Transfer Jean-Philippe Mateta Batal, AC Milan Kembali Berburu Striker Baru
Transfer Jean-Philippe Mateta ke AC Milan batal setelah ditemukan masalah pada lutut saat tes medis. Hal ini membuat Rossoneri kembali mencari striker baru untuk memperkuat lini depan mereka. Dengan situasi ini, manajemen klub sekarang fokus pada tiga nama utama sebagai pengganti: Moise Kean, Dusan Vlahovic, dan Gabriel Jesus.
Massimiliano Allegri, pelatih AC Milan, membutuhkan penyerang berpengalaman dan produktif yang bisa menjadi andalan di lini depan. Tiga nama tersebut dipertimbangkan karena masing-masing memiliki kelebihan dan potensi besar. Namun, kendala utama tetap ada pada aspek finansial. Mulai dari klausul mahal Moise Kean hingga gaji tinggi Dusan Vlahovic, serta situasi kontrak Gabriel Jesus di Arsenal.
Tiga Nama Masuk Radar Milan
Moise Kean menjadi kandidat terdepan. Allegri mengenal betul penyerang Fiorentina tersebut setelah bekerja sama dengannya di Juventus. Performa Kean musim lalu terbilang impresif dengan 19 gol dan 3 assist di Serie A, menunjukkan kematangan dan perkembangan signifikan. Namun, AC Milan harus siap merogoh kocek dalam-dalam. Kean memiliki klausul pelepasan €62 juta (sekitar Rp1,2 triliun) yang dapat diaktifkan mulai pertengahan Juli, dan Fiorentina diyakini enggan melepasnya dengan mudah.
Dusan Vlahovic, mantan anak asuh Allegri di Juventus, juga menjadi opsi yang dipertimbangkan. Meski kualitasnya tak diragukan, tuntutan gaji tinggi serta komisi agen yang besar menjadi penghalang utama bagi Milan untuk merealisasikan transfer ini. Menurut Capology, gaji Vlahovic saat ini berada di angka sekitar Rp444 miliar selama satu musim. Bahkan ia menjadi pemain dengan gaji tertinggi di Juventus pada musim 2025/2026.
Opsi ketiga dinilai paling menarik: Gabriel Jesus. Penyerang asal Brasil yang masih terikat kontrak dengan Arsenal hingga Juni 2027 kembali menunjukkan performa menjanjikan setelah pulih dari cedera. Nama Gabriel Jesus sebenarnya sudah masuk radar AC Milan sejak Januari lalu. Minimnya perkembangan terkait perpanjangan kontraknya di Arsenal, ditambah keputusan sang pemain menggunakan agen asal Italia, semakin memicu spekulasi transfer.

Dana Segar Demi Mewujudkan Saga Transfer
Skuad AC Milan tengah mengalami perombakan besar-besaran. Berdasarkan laporan Calciomercato, komposisi tim Rossoneri saat ini telah berubah hingga 55 persen dibandingkan musim lalu, sebagai bagian dari restrukturisasi menyeluruh yang dilakukan manajemen klub. Dalam proses tersebut, Milan melepas sejumlah pemain dengan status pinjaman. Sejauh ini, langkah tersebut menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan, terutama dari sisi finansial.
Beberapa pemain bahkan hampir dipastikan akan memberikan pemasukan signifikan. Tommaso Pobega bakal dipermanenkan Bologna setelah klub tersebut lebih dulu membayar €1 juta (sekitar Rp1,1 miliar) sebagai biaya pinjaman dan memiliki kewajiban membeli senilai €7 juta (sekitar Rp139 miliar). Sementara itu, Alvaro Morata dipastikan hengkang secara permanen. Setelah Milan mengeluarkan €5 juta (sekitar Rp99,5 miliar) untuk mengakhiri masa pinjamannya di Galatasaray, Rossoneri akan menerima €15 juta (sekitar Rp298 miliar) dari Como.
Dengan nilai buku tersisa sebesar €9,75 juta (sekitar Rp194 miliar), Milan diperkirakan mencatat keuntungan modal sekitar €5,25 juta (sekitar Rp104 miliar) dari transfer penyerang asal Spanyol tersebut. Nama lain yang hampir resmi dijual adalah Lorenzo Colombo. Genoa siap mempermanenkannya dengan nilai sekitar €10 juta (sekitar Rp199 miliar), yang akan menjadi keuntungan penuh bagi Milan.
Hingga kini, Colombo telah mencatatkan 23 penampilan dan lima gol, serta memenuhi dua dari tiga syarat kewajiban pembelian. Satu-satunya syarat tersisa adalah Genoa bertahan di Serie A. Dari Inggris, Fulham dikabarkan puas dengan performa Samuel Chukwueze dan berpeluang besar mengaktifkan opsi pembelian senilai €28 juta (sekitar Rp557 miliar) di akhir musim.
Sementara itu, Filippo Terracciano juga berpotensi menyumbang dana segar. Cremonese telah membayar €500 ribu (sekitar Rp9,9 miliar) untuk masa pinjaman satu musim dan memiliki kewajiban membeli senilai €3,5 juta (sekitar Rp69,6 miliar) jika mereka bertahan di liga. Dengan posisi Cremonese yang saat ini unggul enam poin dari zona degradasi, peluang transfer permanen kian terbuka.
Dari rangkaian kesepakatan tersebut, AC Milan diperkirakan akan mengantongi sekitar €65 juta (sekitar Rp1,2 triliun) dari kombinasi biaya pinjaman dan penjualan permanen yang nyaris pasti terealisasi. Namun, situasi berbeda terjadi pada Yunus Musah dan Ismael Bennacer. Atalanta membayar €4,5 juta (sekitar Rp89,5 miliar) untuk meminjam Musah dengan opsi pembelian €20,5 juta (sekitar Rp408 miliar), tetapi minimnya menit bermain membuat peluang transfer permanen masih diragukan.
Adapun Bennacer dipinjamkan ke Dinamo Zagreb secara gratis dengan opsi pembelian sekitar €10 juta. Klub Kroasia tersebut juga menanggung 40 persen gaji Bennacer, yang mencapai €4 juta (sekitar Rp79 miliar) bersih per musim, sehingga membantu meringankan beban keuangan Milan. Jika seluruh opsi pembelian benar-benar diaktifkan, AC Milan berpotensi mengumpulkan hingga €94 juta (sekitar Rp1,87 triliun). Dana tersebut bisa menjadi modal krusial bagi Rossoneri untuk membangun ulang skuad pada bursa transfer musim panas mendatang, menyongsong musim 2026/2027.











