"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Pelindo Ambon Simulasi Pertolongan Pertama dan Antisipasi Virus Nipah

Pelindo Ambon Gelar Sosialisasi dan Simulasi BLS serta Edukasi Pencegahan Virus Nipah

Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Ambon atau dikenal sebagai Pelindo Ambon menggelar kegiatan sosialisasi dan simulasi Basic Life Support (BLS) serta edukasi pencegahan Virus Nipah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan para pekerja dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di area kerja pelabuhan.

Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat lantai 2 Pelindo Ambon, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dan diikuti oleh puluhan karyawan internal Pelindo. General Manager Pelindo Ambon, Zahlan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kesiapsiagaan pekerja menghadapi kondisi darurat di area kerja pelabuhan.

“Kami melaksanakan kegiatan ini pada dasarnya berkaitan dengan Bulan K3 tahun 2026. Salah satu pengisiannya adalah mengingatkan kembali karyawan melalui sosialisasi basic life support atau tata cara penanganan pertama manakala terjadi gejala atau kecelakaan bagi para pekerja,” ujar Zahlan.

Pentingnya Pemahaman Dasar tentang Pertolongan Pertama

Menurut Zahlan, pelabuhan sebagai salah satu fasilitas vital nasional memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi, sehingga pemahaman dasar terkait pertolongan pertama menjadi kebutuhan mutlak bagi seluruh pekerja. Selain itu, Pelindo Ambon juga mengaitkan kegiatan Bulan K3 dengan isu kesehatan nasional, khususnya antisipasi penyebaran Virus Nipah yang saat ini menjadi perhatian pemerintah.

“Isu virus Nipah ini dititikberatkan pada dua fasilitas vital, yakni bandara dan pelabuhan. Karena itu, kami secara internal mulai mensosialisasikan apa saja gejala virus Nipah dan bagaimana langkah pencegahannya,” jelasnya.

Melibatkan Tenaga Kerja Bongkar Muat

Zahlan menambahkan, sosialisasi serupa sebenarnya telah dilakukan beberapa minggu sebelumnya, tidak hanya kepada karyawan Pelindo tetapi juga kepada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang setiap hari berinteraksi langsung di kawasan pelabuhan.

“Pekerja TKBM juga sudah kami libatkan, karena mereka merupakan bagian penting dari aktivitas pelabuhan dan berisiko tinggi jika tidak memiliki pemahaman yang cukup,” katanya.

Namun demikian, Zahlan menegaskan bahwa upaya pencegahan penyakit menular di kawasan pelabuhan idealnya dilakukan secara lintas sektor.

“Secara umum, ke depan kami berharap sosialisasi antar instansi di dalam pelabuhan, termasuk kepada pengguna jasa dan penumpang, bisa dikoordinasikan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan atau karantina, serta unsur pemerintah lainnya,” ujarnya.

Belum Ada Indikasi Virus Nipah di Ambon

Terkait kondisi terkini, Pelindo Ambon memastikan belum ditemukan adanya indikasi atau kasus Virus Nipah di wilayah Pelabuhan Ambon.

“Kami belum menerima berita, isu, maupun deteksi atas gejala virus Nipah yang masuk di Ambon, termasuk pada pekerja kami maupun TKBM yang beraktivitas di pelabuhan,” tegas Zahlan.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya potensi risiko jika pengawasan tidak dilakukan secara intensif.

“Bisa saja potensi itu ada, tetapi ketidaktahuan sering kali karena tidak dilakukan deteksi dini terhadap pengunjung atau pengguna pelabuhan, dalam hal ini penumpang dan masyarakat yang beraktivitas,” ujarnya.

Oleh karena itu, Pelindo Ambon menilai penguatan pengawasan dan deteksi dini oleh instansi kesehatan menjadi langkah penting untuk memastikan pelabuhan tetap aman dan bebas dari penyakit menular.

Mengenal Virus Nipah

Sebagai informasi, Virus Nipah (NiV) merupakan virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1999 dalam wabah yang melanda Malaysia dan Singapura.

Virus Nipah ditularkan melalui:
* Kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, terutama kelelawar buah dan babi
* Konsumsi buah atau produk buah yang terkontaminasi air liur atau urin kelelawar
* Kontak erat dengan cairan tubuh manusia yang terinfeksi

Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan muntah, yang dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga ensefalitis akut. Tingkat kematian akibat virus ini tergolong tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen, dan hingga kini belum tersedia vaksin atau obat khusus.

Dengan kegiatan sosialisasi dan simulasi ini, Pelindo Ambon berharap seluruh pekerja dan pemangku kepentingan di pelabuhan semakin waspada, sigap, dan memiliki pemahaman yang cukup dalam menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun ancaman penyakit menular.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *