Reaksi Suporter Sriwijaya FC terhadap Perubahan Laga Kandang
Kabar mengenai Sriwijaya FC yang akan menjalani Training Camp (TC) di Sawangan, Depok, serta mempertimbangkan pindahnya laga kandang putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26 ke wilayah Jawa langsung memicu reaksi dari suporter setia mereka. Ultras Palembang, salah satu kelompok suporter yang dikenal militan dan aktif, memberikan respons yang cukup jelas.
Ultras Palembang tidak menolak rencana tersebut, tetapi memberikan syarat tegas. Mereka menyatakan dukungan terhadap langkah manajemen Sriwijaya FC, asalkan dua pertandingan kandang terakhir tetap digelar di Stadion Jakabaring Palembang dengan penonton.
“Kami menanggapi bahwa laga home Sriwijaya FC itu ada empat. Dua boleh di Depok tanpa penonton, tapi dua laga terakhir harus tetap di Jakabaring dan ada penonton,” ujar Capo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi SH, dalam pernyataannya.
Qusoi menjelaskan bahwa alasan utama di balik rencana ini adalah efisiensi biaya. Selama TC di Jawa, Sriwijaya FC akan lebih hemat dalam sewa lapangan dan pengeluaran lainnya. Ia juga menegaskan bahwa tidak masuk akal jika laga kandang dilaksanakan di Jakabaring tanpa penonton karena biaya sewa stadion sangat mahal dan tidak ada pemasukan dari tiket atau sponsor.
Harapan Ultras Palembang untuk Pertandingan Terakhir
Selain itu, Ultras Palembang berharap agar dua pertandingan terakhir tetap digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Alasannya, animo suporter sangat besar, terutama karena posisi Sriwijaya FC sebagai klub dengan pemain ala kadarnya tetap menjadi yang terbanyak di wilayah barat.
Qusoi juga menyampaikan harapan bahwa SFC akan berbenah dengan sekitar 80 persen pemain baru, termasuk beberapa pemain asing. Hal ini menjadi kebanggaan bagi suporter yang ingin melihat pertandingan kandang di Palembang dan meningkatkan euforia.
Selaku suporter militan, Ultras Palembang juga ingin bertemu dengan pelatih baru dan pemain baru Sriwijaya FC saat mereka bertanding di Stadion Jakabaring.
“Kami berharap manajemen dapat menjalankan laga tanpa penonton di Depok. Tapi dua laga tersisa harus ada penonton dan tetap di Palembang,” ujar Qusoi.
Janji Ultras Palembang untuk Menjaga Kondusivitas
Qusoi juga menegaskan bahwa Ultras Palembang berjanji akan menjaga kondusivitas di Stadion Jakabaring agar tidak terulang lagi tragedi saat laga Derby Symsel kemarin. Ia juga berharap suporter lain seperti Singa Mania dan Sriwijaya Mania dapat berlaku kondusif saat SFC bermain di kandang.
“Semoga SFC berbenah dan tetap bertahan di Liga 2,” pungkasnya.
Rencana Manajemen Sriwijaya FC
Sriwijaya FC resmi menggelar Training Camp (TC) di Sawangan, Depok, sebagai persiapan menghadapi putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26. Tak hanya itu, manajemen juga tengah mempertimbangkan langkah berani memindahkan sisa empat laga home ke Depok.
Langkah ini diambil karena krisis finansial yang belum kunjung membaik. Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta, menegaskan bahwa keputusan ini masih bersifat sementara. “Semua masih dipikirkan dan dipertimbangkan. Banyak faktor yang harus dilihat ke depan,” ujar Anggoro Prajesta.
Sementara itu, Sekretaris PT SOM sekaligus Ketua Panpel laga home Sriwijaya FC, Faisal Mursyid, mengakui bahwa relokasi pertandingan bisa saja terjadi. “Masalahnya memang ada pertimbangan efisiensi waktu dan biaya. Kalau dijalankan, artinya laga home Sriwijaya FC di Depok, sementara Panpel di Palembang istirahat,” katanya.
Di TC Depok, skuad Elang Andalas mendapat suntikan semangat dari pelatih senior Iwan Setiawan, yang hadir bersama tim kepelatihan termasuk putranya Gary Anggrana. Kehadiran mereka diharapkan mampu memompa motivasi pemain menghadapi jadwal padat: sembilan laga, terdiri dari 4 kandang dan 5 tandang. Namun tantangan besar menanti. Dua laga home pertama harus digelar tanpa penonton akibat sanksi Komdis PSSI.
“Ini yang kita sesalkan, karena tidak ada pemasukan tiket. Tapi kita tetap optimis tim bisa tampil maksimal,” tegas Faisal.
Relokasi ke Depok sekaligus menjadi babak baru perjalanan Sriwijaya FC. Dari Palembang ke Depok, dari krisis ke optimisme, Elang Andalas bertekad tetap terbang tinggi meski badai menghadang.
Jadwal Panas Sriwijaya FC
- 15 Februari 2026 – vs FC Bekasi City (Home, tanpa penonton)
- 20 Februari 2026 – vs Persikad Depok (Home, tanpa penonton)
- 28 Februari 2026 – Derby Sumsel vs Sumsel United (Away, Jakabaring)
- 28 Maret 2026 – vs Persiraja Banda Aceh (Away)
- 5 April 2026 – vs PSPS Pekanbaru (Home)
- 12 April 2026 – vs Persekat Tegal (Away)
- 19 April 2026 – vs PSMS Medan (Away)
- 25 April 2026 – vs Garudayaksa FC (Home)
- 2 Mei 2026 – vs Adhyaksa FC Banten (Away)
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."










