokerto, Persikubar, dan Persebaya Surabaya.
Biodata Lengkap Kuncoro
- Nama lengkap: Kuncoro Kuncoro
- Tanggal lahir / Umur: 7 Maret 1973 (51 tahun)
- Tempat kelahiran: Malang, Indonesia
- Kewarganegaraan: Indonesia
- Periode rataan sebagai pelatih: 0,04 tahun
- Lisensi kepelatihan: Lisensi A Nasional
- Formasi yang disukai: 4-3-3 Defending
Rekam Jejak Kepelatihan Kuncoro
- Asisten Pelatih Arema FC: 1 November 2011 – 1 Juli 2013
- Asisten Pelatih Arema Cronus: 1 Juli 2013 – 1 April 2022
- Pelatih Interim Arema FC: 1 Maret 2020 – 1 April 2020
- Pelatih Fisik Arema FC: 1 Mei 2022 – 31 Maret 2023
- Asisten Pelatih Arema FC: 1 Juli 2023 – sekarang
- Pelatih Interim Arema FC: 11 Agustus 2023 – 21 Agustus 2023
- Pelatih Interim Arema FC: 19 Desember 2024 – sekarang
Catatan Statistik Kepelatihan Kuncoro
- Liga Nasional: 4 pertandingan, 2 menang, 1 seri, 1 kalah, dan 7 poin.
- Kejuaraan/Piala Nasional: 2 pertandingan, 1 seri, 1 kalah, dan 1 poin.
Prestasi Kuncoro
- 2X Indonesian League Cup Winner: 2021/2022 dan 2023/2024 (Arema FC)
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











