Jenis-Jenis Durian yang Paling Populer di Indonesia
Durian sering dijuluki sebagai “raja buah” karena rasanya yang khas dan tekstur yang lembut. Di Indonesia, durian tidak hanya menjadi buah favorit, tetapi juga bagian dari budaya kuliner yang kaya akan variasi. Dari durian lokal hingga impor, setiap jenis memiliki karakteristik rasa, aroma, dan tekstur yang berbeda. Berikut ini adalah tujuh jenis durian paling populer yang sering diminati oleh para penikmatnya.
1. Durian Musang King
Musang King dikenal sebagai salah satu durian premium terbaik di Asia Tenggara. Asalnya dari Malaysia, durian ini sangat diminati di berbagai negara, termasuk Indonesia. Rasanya creamy dengan rasa manis yang seimbang dan sedikit pahit. Tekstur dagingnya lembut seperti mentega, sehingga sering disebut sebagai durian kelas atas. Ciri fisiknya antara lain daging berwarna kuning keemasan cerah, biji kecil, dan daging yang sangat tebal. Harganya bisa mencapai Rp300.000 hingga Rp600.000 per buah, bahkan lebih untuk kualitas super.
2. Durian Black Thorn

Black Thorn atau duri hitam juga berasal dari Malaysia dan dikenal sebagai pesaing serius Musang King. Jenis ini termasuk durian kelas premium dengan harga yang sangat tinggi. Rasanya cenderung lebih manis dengan aroma yang kuat, serta tekstur yang sangat lembut. Banyak penikmat durian menyebut Black Thorn memiliki rasa yang lebih “clean” dan tidak terlalu pahit. Ciri khasnya adalah daging berwarna kuning-oranye dengan tekstur super creamy. Harganya bisa menembus Rp400.000 hingga lebih dari Rp700.000 per buah di pasar Indonesia.
3. Durian Montong

Montong merupakan salah satu durian paling populer di Indonesia. Jenis ini banyak dibudidayakan di Thailand dan Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatra. Cita rasanya manis legit dengan aroma yang tidak terlalu menyengat. Teksturnya padat dan dagingnya dikenal sangat tebal, sehingga sering jadi favorit bagi yang ingin puas makan durian. Ciri fisiknya berupa ukuran buah besar, daging tebal, dan biji relatif kecil. Harga Montong biasanya berkisar Rp80.000 hingga Rp200.000 per buah, tergantung ukuran dan kualitas.
4. Durian Duri Hitam Lokal

Selain Black Thorn impor, beberapa petani lokal juga mengembangkan varietas duri hitam lokal. Jenis ini mulai dikenal sebagai alternatif premium buatan dalam negeri. Rasanya manis dengan sentuhan pahit yang lembut. Teksturnya creamy dan aroma cukup kuat, mirip durian premium impor. Ciri khasnya terletak pada warna daging yang lebih pekat dan duri berwarna gelap. Harganya lebih terjangkau dibanding impor, sekitar Rp150.000 hingga Rp300.000 per buah.
5. Durian Bawor

Bawor berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, dan dikenal sebagai salah satu durian lokal unggulan. Jenis ini sering disebut sebagai “Montong lokal” karena dagingnya yang tebal. Cita rasanya manis legit dengan tekstur lembut dan sedikit pahit di akhir. Aromanya cukup kuat, namun tetap nyaman bagi banyak penikmat durian. Ciri fisiknya berupa buah besar, daging tebal, dan biji kecil. Harga Durian Bawor biasanya berkisar Rp100.000 hingga Rp250.000 per buah.
6. Durian Petruk

Petruk berasal dari Jepara, Jawa Tengah, dan dikenal sebagai salah satu durian lokal legendaris. Nama Petruk diambil dari tokoh pewayangan karena bentuk buahnya yang unik. Rasanya dikenal manis-pahit yang seimbang, dengan aroma khas yang kuat. Tekstur dagingnya lembut dan legit. Ciri fisiknya berupa bentuk agak lonjong dan ujung buah yang runcing. Harganya relatif terjangkau, sekitar Rp70.000 hingga Rp150.000 per buah.
7. Durian Lokal Kampung

Durian kampung atau durian lokal biasa banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Jenis ini sering jadi pilihan karena harganya ramah di kantong. Cita rasanya sangat bervariasi, tergantung daerah dan pohonnya. Ada yang manis, pahit, hingga kombinasi keduanya, dengan aroma yang khas dan kuat. Ciri fisiknya beragam, ukuran sedang hingga kecil, dengan daging yang tidak selalu tebal. Harganya paling terjangkau, mulai dari Rp30.000 hingga Rp80.000 per buah.











