Donasi dari Fans Sriwijaya FC untuk Membantu Operasional Klub
Sejak tanggal 1 Februari 2026, para fans Sriwijaya FC menggalang donasi untuk membantu operasional klub yang sedang menghadapi krisis finansial. Gerakan ini dilakukan oleh Gabungan Aliansi Fanbase Sriwijaya FC dengan tujuan untuk membiayai kebutuhan tim dalam putaran ketiga kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.
Dana yang terkumpul hingga lima hari pertama mencapai lebih dari Rp16 juta. Uang tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti transportasi, akomodasi, dan kebutuhan sehari-hari tim. Manajemen Sriwijaya FC merasa sangat terharu atas dukungan yang diberikan oleh para suporter, karena mereka merasa tidak lagi berjuang sendirian dalam menjaga eksistensi klub di Liga 2.
Alasan Menggalang Donasi
Wulanwr, salah satu anggota fanbase yang aktif, menjelaskan bahwa alasan utama penggalangan donasi adalah rasa cinta dan kepedulian terhadap klub. Ia menyatakan bahwa Sriwijaya FC pernah memiliki prestasi yang luar biasa di tanah air, namun saat ini klub sedang mengalami kesulitan finansial.
“Kami ingin menyelamatkan Sriwijaya FC agar bisa menyelesaikan kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Melihat krisis finansial di klub, Sriwijaya FC tertatih-tatih berjuang bermain di liga 2 tanpa sponsor, kami para pecinta Elang Andalas tidak mau melihat tim kebanggaan kami berjuang sendirian,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penggalangan donasi bukanlah tentang nominal, tetapi lebih pada rasa cinta dan kepedulian terhadap klub. Wulanwr juga menyebutkan bahwa para fans miris melihat kabar di media sosial tentang Sriwijaya FC menggunakan bus antar pulau untuk mengirit biaya operasional.
Penggunaan Dana Donasi
Rencananya, dana yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan tim seperti biaya transportasi, makan, hotel, biaya latihan, serta sewa lapangan. Wulanwr menjelaskan bahwa mereka akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan tim Sriwijaya FC untuk mengetahui kebutuhan yang paling mendesak.
“Kami membuka donasi peduli Sriwijaya FC mulai dari tanggal 1 Februari 2026. Alhamdulillah donasi yang terkumpul dari tanggal 1-5 Februari mencapai Rp16 juta lebih. Donasi ini masih terus berjalan sampai putaran ketiga selesai baru akan kami tutup,” katanya.
Ajakan untuk Berdonasi
Wulanwr mengajak semua masyarakat yang peduli terhadap klub Sriwijaya FC untuk ikut berdonasi. Ia berharap klub ini tetap eksis dan bisa tampil untuk menghibur pecinta sepak bola.
“Kami cuma berharap klub ini masih tetap eksis dan tampil untuk menghibur pecinta sepak bola, AYO JADILAH BAGIAN MENYELAMATKAN KLUB SRIWIJAYA FC,” ujarnya.
Donasi bisa disalurkan ke rekening WULANDARI (suporter yang membantu berjalannya donasi) Bank Mandiri 1120026184270. QRIS atas nama peduli Sriwijaya FC sedang dalam proses penyiapan. Donasi ini dibuat oleh Gabungan Aliansi Fanbase Sriwijaya FC & Rekan Relawan.
Transparansi dan Update Informasi
Wulanwr menjelaskan bahwa donasi ini dibuat sangat transparan untuk menghindari kesalahpahaman. Untuk informasi bukti uang masuk dan keluar mutasi serta update an terbaru tentang donasi, para donatur dapat mengikuti akun Instagram @gerakanpedulisfc.
Tanggapan dari Direktur Olahraga
Direktur Olahraga PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri), Anggoro Prajesta, mengaku terharu melihat gerakan fans yang menggalang donasi untuk memperjuangkan agar Sriwijaya FC bisa tetap berlaga di putaran ketiga kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.
“Saya sekarang agak lebih ngerasa gak sendirianlah. Teman-teman galang donasi untuk Sriwijaya FC. Jujur terharu banget saya melihat teman-teman sampai begitunya, sampai lelang barang apa. Ya mengangkat moril saya secara pribadilah,” ujarnya.
Apalagi pasca Komisaris Utama PT SOM Alexander Rusli selaku pemegang saham mayoritas menyetop membiayai kebutuhan Sriwijaya FC per 31 Desember 2025, Anggoro Prajesta yang juga menjabat CEO PT Digi Sport Asia mengaku harus merogoh kocek sendiri mensiasati operasional Laskar Wong Kito dengan tanpa dukungan sponsor.
“Kemarin tuh saya berpikir kok saya sendirian. Ini kok gak ada yang peduli terhadap klub. Itu sempat kepikiran. Tersirat di kepala saya itu. Itu bikin saya lemas, saya kok ngurus ini klub sendirian. Kami bertigalah. Padahal dibilang orang Sumsel juga bukan, pemegang saham juga bukan. Kita lihat di awalnya kan negbantu. Membantu gak boleh nanggung. Cuma bukan jadi tanggungan semua sendiri. Stres juga. Kok jadi saya nangung sendirian. Pusing juga. Tapi melihat teman-teman semangat semua, fans sampai galang donasi. Ya itu melegakan sisi terdalam sayalah,” bebernya.








