"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Penggemar PSG Ingatkan Kaki Kaca Kurzawa, Bobotoh Persib Optimis atau Pesimis?

Perhatian dari Fans PSG terhadap Transfer Layvin Kurzawa ke Persib Bandung

Kabar transfer Layvin Kurzawa ke Persib Bandung menarik perhatian dari para penggemar Paris Saint-Germain (PSG). Banyak komentar dari fans PSG yang dibagikan kembali oleh akun Instagram @sagala_persiib. Dalam unggahan tersebut, fans PSG mengingatkan riwayat cedera Layvin Kurzawa yang bisa merugikan klub.

“Benar-benar sudah dianggap pasien BPJS ini mah oleh fans PSG juga. Cuma mudah-mudahan saja bisa memberi efek yang cukup baik dengan durasi yang cukup singkat ini (kalau memang benar jadi). Soalnya paruh musim kemarin juga mendatangkan pemain yang levelnya benar-benar kecil sekali pengaruhnya,” tulis @sagala_persiib dalam bahasa Sunda di kolom caption.

Bobotoh pun ramai memberikan komentar, sebagian dibuat ragu bahkan kepikiran dengan ‘kaki kaca’ Layvin Kurzawa. “Sudah terlanjur berharap ini mah semoga di sini bisa benar-benar tampil bagus ya, Kur,” kata @thisisresstu. “Tahu sendiri manajemennya bingung, pemain bagus kontraknya sudah terikat di klub lain. Beda lagi kalau mencarinya di akhir musim. Makanya sekarang jadi kepepet kontrak kur cuma 6 bulan,” ujar @rizkinlkbr.

“Serius, di X (Twitter) juga fans PSG pada nyaranin ‘Ken, jangan.'”, kata @fz4111. “Jadi agak ‘hmm’ juga sih kalau melihat riwayat cederanya,” kata @hikmatul_rommy. “Aneh, Persib mau bayar mahal untuk pemain ‘BPJS’. Padahal pemain bagus masih banyak, entah siapa yang merekomendasikannya. Ini mah kayak permainan agen saja,” ujar @jaksasrk. “Tapi kalau melihat di beberapa komentar Twitter, banyak juga yang menyayangkan pemain ini ke Liga Indonesia, padahal masih bisa bertahan di Eropa,” ujar @trisnawatii04.

Kaki Kaca, Langganan Cedera

Walaupun Layvin Kurzawa punya pengalaman dan reputasi yang tak bisa dipandang sebelah mata, faktor kondisi fisik tetap menjadi aspek penting yang patut diperhitungkan. Bek asal Prancis tersebut dikenal memiliki catatan cedera yang cukup panjang dan berulang, situasi yang berpotensi menjadi risiko bagi klub. Pada musim 2024–2025, Kurzawa kembali harus absen akibat cedera otot, masalah yang sebelumnya juga kerap ia alami.

Berikut rekam jejak riwayat cedera Layvin Kurzawa:

  • Musim 24/25
  • Cedera otot (10 April 2025 – 31 Mei 2025, 52 hari, 6 pertandingan terlewat)
  • Cedera otot (20 Februari 2025 – 12 Maret 2025, 21 hari, 3 pertandingan terlewat)

  • Musim 22/23

  • Robekan pada jaringan ikat bagian luar (27 Februari 2023 – 30 Juni 2023, 124 hari, 15 pertandingan terlewat)
  • Benturan (8 Oktober 2022 – 2 November 2022, 26 hari, 5 pertandingan terlewat)

  • Musim 21/22

  • Sakit (2 Oktober 2021 – 14 Oktober 2021, 13 hari, 1 pertandingan terlewat)
  • Gangguan adduktor (19 Agustus 2021 – 16 September 2021, 29 hari, 4 pertandingan terlewat)

  • Musim 20/21

  • Cedera engkel (11 Mei 2021 – 10 Juni 2021, 31 hari, 4 pertandingan terlewat)
  • Cedera betis (29 Maret 2021 – 15 April 2021, 18 hari, 4 pertandingan terlewat)
  • Cedera pangkal paha (21 Desember 2020 – 7 Januari 2021, 18 hari, 2 pertandingan terlewat)
  • Gangguan pada paha (1 Agustus 2020 – 21 Agustus 2020, 21 hari, 2 pertandingan terlewat)

  • Musim 19/20

  • Istirahat (14 Februari 2020 – 16 Februari 2020, 3 hari, 1 pertandingan terlewat)
  • Cedera yang tidak diketahui (20 November 2019 – 1 Desember 2019, 12 hari, 2 pertandingan terlewat)
  • Sakit (16 Agustus 2019 – 29 Agustus 2019, 14 hari, 2 pertandingan terlewat)

  • Musim 18/19

  • Kebugaran (8 November 2018 – 23 November 2018, 16 hari, 3 pertandingan terlewat)
  • Herniated Disk (10 Agustus 2018 – 7 November 2018, 90 hari, 20 pertandingan terlewat)
  • Cedera punggung (11 Juli – 30 Juli 2018, 20 hari, 1 laga terlewat)

  • Musim 17/18

  • Benturan (16 April – 20 April 2018, 5 hari, 1 laga terlewat)
  • Gangguan pada paha (8 Februari – 16 Februari 2018, 9 hari, 2 laga terlewat)
  • Cedera lutut (5 Oktober – 16 Oktober 2017, 12 hari, 3 laga terlewat)

  • Musim 16/17

  • Cedera lutut (10 April – 1 Juni 2017, 53 hari, 9 laga terlewat)
  • Kutu kelamin (7 November – 1 Desember 2016, 25 hari, 6 laga terlewat)
  • Cedera hamstring (12 September – 22 September 2016, 11 hari, 3 laga terlewat)

  • Musim 15/16

  • Benturan (28 Januari – 1 Februari 2016, 5 hari, 1 laga terlewat)
  • Gangguan pada betis (27 Agustus – 10 September 2015, 15 hari, 3 laga terlewat)

  • Musim 14/15

  • Regangan otot paha (20 November 2014 – 1 Januari 2015, 43 hari, 9 laga terlewat)
  • Regangan pada betis (23 Oktober – 3 November 2014, 12 hari, 2 laga terlewat)

  • Musim 13/14

  • Cedera hamstring (21 April – 15 Mei 2014, 25 hari, 3 laga terlewat)
  • Cedera hamstring (24 Maret – 10 April 2014, 18 hari, 3 laga terlewat)
  • Gangguan pada betis (3 Oktober – 24 Oktober 2013, 22 hari, 9 laga terlewat)

  • Musim 11/12

  • Cedera hamstring (3 Mei – 4 Juni 2012, 33 hari, 11 laga terlewat)

Sosok Layvin Kurzawa

Layvin Kurzawa lahir di Frejus, Prancis, pada 4 September 1992. Bek kiri berusia 33 tahun ini memiliki postur setinggi 182 centimeter, dan dikenal mengandalkan kaki kiri sebagai kekuatan utamanya.

Perjalanan karier Kurzawa dimulai dari level akademi bersama ES Fréjus (1999–2002), lalu berlanjut ke Stade Raphaëlois (2002–2006), AS Aix-en-Provence (2006–2007), hingga AS Monaco (2007–2010). Setelah lima musim menembus tim utama Monaco, ia resmi bergabung dengan Paris Saint-Germain pada 27 Agustus 2015 dan menjadi bagian dari klub ibu kota Prancis tersebut hingga 1 September 2022.

Pada periode akhir kebersamaannya dengan PSG, Kurzawa sempat dipinjamkan ke Fulham sebelum akhirnya dilepas secara permanen pada 1 Juli 2024. Sempat berstatus tanpa klub, Kurzawa kemudian melanjutkan kariernya di Portugal bersama Boavista pada 11 Februari 2025 hingga 1 Juli 2025.

Saat ini, pemain berkaki kiri tersebut memiliki nilai pasar yang diperkirakan mencapai Rp13,04 miliar.

Sepanjang kariernya, Layvin Kurzawa telah mengoleksi 21 trofi, seperti:

  • 6 kali French Super Cup Winner (bersama PSG musim 16/17, 17/18, 18/19, 19/20, 20/21, 23/24)
  • 4 kali French League Cup Winner (bersama PSG musim 15/16, 16/17, 17/18, 19/20).
  • 5 kali French Cup Winner (bersama PSG musim 15/16, 16/17, 17/18, 19/20, 20/21).
  • 5 kali French Champion (bersama PSG musim 15/16, 17/18, 18/19, 19/20, 23/24).
  • 1 kali French 2nd Tier Champion (bersama AS Monaco musim 12/13).

Layvin Kurzawa merupakan pemain grade A yang pernah membela Timnas Prancis, dari kelompok usia hingga tim senior. Bersama Timnas Prancis senior, ia mencatat 13 pertandingan, 1 gol, 1 asis, 1 kartu kuning, dan 1001 menit bermain.

Sepanjang kariernya, ia menorehkan 280 laga, 29 gol, 33 asis, 38 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, 1 kartu merah, dan 21.014 menit bermain. Saat di PSG, Layvin Kurzawa menorehkan 154 pertandingan, 14 gol, 23 asis, 25 kartu kuning, 1 kartu merah, dan 11.144 menit bermain. Sementara musim 2024-2025 lalu, ia mencatat 4 laga, 2 kartu kuning, dan 170 menit bermain bersama Boavista.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *