"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

LA Mania Serbu Lapangan Usai Imbang Lawan PSIS, Beri Respons Mencengangkan

Persela Lamongan Gagal Menang, Suporter LA Mania Beri Respons Mencengangkan

Pertandingan antara Persela Lamongan dan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (15/2/2026), berakhir dengan hasil imbang. Meski sempat unggul di awal pertandingan, Persela Lamongan gagal mempertahankan keunggulan tersebut dan akhirnya hanya meraih satu poin. Hasil ini menimbulkan reaksi yang tak terduga dari para pendukung setia mereka, LA Mania.

Gol Awal dan Kartu Merah yang Mengubah Kursi

Persela Lamongan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-14 melalui gol Hambali Tolib. Kesalahan Ibrahim Sanjaya dalam melakukan intersep menjadi peluang bagi pemain Persela untuk mencetak gol. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Pada babak pertama, striker Persela Lamongan, Titan Agung, mendapat kartu merah karena mengangkat kaki terlalu tinggi saat berebut bola dengan pemain PSIS Semarang. Wasit mengecek VAR, namun keputusan tetap diberikan.

Kartu merah tersebut membuat PSIS Semarang unggul jumlah pemain. Meski begitu, serangan yang dilakukan oleh tim tuan rumah tidak langsung membuahkan gol. Justru, PSIS Semarang mencetak gol balasan pada injury time babak pertama. Gol tersebut dicetak oleh Rafinha setelah bola sepakan Otavio Dutra mengenai tubuhnya.

Respons Suporter LA Mania yang Tak Terduga

Hasil seri ini memicu respons yang luar biasa dari suporter Persela Lamongan, LA Mania. Alih-alih memberikan kritikan keras, mereka justru menerima hasil tersebut dengan tangan terbuka. Banyak komentar positif dan dukungan yang muncul dari para penggemar.

  • “Wes gpp pancen mungso 13 pemain , 11 player 1 ngewangi musuh, sijine pengatur,” tulis @gimbal_jagang89
  • “1 POIN JATIDIRI YANG SANGAT BERHARGA … NEXT MATCH BERBENAH JOK,” tulis @vamos.persela.67
  • “bar luan saiki genti jhon mena main ball sokor anger main, TETEP SEMANGAT JOK MASIO MUSUH 11 PEMAIN MASIH BISA BAWAH PULANG 1 POIN,” tulis @lamonganculture
  • “Terima kasih sudah berjuang #cojt,” tulis @verdiaprista
  • “1 poin yg berharga.”
  • “Man Of The Match = “SEMUA PUNGGAWA,” tulis @persela_update
  • “SEMANGAT JOK ….. AYOOOO BERBENAH,” tulis @infopersela
  • “Terima kasih sudah berjuang….. Next 3 poin,” tulis @la_dewata.

Jalannya Laga

Babak Pertama

Di menit-menit awal pertandingan, wasit dibuat sibuk untuk mengecek VAR setelah adanya indikasi pelanggaran. Namun, keputusan akhirnya tidak diambil. Daniel Goncalves memiliki kesempatan untuk membawa timnya unggul, tetapi tidak ada pemain Persela Lamongan yang bisa menyambut umpannya.

Tegar Infantrie mencoba peruntungan dengan melesatkan tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-9, tetapi berhasil ditangkap kiper Persela Lamongan. Persela Lamongan akhirnya berhasil unggul 1-0 pada menit ke-14 setelah memanfaatkan kesalahan Ibrahim Sanjaya.

Madilesa memiliki momentum di sisi pertahanan Persela Lamongan setelah diberi bola daerah oleh rekannya ketika laga memasuki menit ke-27. Sayang, tendangannya ke gawang tidak jelas arahnya dan gagal membuahkan hasil apa pun.

PSIS Semarang melakukan serangan bertubi-tubi ke gawang Persela Lamongan pada menit ke-32. Namun aksi tuan rumah terhenti berkat penampilan solid bek Persela Lamongan dan Rafli Mahreza. Setelah itu, wasit memberikan kartu merah untuk Titan Agung karena mengangkat kaki terlalu tinggi.

Babak Kedua

Pemain yang dimasukkan PSIS Semarang di awal babak kedua, Rafinha, hampir menjebol gawang Persela Lamongan pada menit ke-46. Ia menang duel udara saat rekannya melesatkan umpan lambung tapi tandukannya melambung tinggi di atas mistar gawang Persela Lamongan.

PSIS Semarang mendapat momentum dari skema tendangan bebas yang dilesatkan Tegar Infantrie pada menit ke-55. Tendangan tersebut gagal dimanfaatkan Otavio Dutra. Rafinha punya peluang emas yang nyaris membuahkan gol pada menit ke-62, tetapi tendangannya berhasil ditepis Rafli Mahreza.

Otavio Dutra berhasil menjebol gawang Persela Lamongan pada menit ke-68, tetapi gol tersebut sempat dicek VAR karena ada indikasi offside. Setelah dicek via VAR, gol Otavio Dutra dianulir.

Rafinha nyaris menjebol gawang Persela Lamongan pada menit ke-74. Tendangannya mengenai mistar gawang dan bola keluar lapangan. Pada menit ke-80, Persela Lamongan berhasil memanfaatkan peluang emas melalui skema serangan balik, tetapi Mario Fabiyo Londok mampu mengamankan peluang tersebut.

Gol akhirnya tercipta pada injury time babak kedua. Otavio Dutra melesatkan tendangan keras ke gawang Persela Lamongan setelah memanfaatkan second ball di dalam kotak penalti tim tamu. Tendangan Otavio Dutra mengenai kaki Rafinha dan masuk ke jala gawang Persela Lamongan. Namun, gol tersebut juga dianulir karena indikasi offside.




Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *