Ayu Ting Ting dan Luna Maya, Dua Artis yang Memilih Membekukan Sel Telur
Ayu Ting Ting, penyanyi dangdut ternama di Indonesia, baru-baru ini mengungkapkan rencananya untuk membekukan sel telurnya. Ini dilakukan sebagai persiapan agar ia bisa memiliki anak lagi di masa depan. Rencana tersebut diungkapkan saat ia mengadakan acara 7 bulanan putrinya, Asyifa Nuraini.
Dalam acara tersebut, Ayu Ting Ting membeberkan rencana barunya setelah mendengar saran dari adiknya, Syifa. Syifa merasa bahwa usia Ayu Ting Ting yang semakin tua bisa berdampak pada jumlah sel telur yang dimilikinya. Oleh karena itu, ia menyarankan Ayu Ting Ting untuk melakukan pembekuan sel telur agar tetap bisa memiliki anak banyak di masa depan.
“Lo ya habis gue lahiran lo ya kita simpan sel telur gitu, dia sih yang nyuruh, entar habis ini insya allah,” ujar Ayu Ting Ting dalam video yang diposting oleh akun TikTok @starpro_id.
Ayu Ting Ting sendiri memiliki keinginan untuk memiliki tiga anak. Saat ini, ia hanya memiliki satu anak dari pernikahannya dengan Enji Baskoro Hendarso. Ia pun memilih langkah terbaik dengan membekukan sel telur agar bisa mewujudkan impian tersebut.
Rencana Ayu Ting Ting untuk membekukan sel telur akan dilakukan setelah Syifa melahirkan. Ayu Ting Ting tampaknya sudah yakin untuk mengikuti saran sang adik. Hal ini juga menjadi respons atas berbagai tanggapan warganet di kolom komentar.
Beberapa netizen memberikan dukungan, seperti:
– @ida saida: “Semoga terkabul Allah wujudkan secepatnya di persatukan dengan jodohnya amin.”
– @sela: “Ya gpp itu bagus, gx menyalahi aturan agama juga kok.”
– @: “Nikah dulu lah baru mikirin sel telur.”
– @ayu: “Kenapa g ng nikah lagi ya…”
Selain Ayu Ting Ting, artis ternama lainnya, Luna Maya, juga melakukan hal serupa. Egg freezing atau pembekuan sel telur kini menjadi topik yang banyak dibicarakan. Teknologi ini digunakan untuk membantu seseorang yang ingin menikah di usia lanjut tetap bisa memiliki anak.
Luna Maya mengonfirmasi bahwa dirinya telah melakukan egg freezing. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai langkah persiapan. Meskipun hingga kini masih betah sendiri, Luna sadar bahwa wanita akan mengalami penurunan hormon reproduksi seiring bertambahnya usia.
“Itu normal aja sih, itu seperti kayak sedia payung sebelum hujan aja,” ujar Luna. “Ya kita semua tahu perempuan itu memang ada masa menstruasinya karena kita bereproduksikan, ada juga masa dimana one day kita menopause.”
Luna mengambil keputusan untuk melakukan egg freezing atau mature oocyte cryopreservation. Ia menjelaskan bahwa keinginannya untuk melakukan tindakan ini sudah lama terbesit. Awalnya, ia ingin melakukan egg freezing di rumah sakit Singapura pada tahun 2017. Namun, kesibukan dan pandemi Covid-19 membuatnya memilih rumah sakit di Indonesia.
“Dulu pengennya ke Singapura, tapi di Singapura aku nggak bisa, aku cek di Malaysia bisa. 2017 itu ke Singapura, 2018 itu harunya ke Malaysia, yaudah deh 2019 karena sibuk kerja, eh (2019) sibuk lagi nih, yaudah 2020. Nah pas 2020 harusnya April berangkat ke Korea tapi April 2020 pandemi. Yaudah akhirnya aku tanya-tanya Jakarta ada udah lama jadi aku pikir yaudah Jakarta aja,” tutup Luna.
Luna membuat pengakuan tentang egg freezing pertama kali saat berbincang di YouTube Venna Melinda Channel pada Jumat (14/1/2022). Saat itu, Venna Melinda menanyakan alasan Luna masih betah sendiri. Luna menjelaskan bahwa dirinya tidak merasa terbebani dengan usia saat ingin menikah.
“Aku tuh nggak pernah berpikir umur itu suatu masalah, kayak dikejar umur,” jawab Luna. Ia juga mengatakan bahwa dirinya masih cukup sehat di usianya untuk menjadi seorang ibu.
Lebih lanjut, Luna menyampaikan bahwa dirinya tidak merasa terbebani dengan usia saat ingin menikah hingga memiliki anak. “Ya mungkin sebagai perempuan ada hal biologis kalau mau jadi seorang ibu, tapi aku sudah freeze egg. Aku pikir dengan teknologi dan pola hidup aku, aku merasa cukup sehat untuk menjadi seorang ibu di usiaku dan aku masih punya energi untuk itu dan entah mengapa aku nggak merasa terbebani dengan usia sih,” jelas Luna.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











