Perubahan Karier Dejan Tumbas
Ikon Wong Mangap resmi memulai babak baru dalam kariernya di sepak bola Indonesia. Sosok yang dikenal dengan identitas Persebaya Surabaya kini telah bergabung dengan Persis Solo, membawa reaksi emosional dari Bonek, suporter setia Persebaya. Kehadiran pemain asing baru ini menarik perhatian banyak pihak, terutama karena latar belakangnya yang kuat.
Persis Solo Menghadirkan Pemain Asing Baru
Persis Solo kembali membuat gebrakan pada putaran kedua Super League 2025/2026 dengan mengumumkan penambahan pemain asing anyar. Penyerang asal Serbia, Dejan Tumbas, resmi menjadi bagian dari skuad kebanggaan Kota Bengawan. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan daya gedor lini depan tim.
Pemilihan Tumbas merupakan bagian dari strategi Persis Solo untuk menyelamatkan posisi mereka di tengah situasi sulit musim ini. Selama jendela transfer paruh musim, manajemen klub telah memperkenalkan total 10 pemain asing. Sebelum Tumbas, klub telah mengamankan jasa Vukasin Vranes, Dusan Mijic, Andrei Alba, Miroslav Maricic, Luka Dumancic, Roman Paparyga, Dimitri Lima, Jefferson Carioca, dan Clayton Silva.
Namun, Clayton Silva gagal memperkuat Persis dan akhirnya dipinjamkan ke klub lain. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan di lini serang cukup ketat.
Dejan Tumbas: Dari Persebaya ke Persis Solo
Nama Dejan Tumbas bukan lagi asing bagi penggemar sepak bola nasional. Selama bermain bersama Persebaya Surabaya, ia dikenal dengan gaya bermain ikonik “Wong Mangap” yang selalu membangkitkan semangat para pendukung. Kepindahannya ke Persis Solo memiliki makna tersendiri, karena melibatkan dua basis suporter besar.
Tumbas merasa sangat antusias menyambut petualangan barunya bersama Persis Solo. Ia merasa bangga menjadi bagian dari klub dengan identitas kuat dan dukungan suporter yang fanatik. “Saya merasa sangat senang dan bangga bergabung dengan Persis. Ini adalah klub dengan identitas yang kuat, pendukung yang penuh semangat,” ujarnya.
Bagi Tumbas, kepindahan ini bukan sekadar pergantian seragam. Ia datang dengan misi besar untuk membantu Persis keluar dari momentum negatif dan bertahan di Super League. “Tujuan saya adalah membantu tim mencapai hasil terbaik. Saya ingin berkontribusi dengan pengalaman saya, bekerja keras setiap hari, dan memberikan yang terbaik di lapangan,” katanya.
Pesan dari Suporter Persebaya
Kepindahan Tumbas ke Solo langsung mendapat respons dari Bonek. Meski kini sang idola berseragam tim lain, dukungan dan rasa memiliki tetap terasa kuat. Berbagai pesan singkat dan penuh harapan muncul di kolom komentar, seperti:
- “Dijogo apik apik yo rekkk”
- “Titip tumbas yo siss”
- “Kangen nek pas selebrasi paling semangat dewe…pasti awakmu kangen ngegolno kan mbas? mugo nang solo dipasang dadi striker ya awakmu.”
- “Iki pemain apik dulur nitip nggeh salam saking surabaya.”
- “Good luck in your new team, brother! Go shine and show your best game!”
Pesan-pesan tersebut menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional antara Tumbas dan Persebaya Surabaya. Meski kini berstatus lawan, rasa hormat dan cinta dari Surabaya tetap mengiringi langkah sang Wong Mangap.
Harapan Baru untuk Persis Solo
Bagi Persis Solo, kehadiran Dejan Tumbas membawa harapan baru di lini serang. Pengalaman, karakter, dan mentalitasnya diharapkan mampu memberi dampak instan di tengah perjuangan berat tim. Sementara itu, bagi Bonek, Tumbas akan selalu menjadi bagian dari cerita hijau yang sulit dilupakan. Kini, Wong Mangap memulai kisah baru di Solo, dengan doa dari Surabaya agar tetap bersinar di lapangan hijau.











