Semangat Arab Saudi di Piala Dunia
Di ajang Piala Dunia, sebuah tim tidak hanya dikenang dari seberapa sering mereka tampil, tetapi juga dari pertandingan-pertandingan yang abadi dalam ingatan. Ada laga yang berakhir bersama peluit panjang, namun ada pula yang terus dikenang karena mengubah arah turnamen, menentang prediksi, atau membentuk ulang persepsi terhadap sebuah tim. Arab Saudi telah melakukan hal itu lebih dari sekali.
Kerap datang tanpa sorotan sebagai favorit, Green Falcons sering memeluk status underdog. Meski ekspektasi dari luar tidak selalu tinggi, hal itu justru memungkinkan mereka bermain dengan fokus penuh, berkonsentrasi sepenuhnya pada tugas di lapangan. Sejumlah kemenangan Arab Saudi terjadi di momen krusial, melawan lawan dengan reputasi dan pengalaman lebih besar di panggung dunia. Itu bukan kemenangan yang dibangun lewat dominasi mutlak, melainkan melalui disiplin, ketahanan, dan momen-momen tak terlupakan.
Menjelang penampilan ketujuh mereka di Piala Dunia 2026, di mana mereka akan menghadapi Spanyol, Tanjung Verde, dan Uruguay di Grup H, inilah empat pertandingan yang paling merepresentasikan semangat Arab Saudi. Laga-laga ini mungkin tidak menceritakan keseluruhan kisah Green Falcons, tetapi cukup untuk menjelaskan mengapa kehadiran mereka di putaran final kerap menghadirkan kejutan.
Pertandingan Membekas di Ingatan
Arab Saudi 2-1 Maroko | USA 1994
Arab Saudi memasuki laga kedua fase grup Piala Dunia 1994 dengan perasaan campur aduk setelah kalah 1-2 dari Belanda di pertandingan pembuka. Meski kalah, mereka sempat unggul lewat gol Fuad Anwar dan menampilkan performa yang mengejutkan banyak pihak pada debut Piala Dunia mereka. Di bawah asuhan Jorge Solari, tim harus membuktikan bahwa performa tersebut bukan kebetulan.
Menghadapi Maroko, pertandingan berlangsung keras dan penuh tekanan karena kekalahan berarti tersingkir lebih awal bagi kedua tim. Di Washington, di hadapan lebih dari 50.000 penonton, Sami Al Jaber membuka skor lewat penalti pada menit ketujuh. Maroko membalas melalui Mohamed Chaouch pada menit ke-26.
Arab Saudi tidak mendominasi penguasaan bola, namun bermain sabar dan disiplin, menunggu kesempatan melalui serangan balik. Menjelang turun minum, Anwar merebut bola di lini tengah, menggiringnya ke depan, dan melepaskan tembakan keras yang gagal dibendung kiper Khalil Azmi. Di babak kedua, Maroko terus menekan, tetapi kiper Mohamed Al Deayea tampil gemilang. Bahkan mistar gawang turut menyelamatkan Arab Saudi di menit akhir, memastikan kemenangan krusial 2-1.
Belgia 0-1 Arab Saudi | USA 1994
Belgia datang ke laga terakhir grup dengan peluang lolos hampir pasti setelah menang atas Maroko dan Belanda. Bagi Arab Saudi, kemenangan akan memastikan tiket ke babak 16 besar. Sebelum laga, banyak yang meragukan peluang Arab Saudi. Saeed Al Owairan pernah mengenang bahwa sejumlah media bahkan memprediksi mereka kalah 0-12. Namun Al Owairan menjawab keraguan itu dengan cara spektakuler.
Pada menit kelima, ia menerima bola di wilayah sendiri, menggiring melewati empat pemain Belgia, lalu mencetak gol indah melewati kiper Michel Preud’homme. Gol tersebut sering dibandingkan dengan gol legendaris Diego Maradona pada 1986 dan menjadi salah satu yang paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia. Menjaga keunggulan itu membutuhkan ketangguhan luar biasa. Belgium terus menekan, tetapi Arab Saudi bertahan disiplin dengan Al Deayea kembali tampil gemilang di bawah mistar. Skor 1-0 bertahan hingga akhir, memastikan Arab Saudi finis sebagai runner-up grup sebelum akhirnya tersingkir oleh Swedia di babak berikutnya.
Arab Saudi 2-1 Mesir | Rusia 2018
Di Saint Petersburg, dengan kedua tim sudah dipastikan tersingkir, Arab Saudi dan Mesir berusaha menutup turnamen dengan hasil positif. Mesir unggul lebih dulu lewat Mohamed Salah yang menyelesaikan umpan panjang Abdallah El Said dengan lob indah melewati Yasser Al Mosailem. Arab Saudi meningkatkan intensitas serangan dan mendapatkan penalti akibat handball, tetapi Essam El Hadary, pemain tertua dalam sejarah Piala Dunia, menggagalkan eksekusi tersebut.
Di babak kedua, Arab Saudi terus mendominasi. Pada masa injury time, Salem Al Dawsari menyambut umpan pendek cerdas Mohammed Al Breik untuk mencetak gol kemenangan dramatis 2-1, memberikan perpisahan manis di turnamen.
Argentina 1-2 Arab Saudi | Qatar 2022
Hanya sedikit yang memperkirakan apa yang akan terjadi di Lusail. Argentina datang sebagai juara Copa America, tak terkalahkan dalam 36 pertandingan, dan menjadi salah satu favorit juara. Lionel Messi akhirnya mengangkat trofi besar bersama negaranya, dan kepercayaan diri tim sangat tinggi. Namun tim asuhan Hervé Renard tampil disiplin dan percaya diri.
Argentina memimpin lewat penalti Messi di babak pertama, tetapi Arab Saudi bertahan dengan garis pertahanan tinggi dan jebakan offside yang efektif. Babak kedua menjadi titik balik dramatis. Saleh Al Shehri mencetak gol penyama kedudukan setelah masuk ke kotak penalti dan menyelesaikan peluang dengan tenang. Lima menit kemudian, Salem Al Dawsari mencetak salah satu gol terbaik turnamen, menusuk ke dalam dan melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh gawang, membungkam Argentina dan membakar semangat 88.000 penonton.
Argentina menekan habis-habisan hingga akhir laga, tetapi Arab Saudi bertahan dengan disiplin dan determinasi, memastikan kemenangan bersejarah 2-1, sebuah hasil yang mengguncang dunia dan menambah bab istimewa dalam kisah Piala Dunia Green Falcons.











