"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Klasemen Persebaya Surabaya Tumbang, Persita Tangerang Ancam Geser

Persebaya Surabaya Terancam Digusur Persita Tangerang Usai Kalah dari Persijap Jepara

Kekalahan Persebaya Surabaya dari Persijap Jepara dalam laga pekan ke-22 Super League 2025/2026 membuat posisi mereka di klasemen semakin rentan. Dengan skor akhir 1-3, Green Force kini tertahan di peringkat kelima dengan 35 poin. Ancaman terbesar datang dari Persita Tangerang yang berada di posisi keenam dengan poin yang sama.

Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu (21/2/2026) menjadi mimpi buruk bagi Persebaya Surabaya. Mereka tidak mampu membalikkan keadaan meskipun mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Tekanan yang diberikan oleh tim tamu berhasil diatasi oleh pertahanan tuan rumah hingga babak pertama usai dengan skor 1-0 untuk keunggulan Persijap.

Beberapa peluang emas diperoleh oleh Persebaya Surabaya, namun gagal dimanfaatkan dengan baik. Pada menit ke-18, Jefferson Junio Antonio da Silva mencoba melepaskan tembakan, tetapi bola melenceng dari target. Sementara itu, Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas juga gagal memperbaiki situasi setelah tembakannya diblok oleh bek lawan.

Persijap Jepara terus mempertahankan tekanan dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-31. Iker Guarrotxena Vallejo mencetak gol setelah menerima assist dari Lucas Morelatto da Cruz. Gol ini memicu peningkatan intensitas pertandingan. Namun, Persebaya Surabaya tidak mampu membalas hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Persebaya Surabaya melakukan pergantian pemain untuk meningkatkan energi. Toni Firmansyah digantikan oleh Rachmat Irianto, sementara Arief Catur Pamungkas digantikan oleh Koko Ari Araya. Meski demikian, tekanan dari Persijap tetap terasa.

Pada menit ke-54, Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas berhasil mencatatkan tembakan tepat sasaran, tetapi gol tersebut tidak cukup untuk mengubah skor. Persijap justru menggandakan keunggulan pada menit ke-70 lewat Alexis Nahuel Gómez. Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat Persebaya Surabaya semakin tertekan.

Upaya Bruno Moreira Soares dan Gustavo Fernandes Henrique Querino di menit ke-74 dan ke-78 masih belum membuahkan hasil. Situasi semakin sulit ketika Rachmat Irianto diganjar kartu merah pada menit ke-85. Persebaya Surabaya harus bermain dengan sepuluh pemain di sisa laga yang memasuki tambahan waktu 11 menit.

Harapan sempat muncul pada menit ke-90+3. Bruno Moreira Soares sukses mengeksekusi penalti dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Namun, petaka justru datang di menit ke-90+11 ketika Iker Guarrotxena Vallejo kembali mencetak gol usai menerima assist dari Alexis Nahuel Gómez. Skor akhir 3-1 menutup pertandingan dramatis tersebut.

Persebaya Surabaya bermain tanpa dua striker andalan mereka, Mihailo Perovic dan Bruno Paraiba. Absennya dua penyerang tersebut terasa signifikan dalam penyelesaian akhir. Kekalahan ini jelas memengaruhi klasemen terbaru Persebaya Surabaya. Dengan 35 poin, mereka masih tertahan di peringkat kelima dan gagal menempel Malut United di posisi lebih atas.

Situasi semakin pelik karena Persita Tangerang memiliki jumlah poin sama. Jika Persita mampu meraih kemenangan di pekan ke-22, Persebaya Surabaya harus rela turun satu tingkat ke posisi keenam. Persaingan papan atas Super League 2025/2026 semakin ketat jelang pekan-pekan krusial. Setiap poin kini sangat berarti dalam perebutan posisi terbaik di klasemen.

Persebaya Surabaya dituntut segera bangkit pada laga berikutnya agar tidak terus melorot. Konsistensi dan efektivitas lini depan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Green Force masih memiliki peluang memperbaiki posisi jika mampu meraih kemenangan beruntun. Namun tekanan dari tim-tim pesaing seperti Persita membuat mereka tak boleh lagi terpeleset.

Klasemen terbaru Persebaya Surabaya usai kalah dari Persijap Jepara menjadi alarm keras bagi seluruh elemen tim. Jika tak segera berbenah, ancaman digusur Persita Tangerang bisa menjadi kenyataan dalam waktu dekat.


Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *