Cuaca Baik Membawa Berkah bagi Pegolf di Putaran Pertama Indonesia Women’s Open
Cuaca yang cerah memberikan keberkahan bagi sebagian pegolf yang bermain dalam putaran pertama Indonesia Women’s Open (IWO) yang diselenggarakan pada Jumat (30/1). Sebelumnya, ada kekhawatiran mengenai cuaca buruk yang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir. Namun, turnamen dengan hadiah total US$600.000 ini dapat diselesaikan dengan baik meskipun diadakan dalam dua jadwal tee, yaitu pagi dan siang.
Dua atlet andalan Indonesia, Kristina Natalia Yoko dan Sania Talitha Wahyudi (amatir), berhasil menembus Top 10 dalam persaingan ketat dengan para pegolf internasional se-Asia Pasifik. Keduanya mencetak skor 68 (4-di bawah-par) dan menduduki posisi T6 bersama sembilan pegolf lainnya dalam leaderboard putaran pertama IWO.
Yoko kembali menunjukkan keberhasilannya di Indonesia Women’s Open 2025. Saat itu, dia mampu meraih skor 69 (3-di bawah-par). Dalam penampilan kali ini, mantan atlet nasional tersebut berhasil meningkatkan performanya dengan skor 68 setelah mencetak 7 birdie yang dikurangi oleh 3 bogey.
”Hari ini saya sedikit nervous di awal hole. Apalagi bermain di negara sendiri dan sering main di sini. Pastinya banyak ekspektasi dari mana-mana. Nervous-nya bahkan masih terasa sampai sekarang, masih gemetaran,” kata Yoko.
Meski begitu, Yoko mengaku terbantu dengan fokus dan usaha terbaik dari shot by shot. Dia tidak memikirkan hasil apakah birdie, par, atau lainnya. ”Setelah tee off, lalu main second shot. Cuma di green, karena di awal hole ada beberapa miss putt yang bikin bogey. Setelah banyak mistakes itu, saya dan kedi saya berusaha untuk lebih teliti. Dan ternyata it works,” tambah Yoko, yang membuat 7 birdie dipotong 3 bogey.
Sementara itu, Sania yang harus menyelesaikan hole pertama dengan bogey berhasil bangkit dan menyelesaikan putaran pertama dengan 5 birdie. ”Di hole pertama, saya salah ngelakuin first shot aja. Enggak lucky aja sih, bolanya jatuh ke rough. Bolanya tenggelam di dalam rough. Jadi, aku enggak bisa attack langsung ke green. Harus dikeluarin dulu, lalu one chip ama two putts gitu,” ucap Sania.
Akhirnya, Sania menyambung bahwa dia dapat bogey dan setelah hole itu bisa come back dan dapat birdie 3 hole berturut-turut. ”Strategi permainan itu sebenarnya ngikutin apa yang sudah ada ketika aku practice round aja sih. Karena kan lumayan kebantu ya, dapat fasilitas dari Ciputra, jadi lumayan sering turun sini,” papar Sania, yang merupakan salah satu anggota timnas SEA Games 2026 yang menyumbangkan medali perunggu.
Pemuncak Putaran Pertama IWO adalah Hwang Yeonseo
Pemuncak putaran pertama IWO adalah pegolf Hwang Yeonseo. Pemain Korea berusia 22 tahun tersebut berhasil menunjukkan permainan terbaiknya. Bermain di grup kelima dari tee 1, Yeonseo bermain tanpa cela dengan mencetak 7 birdie dan tanpa membuat satu bogey pun.
Pegolf yang menyandang status pro pada 2021 itu langsung memimpin klasemen dengan skor 65 (7 di bawah par). Dia menilai permainannya tidak ada kesalahan besar selama putaran. Sehingga, dia dapat mempertahankan ritme yang baik sepanjang putaran dan menjadi round yang menyenangkan.
”Pukulan iron saya akurat. Saya bisa menciptakan banyak peluang birdie dari jarak sekitar dua meter, dan putting pendek saya pun solid, memungkinkan saya untuk membuat banyak birdie,” kata Yeonseo, yang telah mengoleksi 2 gelar juara di KLPGA Dream Tour.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











