"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Selebgram Fuji Buka Penghalang Niat Menikah Tahun Ini, Sindir Faktor Calon Suami

Perkembangan Terbaru dalam Kehidupan dan Kasus Hukum Fuji

Fuji, selebgram yang dikenal dengan nama lengkap Fujianti Utami Putri, kembali menjadi sorotan setelah mengungkapkan niatnya untuk menikah pada tahun 2026. Namun, ternyata ada faktor yang membuat rencana tersebut belum bisa diwujudkan. Salah satu hal yang disebut-sebut menjadi penghalang adalah ketidakhadiran calon suami yang ia sukai.

Meskipun sebelumnya sempat diisukan menjalin hubungan asmara dengan beberapa pria terkenal, seperti Asnawi Mangualam, Verrell Bramasta, hingga Eldyn Yusuf, Fuji tetap memilih untuk tidak secara terbuka mengungkapkan status hubungan kekasihnya. Ia mengaku masih menjomblo sejak putus dari Youtuber Thariq Halilintar pada 2023 lalu.

Baru-baru ini, Fuji menyampaikan perasaannya tentang rencana pernikahan. “Rencananya sih tahun ini mau nikah ya. Tapi masalahnya calonnya belum ada. Calonnya belum ada kayaknya tahun depan,” ujarnya saat berbicara di kawasan Jakarta Selatan.

Ia juga merespons isu-isu yang sering muncul di media sosial, termasuk kabar tentang kedekatannya dengan seseorang yang sempat viral. Saat ditanya tentang sosok pria tersebut, Fuji memberikan jawaban yang langsung dan jujur.

“Apa? Yang naik motor itu? Mas itu ojek saya bayar itu satu juta. Itu jasa loh, jasa ojek. Saya bayar,” ungkapnya dengan nada santai.

Meski begitu, Fuji menegaskan bahwa dirinya tidak trauma dalam menjalin hubungan. Ia tetap terbuka dengan peluang-peluang baru. “Enggak deh kayaknya cowoknya deh yang trauma (sama) aku. Enggak sih, enggak, enggak. Gak tahu, pengen sih punya pasangan tapi kayaknya… kayak gak niat gitu. Paham gak Kak? Kayak pengen aja punya, tapi enggak… gak serius nyari,” ujarnya.

Fuji juga mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki kriteria khusus dalam memilih pasangan hidup. Baginya, yang terpenting adalah kenyamanan dan kecocokan, bukan sekadar memenuhi standar tertentu.

“Ga ada, ga ada kriteria,” katanya.

Selain fokus pada kehidupan pribadi, Fuji juga sedang menghadapi kasus hukum yang cukup rumit. Kuasa hukumnya, Sandy Arifin, mengungkapkan bahwa laporan kliennya resmi naik ke tahap penyidikan. “Jadi kalau yang sebelumnya kemarin kita ada pemeriksaan beberapa kali, itu kan masih dalam tahap penyelidikan. Nah, kami baru mendapatkan informasi hari ini statusnya sudah naik ke penyidikan,” ujarnya.

Sandy menjelaskan bahwa Fuji akan kembali hadir untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam waktu dekat. “Minggu depan baru akan hadir lagi ke sini, mungkin di hari Kamis,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fuji juga membuka cerita tentang pengalaman pahit yang ia alami sebelumnya. Ia mengungkit kasus lama yang melibatkan mantan manajernya. “Kalau mungkin yang dulu ya, yang kasus mantan manajer aku, itu karena aku terlalu percaya dan terlalu sayang sama dia kali ya,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa sistem kerja yang diterapkan kali ini lebih ketat dan rapi. Sayangnya, dugaan penggelapan dana diduga dilakukan oleh beberapa pihak yang saling melindungi satu sama lain.

“Jadi ada kerja sama sama tim yang lain. Dan gak satu orang dua orang, tapi kayak hampir mungkin 3-4 orang. Jadi saling nge-backup gitu lho,” ujarnya.

Fuji mengaku tidak menyadari adanya aktivitas di belakang yang merugikannya. Saat ini, ia hanya melaporkan satu orang, namun tidak menutup kemungkinan akan ada laporan lanjutan jika ditemukan fakta baru.

“Hmm… Kisaran-kisaran M (Miliar) lah,” ujarnya saat diminta mengungkapkan besaran kerugian yang dialaminya.

Sebagai informasi, kasus ini tidaklah pertama kalinya Fuji menjadi korban penggelapan uang. Tahun 2024 lalu, mantan manajernya, Batara Ageng, telah divonis penjara selama 2,5 tahun dalam kasus penggelapan dana senilai Rp1,3 miliar.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *